
Freelander kembali muncul sebagai nama baru di industri otomotif global, tetapi posisinya kini berbeda dari masa lalu saat masih menjadi model dalam keluarga Land Rover. Melalui kerja sama Jaguar Land Rover dan Chery, label Freelander dihidupkan lagi sebagai merek independen yang menggabungkan warisan SUV premium dengan teknologi kendaraan energi baru atau NEV.
Langkah ini menjadi penanda strategi baru yang tidak hanya menonjolkan identitas desain, tetapi juga arah pengembangan produk yang lebih modern. Model perdana yang disiapkan, Concept 97, langsung diposisikan sebagai SUV canggih dengan kemampuan off-road yang serius.
Freelander bertransformasi jadi merek mandiri
Freelander sempat berhenti digunakan sejak 2015 ketika namanya masih terkait dengan produk Land Rover. Kini, lewat joint venture JLR-Chery, merek tersebut bangkit kembali dengan struktur bisnis dan pengembangan yang berdiri sendiri.
Pengumuman kebangkitan Freelander sudah resmi disampaikan sejak Juni 2024. Di bawah format baru ini, Freelander dirancang sebagai brand yang memadukan karakter mewah tradisional dengan teknologi elektrifikasi, termasuk pengembangan untuk pasar NEV.
Kantor pusat globalnya ditempatkan di Shanghai. Jaringan pengembangannya juga dibuat lintas negara, melibatkan Pusat Desain Gaydon di Inggris, Pusat Desain Shanghai, Institut Penelitian Suzhou, dan basis manufaktur di Changshu.
Target produk disusun agresif
Mengutip Carnewschina, Freelander menargetkan debut produk pertamanya pada paruh kedua tahun ini. Setelah itu, merek ini menyiapkan ekspansi global dengan ritme peluncuran yang cepat.
Rencana produknya cukup agresif, karena model baru disebut akan hadir setiap enam bulan. Dalam lima tahun ke depan, total enam kendaraan baru diharapkan masuk ke pasar.
Strategi ini menunjukkan bahwa Freelander tidak sekadar hadir sebagai nama baru, melainkan sebagai portofolio SUV yang disusun untuk jangka panjang. Fokusnya tetap pada kendaraan utilitas tinggi, tetapi dengan basis teknologi yang lebih maju dan elektrifikasi yang lebih luas.
Platform baru untuk listrik dan hybrid
Freelander mengembangkan arsitektur baru yang dirancang untuk berbagai jenis SUV. Platform ini mendukung powertrain listrik murni, plug-in hybrid, dan range-extended, sehingga fleksibel untuk kebutuhan pasar yang berbeda.
Salah satu sorotan utama ada pada platform range-extended bertegangan tinggi 800V. Teknologi ini biasanya menjanjikan efisiensi pengisian yang lebih baik dan performa sistem listrik yang lebih modern.
Pendekatan tersebut penting karena pasar SUV kini tidak hanya menuntut desain tangguh, tetapi juga efisiensi energi, kemudahan pengisian, dan sistem berkendara yang pintar. Freelander mencoba menempatkan semua kebutuhan itu dalam satu arah pengembangan produk.
Concept 97 jadi model perdana
Model pertama hasil kerja sama ini diberi nama Concept 97. Mobil tersebut memakai arsitektur T1X buatan Chery, sebuah platform modular yang dikenal fleksibel dan skalabel.
Platform T1X sebelumnya sudah dipakai pada beberapa model Chery, termasuk Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro. Pemakaian basis ini menandakan bahwa Freelander ingin memanfaatkan fondasi yang sudah matang, lalu menaikkannya ke level teknologi yang lebih tinggi.
Pada sisi kabin dan sistem berkendara, Concept 97 akan membawa teknologi kemudi cerdas hasil kerja sama dengan Huawei. Sistem Huawei Qiankun generasi terbaru diklaim hadir bersama perangkat keras bantuan pengemudi canggih, termasuk LiDAR tingkat gambar jalur optik ganda 896 baris.
Teknologi off-road jadi nilai utama
Selain pintar, model ini juga diarahkan untuk kuat melintasi medan berat. Freelander menyematkan sistem segala medan cerdas i-ATS yang disebut akan menjadi yang pertama di dunia pada model ini.
Sistem tersebut memadukan peredam kejut preventif dan tiga differential locker. Kombinasi itu membuat mobil lebih siap beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan, mulai dari permukaan licin hingga jalur dengan traksi rendah.
Fokus off-road ini memperjelas identitas Freelander sebagai SUV yang tidak hanya mengejar elektrifikasi, tetapi juga tetap mempertahankan kemampuan jelajah. Di pasar SUV modern, karakter seperti ini menjadi pembeda penting di tengah tren kendaraan serba urban.
Komponen elektronik dan baterai ikut disorot
Freelander juga masuk daftar awal kendaraan yang menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 8397. Prosesor kelas otomotif terbaru tersebut diposisikan untuk mendukung sistem digital kendaraan yang semakin kompleks.
Dari sisi energi, Freelander akan memakai baterai hasil kolaborasi dengan CATL yang diberi nama Freevoy. Baterai ini diklaim menjadi yang pertama di dunia saat debut di model baru tersebut.
Berikut sejumlah teknis penting yang disebutkan dalam pengembangannya:
- Kemampuan pengisian super 6C
- Daya pengisian hingga 360kW
- Perlindungan bawah bodi khusus untuk penggunaan off-road
- Lapisan polimer FD untuk meningkatkan kekuatan benturan
- Teknologi propagasi non-termal generasi kedua
- Teknologi CTP generasi ketiga untuk keamanan dan pendinginan
Kombinasi teknologi itu menunjukkan bahwa Freelander ingin masuk ke segmen SUV elektrifikasi dengan standar yang tidak biasa. Bukan hanya cepat diisi daya, tetapi juga dibuat lebih tahan dalam pemakaian berat.
Dengan arah pengembangan seperti ini, Freelander berpotensi menjadi salah satu nama baru yang paling menarik di kelas SUV elektrifikasi. Identitas barunya menggabungkan desain, kecerdasan digital, serta kemampuan off-road yang tetap menjadi inti karakter kendaraan tersebut.
Source: otodriver.com








