Ford Bilang Kualitas Naik, 423 Ribu Pemilik Harus Percaya Sambil Tunggu Recall Selesai

Ford menyatakan kualitas produk terbarunya terus membaik, tetapi kondisi itu belum sepenuhnya dirasakan pemilik kendaraan lama yang kembali terdampak recall besar di Amerika Serikat. Penarikan ini melibatkan lebih dari 420.000 unit Ford dan Lincoln, dengan masalah utama pada lengan wiper yang bisa rusak dan berhenti bekerja saat hujan atau salju.

Bagi pengemudi, gangguan pada wiper bukan sekadar masalah kecil. Saat visibilitas hilang mendadak di tengah cuaca buruk, risiko kecelakaan bisa meningkat cepat, terutama ketika kendaraan melaju di kecepatan jalan raya.

Recall besar yang menyorot masalah wiper

Berdasarkan dokumen dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalah muncul pada splines lengan wiper yang dapat aus atau terkelupas. Ketika bagian ini gagal bekerja, wiper bisa kehilangan tenaga gerak dan tidak lagi menyapu kaca depan dengan benar.

Ford menjelaskan bahwa kerusakan itu dipicu oleh kombinasi pelat penahan latch yang bermasalah dan variasi dimensi antara knurl motor wiper dan lengan wiper. Kondisi tersebut bisa membuat lengan wiper longgar, lalu gagal berfungsi secara mendadak.

Pihak perusahaan menyebut pengemudi mungkin melihat tanda awal sebelum wiper benar-benar gagal. Salah satu indikasi yang disebut Ford adalah gerakan wiper yang tidak normal, misalnya bergerak terlalu cepat atau tampak tidak stabil.

Model yang terdampak

Recall ini mencakup beberapa kendaraan populer di segmen SUV dan pikap besar. Berikut daftarnya:

  1. Ford Expedition model tahun 2021-23
  2. Lincoln Navigator model tahun 2021-23
  3. Ford Super Duty model tahun 2022-23

Ford mengatakan dealer akan mengganti komponen bermasalah tanpa biaya bagi pemilik. Langkah ini sesuai prosedur recall standar, tetapi tetap berarti waktu dan ketidaknyamanan bagi ratusan ribu pemilik kendaraan.

Klaim perbaikan mutu Ford diuji di lapangan

CEO Ford Jim Farley belakangan menegaskan bahwa kualitas kendaraan terbaru perusahaan menunjukkan perbaikan. Namun, recall besar seperti ini membuat klaim tersebut harus diuji melalui pengalaman pemilik kendaraan yang terdampak langsung.

Situasinya juga menarik karena Ford baru saja melewati periode dengan jumlah recall yang sangat tinggi. Pada tahun lalu, pabrikan ini memimpin industri dalam jumlah kampanye keselamatan, dengan lebih dari 150 recall terpisah menurut laporan yang dirujuk artikel sumber.

Farley sendiri sempat menyoroti pentingnya peningkatan kualitas internal Ford. Perusahaan menargetkan pembenahan proses produksi dan pengendalian mutu yang lebih kuat agar masalah serupa tidak terus berulang pada kendaraan yang baru meluncur ke pasar.

Mengapa masalah ini dianggap serius

Wiper sering dipandang sebagai komponen sederhana, tetapi fungsinya sangat vital saat cuaca memburuk. Tanpa wiper yang bekerja normal, pengemudi bisa kehilangan pandangan ke jalan, marka lajur, dan kendaraan di sekitar dalam hitungan detik.

Dalam konteks keselamatan, kegagalan komponen kecil seperti ini bisa berdampak besar. Karena itu, NHTSA dan produsen mobil biasanya menempatkan gangguan sistem visibilitas sebagai isu yang harus ditangani cepat dan tuntas.

Hal yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan terdampak

Pemilik kendaraan yang masuk daftar recall sebaiknya memantau kondisi wiper sebelum datang ke dealer. Jika gerakan wiper terasa tidak wajar, suara kerja berubah, atau sapuan kaca tidak konsisten, pemeriksaan perlu dilakukan secepatnya.

Berikut langkah praktis yang bisa diikuti pemilik kendaraan terdampak:

  1. Cek nomor identifikasi kendaraan atau VIN pada notifikasi recall resmi.
  2. Hubungi dealer resmi Ford atau Lincoln untuk jadwal pemeriksaan.
  3. Hindari berkendara dalam hujan lebat jika wiper menunjukkan tanda gangguan.
  4. Tunggu penggantian komponen resmi tanpa biaya sebelum menggunakan kendaraan untuk perjalanan jauh.

Ford kini berada dalam posisi yang harus membuktikan bahwa perbaikan kualitas memang sedang terjadi, bukan hanya di laporan internal, tetapi juga di jalan raya. Bagi 423.000 pemilik kendaraan yang terdampak, bukti paling nyata masih datang dari apakah perbaikan recall ini benar-benar mengembalikan fungsi wiper seperti semula.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version