Pemilik Rivian R1T Semprotkan Cat Ke Truknya, Protes Pedas Soal Masalah Tak Selesai

Seorang pemilik Rivian R1T meluapkan rasa frustrasinya ke publik dengan cara yang ekstrem setelah berbulan-bulan mengaku berjuang menghadapi masalah yang tidak selesai. Ia menyemprotkan tulisan “RIVIAN IS JUNK” dan “DON’T BUY JUNK” ke bodi truknya, lalu memarkirkannya di luar showroom Rivian di Denver.

Aksi itu cepat menyebar ke Reddit dan media sosial. Bersamaan dengan itu, ia meluncurkan situs “Rivian Is Junk” untuk mendokumentasikan apa yang disebutnya sebagai masalah keandalan selama bertahun-tahun, perbaikan yang gagal, sengketa hukum, dan biaya kepemilikan yang terus membengkak.

Kekecewaan yang berubah jadi protes publik

Menurut situs tersebut, pemilik itu awalnya memesan R1T Quad-Motor awal dengan Max Pack karena percaya pada visi Rivian. Ia juga ingin mendukung langkah startup itu masuk ke kendaraan listrik petualangan.

Namun, ia mengklaim kendaraan yang akhirnya diterima berbeda dari konfigurasi yang dipesan. Ia menyebut sejumlah fitur dihapus atau kemudian ditawarkan sebagai opsi berbayar.

Ia mengatakan masalah terus memburuk setelah pengiriman unit. Truk itu disebut sudah terparkir dan tidak bisa dikendarai sejak Juli 2025.

Pemilik itu juga mengaku kendaraan terlalu sering masuk bengkel. Keluhannya mencakup gangguan setir, phantom braking, bunyi-bunyi pada drivetrain, masalah trim, dan isu terkait baterai.

Sengketa garansi memperburuk situasi

Kontroversi makin memanas setelah pemilik mengklaim Rivian menolak mengganti baterai 12 volt yang rusak lewat garansi. Dalam komentar di Reddit, perusahaan disebut beralasan truk itu dibiarkan tidak terhubung ke listrik selama sekitar 15 hari sehingga baterainya gagal.

Pemilik membantah penjelasan itu. Ia menegaskan garansi baterai 12 volt Rivian disebut berlangsung tiga tahun, sementara baterai yang rusak katanya baru berusia sekitar dua tahun.

Ia menilai penolakan tersebut sangat mengecewakan karena masalah kendaraan sudah berulang sejak lama. Setelah itu, ia mengatakan telah menempuh jalur lemon law dan tindakan hukum lainnya.

Di saat yang sama, ia tetap membayar cicilan bulanan, biaya penyimpanan, dan ongkos hukum. Kondisi itu membuatnya menanggung biaya untuk kendaraan yang menurutnya tidak aman dipakai.

Video dan daftar keluhan teknis

Situs “Rivian Is Junk” juga memuat beberapa video yang tampaknya menunjukkan getaran pada setir, suara drivetrain yang tidak biasa, dan perilaku sistem bantuan pengemudi yang tidak konsisten. Salah satu klip memperlihatkan setir bergetar jelas pada kecepatan rendah.

Video lain menangkap suara mekanis saat akselerasi. Pemilik itu juga menyebut ada masalah kemudi yang belum tuntas dan membuat truk tidak aman dioperasikan.

Ia menuduh Rivian gagal memperbaiki masalah itu secara permanen meski kendaraan sudah berkali-kali masuk layanan. Di luar video, ia juga mencantumkan keluhan lain seperti tow hook yang berkarat, plastik gear tunnel yang melengkung, trim interior yang lepas, kontrol jendela yang gagal, tarikan kemudi, dan body shimmy.

Komunitas Rivian ikut terbelah

Respons dari komunitas Rivian pun terbagi. Sebagian pemilik menganggap protes publik itu berlebihan, sementara yang lain menyatakan simpati karena paham frustrasi akibat kunjungan servis berulang dan cacat yang tak kunjung selesai.

Sejumlah pemilik yang merespons di Reddit mengatakan mereka sudah menempuh puluhan ribu mil tanpa masalah besar. Namun, ada juga yang melaporkan kekhawatiran serupa, termasuk waktu tunggu lama di pusat servis dan perbaikan berulang.

Seorang pengguna Reddit bahkan mengklaim sebagian besar jarak tempuh kendaraannya hanya berasal dari perjalanan ke pusat servis Rivian. Pengguna lain mengatakan ia menghabiskan porsi besar masa sewanya dengan mengemudikan mobil pinjaman sementara truknya sendiri tetap berada di bengkel.

Tenggat penting bagi Rivian

Kontroversi ini datang pada periode penting bagi Rivian karena perusahaan bersiap meluncurkan SUV R2 yang lebih terjangkau. Model itu dipandang akan menjadi kunci strategi pertumbuhan jangka panjang dan memperluas daya tarik merek di luar pembeli EV premium.

Di saat yang sama, Rivian masih berada di bawah sorotan soal keandalan dan layanan. Consumer Reports sebelumnya memberi R1T skor prediksi keandalan yang rendah, sementara National Highway Traffic Safety Administration juga menyelidiki laporan kegagalan rear toe-link pada sejumlah model R1T dan R1S.

Menurut para penyelidik, kegagalan itu diduga membuat kendaraan tiba-tiba berbelok di setidaknya dua insiden yang dilaporkan. Salah satunya melibatkan kecelakaan, dan tidak ada laporan cedera dalam penyelidikan tersebut.

Meski kritik terus berdatangan, Rivian masih memiliki basis pemilik yang loyal dan tetap menjadi salah satu startup EV paling dikenal. Kasus protes yang sangat terbuka ini kini menambah tekanan pada reputasi layanan dan reliabilitas perusahaan saat mereka memasuki fase ekspansi berikutnya.

Berita Terkait

Back to top button