Juventus Tempel Como Dengan Ketat, Spalletti Bantah Alasan Kelelahan

Juventus menjaga tekanan di papan atas Serie A setelah menundukkan Genoa 2-0 di Allianz Stadium, Senin (7/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat Bianconeri hanya terpaut satu poin dari Como yang masih bertahan di zona empat besar klasemen sementara.

Kemenangan tersebut memang memberi dorongan penting bagi Juventus, tetapi laga ini juga meninggalkan catatan serius di ruang ganti. Pelatih Luciano Spalletti menyoroti penurunan kualitas permainan tim pada babak kedua dan menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan.

Juventus Amankan Tiga Poin di Turin

Juventus memulai pertandingan dengan kontrol yang lebih baik dan mampu menjaga ritme permainan di babak pertama. Keunggulan 2-0 yang mereka raih cukup untuk memastikan Genoa pulang tanpa poin dari laga pekan ke-31 Serie A itu.

Namun, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mulus bagi tuan rumah. Genoa tampil lebih berani setelah jeda dan mulai memberi tekanan lebih besar ke pertahanan Juventus.

Situasi itu membuat Juventus harus bertahan lebih dalam pada paruh kedua. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa kemenangan mereka tidak lahir dari laga yang sepenuhnya dominan sampai akhir.

Di Gregorio Jadi Penyelamat Saat Genoa Menekan

Momen paling krusial terjadi ketika Genoa mendapat hadiah penalti usai terus menekan lini belakang Juventus. Penalti itu sempat membuka peluang bagi tim tamu untuk mengubah arah pertandingan.

Di tengah tekanan tersebut, kiper pengganti Di Gregorio tampil sebagai pembeda. Ia masuk menggantikan Mattia Perin saat turun minum karena cedera, lalu langsung menunjukkan kontribusi penting dengan menggagalkan eksekusi penalti lawan.

Penyelamatan itu menjaga skor tetap aman untuk Juventus hingga laga berakhir. Aksi Di Gregorio menjadi salah satu alasan utama Bianconeri tetap bisa mengunci kemenangan tanpa kebobolan.

Spalletti Soroti Perbedaan Performa Antar-Babak

Luciano Spalletti memberi penilaian keras terhadap penampilan timnya. Ia mengaku masih belum bisa membaca pola konsistensi Juventus secara utuh meski sudah menangani tim selama enam hingga tujuh bulan.

“Kadang kami harus menerima bahwa kami tidak selalu tampil dalam versi terbaik. Setelah enam atau tujuh bulan di sini, saya masih belum yakin dengan apa yang saya hadapi,” kata Spalletti kepada Sky Italia.

Ia juga menyebut Juventus tampil bagus di babak pertama, tetapi turun drastis setelah jeda. Menurutnya, perbedaan performa itu tidak bisa dianggap wajar.

Spalletti menambahkan, “Kami tampil dengan baik di babak pertama, lalu mengalami perbedaan di babak kedua. Ini tidak masuk akal.”

Spalletti Tolak Alasan Lelah

Sejumlah pihak menilai penurunan performa Juventus mungkin terjadi karena faktor fisik. Namun Spalletti menampik dugaan itu dan menegaskan bahwa pemainnya tidak kekurangan waktu pemulihan.

  1. Para pemain mendapat dua hari libur.
  2. Tim hanya menjalani satu setengah sesi latihan.
  3. Setelah itu, skuad kembali diberi waktu istirahat.

“Jadi itu bukan alasan,” tegas pelatih asal Italia itu.

Pernyataan tersebut menunjukkan Spalletti lebih melihat persoalan Juventus pada aspek mental, fokus, atau kontrol permainan. Ia tidak ingin timnya berlindung di balik alasan jadwal atau kelelahan yang dinilai tidak relevan dalam laga ini.

Dampak ke Klasemen Serie A

Tambahan tiga poin membuat Juventus terus menempel ketat Como di persaingan empat besar. Selisih satu poin menjaga peluang Bianconeri untuk terus menekan rival di papan atas Serie A.

Dengan situasi klasemen yang masih rapat, setiap kemenangan kini punya bobot besar bagi Juventus. Hasil melawan Genoa bukan hanya penting untuk poin, tetapi juga untuk mempertahankan momentum dalam perebutan posisi elite.

Di sisi lain, komentar keras Spalletti menunjukkan bahwa Juventus masih punya pekerjaan rumah besar meski menang. Performa yang naik-turun antar-babak bisa menjadi masalah serius jika berulang saat menghadapi lawan yang lebih efektif di laga berikutnya.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button