MBZ Arah Cikampek Buka Tutup Situasional, Lonjakan Kendaraan Picu Macet Panjang

Kemacetan di Jalan Layang Mohamed Bin Zayed atau MBZ arah Cikampek memicu pemberlakuan buka tutup situasional pada akses masuk tertentu. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mengambil langkah itu atas diskresi kepolisian untuk menjaga arus lalu lintas tetap bergerak saat volume kendaraan meningkat tajam.

Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan pada akses masuk Jati Asih, Kalimalang, dan KM 10 A. Kepadatan tidak hanya dipicu lonjakan kendaraan, tetapi juga gangguan teknis di jalan seperti kendaraan overheat, kehabisan BBM, dan ban kempes.

Buka tutup dilakukan sejak malam saat arus mulai padat

VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa sistem buka tutup mulai diberlakukan sejak Kamis pukul 22.24. Kebijakan ini muncul ketika volume kendaraan terus naik dan sejumlah mobil mengalami kendala teknis di jalan layang.

PT JJC menilai kondisi itu perlu ditangani cepat agar penumpukan tidak meluas ke titik lain. Pengaturan arus juga diarahkan untuk meredam kepadatan di KM 48, lokasi pertemuan arus dari Ruas Jakarta-Cikampek bawah dan jalur layang MBZ.

Fokus pengaturan ada di titik pertemuan arus

KM 48 kerap menjadi titik rawan karena arus dari dua jalur bertemu dalam waktu hampir bersamaan. Dalam situasi lalu lintas tinggi, kondisi ini dapat memicu antrean panjang jika tidak diatur dengan cepat dan situasional.

Oleh karena itu, sistem buka tutup dipakai sebagai langkah antisipatif. Tujuannya adalah menyebar arus kendaraan agar tidak seluruhnya menumpuk pada satu titik yang sama.

  1. Akses masuk Jati Asih dibuka dan ditutup sesuai kondisi lapangan.
  2. Akses masuk Kalimalang ikut disesuaikan dengan kepadatan kendaraan.
  3. KM 10 A juga menjadi titik yang dipantau ketat saat arus meningkat.

Gangguan kendaraan ikut memperparah kepadatan

Selain volume kendaraan yang tinggi, faktor teknis dari kendaraan pengguna jalan ikut memengaruhi kelancaran. Kendaraan yang mengalami overheat, kehabisan BBM, atau ban kempes dapat memperlambat laju kendaraan lain di belakangnya.

Pada jalur layang yang panjang, satu kendaraan bermasalah saja bisa menimbulkan efek berantai. Situasi itu membuat petugas harus bergerak lebih cepat untuk mencegah antrean makin meluas.

Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menambah tantangan di ruas MBZ. Jalan layang ini tidak menyediakan rest area di sepanjang lintasan, sehingga pengendara perlu memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum masuk ke jalur.

Imbauan bagi pengendara yang melintas MBZ

PT JJC meminta pengguna jalan menyiapkan kondisi fisik pengemudi dan kondisi kendaraan sebelum berangkat. Langkah sederhana seperti memeriksa bahan bakar, daya listrik, serta kesiapan sistem pendingin menjadi penting untuk menghindari gangguan di tengah perjalanan.

Perhatian juga perlu diberikan pada kemungkinan hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Dalam kondisi seperti itu, pengemudi perlu menjaga kecepatan, jarak aman, dan konsentrasi selama berkendara.

Beberapa hal yang disarankan sebelum melintas di Jalan Layang MBZ antara lain:

  1. Pastikan BBM cukup untuk perjalanan penuh.
  2. Cek air radiator, kondisi mesin, dan sistem pendingin.
  3. Periksa tekanan ban dan kondisi ban cadangan.
  4. Pastikan daya aki dan kelistrikan mobil dalam keadaan baik.
  5. Pantau prakiraan cuaca sebelum masuk jalur layang.

Akses informasi lalu lintas disiapkan untuk pengguna jalan

Untuk memudahkan pengguna jalan memantau perkembangan lalu lintas, PT JJC menyediakan layanan informasi melalui One Call Center 24 jam di 14080 atau 133. Informasi real-time juga bisa dilihat lewat aplikasi Travoy 4.5 yang tersedia di iOS dan Android.

Layanan ini penting bagi pengendara yang hendak melintasi koridor Jakarta-Cikampek, terutama saat arus kendaraan sedang padat. Dengan memantau kondisi terbaru, pengendara dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dan memilih langkah yang paling aman sebelum masuk ke ruas Jalan Layang MBZ arah Cikampek.

Exit mobile version