
Nio mengambil langkah baru untuk menekan biaya sekaligus mempercepat pengembangan mobil listrik pintarnya. Produsen mobil asal China itu meneken kemitraan strategis dengan pemasok semikonduktor GigaDevice untuk bersama-sama mengembangkan chip otomotif.
Kesepakatan ini menempatkan chip sebagai salah satu fokus utama Nio di tengah tekanan margin yang makin berat di industri EV China. Di saat persaingan makin ketat dan biaya komponen ikut naik, kerja sama dengan GigaDevice memberi Nio akses ke pengembangan chip yang lebih terarah untuk kebutuhan kendaraan generasi berikutnya.
Fokus pada chip otomotif dan arsitektur elektronik baru
GigaDevice menyebut kerja sama itu akan berfokus pada inovasi kolaboratif di chip otomotif. Tujuannya adalah mendukung iterasi berkelanjutan dan peningkatan teknologi pada smart EV milik Nio.
Kedua perusahaan akan memanfaatkan keunggulan masing-masing di desain chip dan manufaktur kendaraan. Mereka akan mendorong riset dan pengembangan bersama untuk chip otomotif berstandar kendaraan serta arsitektur electrical/electronic generasi baru.
Dalam pernyataannya, GigaDevice mengatakan akan mengandalkan keunggulan teknologi dan kemampuan produksi massal pada chip periferal seperti memori dan microcontroller unit atau MCU. Perusahaan itu akan memasok produk chip otomotif berperforma tinggi dan sangat andal, serta solusi sistem untuk memenuhi tuntutan ketat model cerdas generasi baru.
Di sisi lain, Nio akan menyumbang pengalaman dalam pengembangan platform kendaraan, integrasi sistem, dan wawasan pasar. Peran itu mencakup panduan untuk desain arsitektur awal, definisi kebutuhan, optimasi performa chip, hingga validasi di tingkat kendaraan.
Smart cockpit dan smart driving jadi sasaran utama
Kerja sama dengan Nio disebut akan berpusat pada skenario aplikasi inti seperti smart cockpit dan smart driving. GigaDevice mengatakan kolaborasi ini ingin menjembatani seluruh rantai, dari penetapan spesifikasi chip sampai riset dan pengembangan bersama.
Perusahaan itu juga menyebut target akhirnya adalah mempercepat penerjemahan teknologi inovatif menjadi aplikasi nyata. Keduanya ingin menciptakan solusi produksi massal yang bisa menjadi tolok ukur industri.
GigaDevice sendiri adalah pemasok chip memori niche yang berbasis di Beijing. Menurut dokumen pencatatan yang diajukan ke bursa Hong Kong, perusahaan itu merupakan pemasok NOR Flash terbesar kedua di dunia untuk mobil, otomasi industri, dan jaringan pada tahun lalu.
Selain memori, GigaDevice juga menjual microcontroller units yang dipakai di berbagai bidang. Penggunaannya mencakup elektronik konsumen hingga peralatan penyimpanan energi.
Dorongan Nio untuk standarisasi chip
Langkah terbaru ini sejalan dengan seruan lama pendiri, chairman, dan CEO Nio, William Li, agar industri mempercepat standardisasi komponen inti. Ia menilai keberagaman chip yang terlalu besar ikut mendorong biaya manufaktur dan menyulitkan rantai pasok.
Dalam forum China EV100 pada April, Li mengusulkan standardisasi sel baterai dan pengurangan jumlah jenis semikonduktor. Ia memperkirakan inisiatif itu bisa menciptakan ruang penghematan biaya lebih dari 100 miliar yuan untuk industri otomotif China.
Li juga menyoroti kompleksitas chip pada kendaraan modern. Ia menyebut SUV flagship Nio ES9 memakai lebih dari 1.000 jenis semikonduktor dengan total lebih dari 4.000 chip dari berbagai jenis.
Menurut Li, Nio saat ini sedang berupaya memangkas jumlah chip internal secara drastis menjadi sekitar 400. Ia juga mendorong industri agar bersama-sama mempromosikan standardisasi chip demi menyederhanakan pasokan dan mengurangi kompleksitas pengadaan.
Di tengah tekanan biaya yang terus meningkat, kemitraan Nio dan GigaDevice memperlihatkan bahwa chip kini bukan lagi sekadar komponen pendukung. Bagi Nio, chip semakin menjadi bagian penting dari strategi produk, efisiensi, dan daya saing di pasar kendaraan listrik China.
Source: cnevpost.com








