Feds Tutup Investigasi Smart Summon Tesla, 97 Crash Tetap Dicatat

Regulator keselamatan lalu lintas Amerika Serikat resmi menutup penyelidikan terhadap fitur Smart Summon milik Tesla setelah menilai tingkat insiden dan tingkat keparahannya tergolong rendah. Dalam penjelasannya, National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA menyebut bahwa dari jutaan sesi Smart Summon, hanya sebagian sangat kecil yang berujung pada insiden.

Keputusan itu menutup rangkaian peninjauan atas sekitar 2,6 juta kendaraan Tesla yang dibekali fitur tersebut. Meski begitu, data yang dikumpulkan tetap menunjukkan sejumlah tabrakan ringan, terutama saat mobil bergerak sendiri di area parkir tanpa membaca situasi sekitar dengan sempurna.

Apa yang ditemukan regulator

NHTSA melalui Office of Defects Investigation mencatat bahwa sebagian besar kasus terjadi karena sistem atau pengguna tidak sepenuhnya mendeteksi lingkungan sekitar atau tidak merespons dengan tepat. Akibatnya, mobil mengalami benturan ringan dengan kendaraan yang sedang parkir, gerbang parkir, atau bollard pendek di area parkir.

  1. Total laporan yang dihimpun mencapai sekitar 159 insiden.
  2. Dari jumlah itu, ada 97 kecelakaan yang tercatat.
  3. Beberapa data disebut memuat duplikasi, sehingga angka pastinya perlu dibaca dengan hati-hati.
  4. Perkiraan jumlah kendaraan dengan Smart Summon mencapai 2.585.000 unit.

Walau terdengar besar, proporsinya tetap kecil jika dibandingkan dengan jutaan penggunaan fitur ini. NHTSA bahkan menegaskan bahwa “out of millions of Summon sessions, a fraction of 1% resulted in an incident.”

Kasus yang paling disorot

Regulator juga menyoroti dua kecelakaan yang melibatkan kamera terhalang salju. Dalam dua kasus itu, kendaraan listrik Tesla menabrak mobil yang sedang parkir tanpa pengemudi, sementara pengguna disebut tidak memerintahkan mobil berhenti atau menjeda sistem meski ada hambatan.

Selain itu, ada satu insiden ketika Smart Summon tidak memberi prioritas kepada palang gerbang yang menutup jalur keluar garasi. Pengguna lagi-lagi tidak memberi perintah stop, dan tabrakan pun terjadi di titik tersebut.

Tesla kemudian memperbarui perangkat lunak secara over-the-air untuk merespons temuan itu. Pada awal 2025, perusahaan menambahkan deteksi blokir kamera, lalu menyusul penyesuaian perangkat lunak lain untuk memperbaiki respons kendaraan terhadap gerbang dinamis.

Mengapa kasus ini penting

Smart Summon dirancang untuk memindahkan mobil secara otomatis dalam jarak dekat, biasanya di area parkir dan jalan masuk rumah. Fitur ini menawarkan kemudahan, tetapi juga menuntut pengawasan penuh dari pengguna karena sistem masih bisa gagal mengenali rintangan kecil atau kondisi tertentu di sekitarnya.

Dalam konteks keselamatan, hasil investigasi ini menunjukkan pola penting: teknologi bantuan pengemudi tidak selalu bebas risiko, terutama ketika sensor menghadapi gangguan visual seperti salju, palang parkir, atau objek rendah. Situasi seperti ini bisa tampak sepele, tetapi tetap cukup untuk memicu benturan dan kerusakan ringan.

Ringkasan data yang dihimpun regulator

Temuan Angka
Kendaraan Tesla yang dipantau sekitar 2.585.000
Insiden yang dilaporkan sekitar 159
Kecelakaan yang tercatat 97
Kesesuaian data ada beberapa duplikasi

NHTSA menutup kasus ini dengan catatan bahwa tingkat risiko dinilai rendah, tetapi pengguna tetap harus siap mengambil alih kendali kapan pun diperlukan. Dalam praktiknya, Smart Summon masih menuntut perhatian aktif dari pengemudi, terutama saat mobil melewati area parkir yang padat, gerbang bergerak, atau kondisi cuaca yang dapat menghalangi kamera dan sensor.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button