Stellantis Gandeng Leapmotor Untuk Opel EV Baru, Produksi 2028 Di Spanyol

Stellantis dilaporkan tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan Leapmotor untuk mengembangkan SUV listrik baru bermerek Opel. Mengutip Reuters, model ini akan memakai teknologi Leapmotor dan direncanakan diproduksi di pabrik Stellantis di Zaragoza, Spanyol.

Langkah ini dinilai penting karena dapat memangkas waktu pengembangan sekaligus menekan biaya pembangunan mobil listrik baru. Jika kesepakatan rampung, proyek tersebut bisa menjadi salah satu contoh kerja sama lintas negara yang semakin menentukan arah strategi elektrifikasi di industri otomotif Eropa.

Fokus kerja sama ada pada efisiensi

Dalam laporan Reuters, model Opel baru itu dikembangkan dengan basis yang sama seperti Leapmotor B10. SUV kompak tersebut juga disebut akan dirakit di Zaragoza untuk pasar Eropa, sehingga pabrik itu berpotensi menjadi pusat produksi penting bagi beberapa model sekaligus.

Produksi model Opel diperkirakan mulai resmi pada 2028 dengan target output 50.000 unit per tahun. Skala ini menunjukkan bahwa Stellantis tidak hanya mengejar model baru, tetapi juga berupaya menyiapkan kapasitas produksi yang cukup besar untuk pasar yang semakin kompetitif.

Peran masing-masing pihak sudah mulai terlihat

Menurut sumber yang dikutip Reuters, Leapmotor akan menyuplai teknologi inti serta komponen kendaraan, termasuk sistem elektronik dan elektrik. Sementara itu, Opel akan menangani desain eksterior agar model tetap memiliki identitas merek yang sesuai dengan pasar Eropa.

Sebagian besar riset dan pengembangan juga akan berlangsung di China. Pola ini mencerminkan strategi baru di mana produsen mobil dapat membagi pekerjaan berdasarkan keunggulan masing-masing wilayah untuk mempercepat proses peluncuran produk.

Berikut pembagian peran yang dilaporkan dalam pembahasan awal kedua perusahaan:

  1. Leapmotor menyediakan teknologi inti kendaraan.
  2. Leapmotor memasok komponen utama, termasuk bagian elektronik.
  3. Opel mengerjakan desain bodi dan tampilan luar.
  4. Riset dan pengembangan dilakukan sebagian besar di China.
  5. Produksi disiapkan di Zaragoza, Spanyol.

Dampak bagi strategi Stellantis di Eropa

Proyek ini disebut memiliki nama sandi internal O3U dan pembahasannya dimulai pada akhir 2025. Reuters melaporkan bahwa kesepakatan formal bisa dicapai paling cepat dalam bulan ini, meski prosesnya masih bergantung pada hasil negosiasi final.

Stellantis sebelumnya juga meneliti penggunaan teknologi Leapmotor untuk mengembangkan penerus Opel Mokka B, yang pada akhirnya diharapkan dipindahkan produksinya dari Prancis ke Spanyol. Jika rencana itu berjalan, Stellantis dapat memusatkan lebih banyak model pada satu lokasi produksi untuk meningkatkan efisiensi pabrik.

Selain Opel, Stellantis juga disebut telah membuka pembicaraan awal dengan Leapmotor untuk mengembangkan model Alfa Romeo dengan arsitektur serupa di Zaragoza. Artinya, kerja sama ini tidak berhenti pada satu kendaraan saja, melainkan bisa meluas ke beberapa merek dalam portofolio Stellantis.

Investasi besar yang mulai menunjukkan hasil

Stellantis menanamkan 1,5 miliar euro atau sekitar $1,75 miliar ke Leapmotor pada Oktober 2023 untuk memperoleh sekitar 20 persen saham. Langkah itu menjadikan Stellantis pemegang saham eksternal terbesar di perusahaan EV asal China tersebut.

Dalam dua tahun terakhir, Leapmotor memanfaatkan jaringan penjualan Stellantis untuk masuk ke puluhan pasar internasional. Kemitraan ini kini terlihat berkembang dari sekadar distribusi menjadi kolaborasi produk, teknologi, dan manufaktur yang lebih dalam.

Leapmotor sendiri menjadi salah satu pemain EV China yang tumbuh paling cepat. Perusahaan itu dilaporkan mengirim hampir 600.000 kendaraan baru pada 2025 dan membukukan pendapatan 15 miliar yuan atau sekitar $2,2 miliar, sekaligus mencatat laba tahunan penuh pertamanya.

Di sisi lain, Leapmotor menargetkan pengiriman 1 juta kendaraan pada 2026 dan berencana meluncurkan empat model baru sepanjang tahun ini. Dengan momentum tersebut, kerja sama dengan Stellantis berpotensi memperkuat posisi Leapmotor di luar China sekaligus membantu Stellantis menekan risiko dan biaya pengembangan EV di pasar Eropa.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button