Ban mobil sering mendapat beban paling berat saat dipakai mudik karena harus menempuh jarak jauh, membawa banyak penumpang, dan melewati berbagai kondisi jalan. Setelah perjalanan selesai, komponen ini tidak boleh langsung dianggap aman, karena kerusakan kecil sering tidak terlihat tetapi bisa memengaruhi keselamatan.
PT Bridgestone Tire Indonesia mengingatkan bahwa pemeriksaan ban setelah mudik penting dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan performa kendaraan tetap optimal saat dipakai kembali untuk aktivitas harian. Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyebut perjalanan jarak jauh membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal, sehingga pengecekan ulang menjadi langkah preventif yang penting.
Mengapa ban perlu dicek lagi setelah mudik
Saat mobil dipakai menempuh perjalanan panjang, ban menghadapi panas jalan yang tinggi, durasi berkendara lama, beban berlebih, dan permukaan jalan yang tidak selalu mulus. Kombinasi faktor itu bisa mempercepat keausan tapak ban dan menurunkan kenyamanan berkendara.
Kondisi tersebut juga bisa memunculkan gejala seperti getaran, suara bising, hingga berkurangnya kemampuan pengereman. Dalam situasi tertentu, kerusakan dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius jika tidak segera ditemukan.
Bagian yang wajib diperiksa
Pengecekan ban tidak cukup hanya melihat kondisi luar secara sekilas. Ada beberapa titik yang perlu diperhatikan lebih detail agar kerusakan dini bisa terdeteksi sejak awal.
-
Tekanan angin ban
Tekanan angin harus disesuaikan lagi dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada pilar pintu kendaraan. Bridgestone menegaskan bahwa ban yang kurang angin membuat dinding samping melentur berlebihan, menghasilkan panas ekstrem, dan meningkatkan risiko ban rusak hingga pecah. -
Ban serep
Ban cadangan sering luput dari perhatian padahal tetap harus dalam kondisi siap pakai. Jika tekanan anginnya turun atau kondisinya bermasalah, ban serep tidak akan membantu saat darurat. -
Dinding samping ban
Perhatikan apakah ada benjolan atau bulging, terutama setelah mobil menghantam lubang atau jalan rusak. Retakan halus juga perlu dicermati karena bisa menandakan penuaan ban atau pemanasan berlebih. - Pola keausan tapak
Keausan di bagian tengah atau sisi ban bisa menunjukkan tekanan angin yang tidak sesuai. Sementara itu, keausan tidak merata bisa mengarah pada perubahan setelan spooring akibat kondisi jalan selama perjalanan.
Tanda ban mulai bermasalah
Kerusakan ban sering tidak langsung terasa, tetapi ada beberapa tanda yang patut diwaspadai. Paku atau benda tajam bisa menimbulkan kebocoran lambat yang baru disadari setelah tekanan angin turun perlahan.
Berikut gejala yang sebaiknya tidak diabaikan:
- Setir terasa bergetar saat mobil melaju
- Muncul suara ban yang lebih bising dari biasanya
- Mobil terasa kurang stabil saat dipacu
- Permukaan ban tampak aus tidak merata
- Ada retakan, benjolan, atau bekas benturan pada dinding ban
Jika salah satu tanda itu muncul, pemeriksaan di bengkel menjadi langkah yang lebih aman dibanding menunda.
Perawatan lanjutan setelah perjalanan jauh
Bridgestone menyarankan spooring dan balancing setelah mudik untuk membantu mengembalikan stabilitas kemudi dan kenyamanan berkendara. Rotasi ban juga disarankan agar tingkat keausan antar ban lebih seimbang.
Pemeriksaan ini penting karena ban yang sudah aus lebih rentan tertusuk dan berisiko mengalami hydroplaning saat jalan licin. Di sisi lain, pemeriksaan rutin juga membantu memperpanjang umur pakai ban dan menjaga performa kendaraan tetap baik untuk penggunaan sehari-hari.
Mukiat Sutikno menyebut Bridgestone Indonesia siap mendukung pengecekan ban dan kendaraan melalui lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) di seluruh Indonesia. Akses layanan yang luas ini memudahkan pemilik mobil memastikan ban kembali aman dipakai setelah menempuh perjalanan mudik yang melelahkan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com








