
Indomobil bersama Stellantis bersiap menghadirkan merek mobil listrik baru di Indonesia, yakni Leapmotor. Rencana produksi mobil Leapmotor di Indonesia sudah mulai digagas dan dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Langkah ini menandai ekspansi signifikan industri otomotif listrik yang semakin berkembang di pasar tanah air.
Merek Leapmotor belum resmi meluncur di Indonesia, meski sudah dikenal di pasar global. Beberapa rival merek asal China seperti BYD, Wuling, Geely, hingga GWM telah lebih dulu meramaikan segmen mobil listrik di Tanah Air. Keputusan memproduksi mobil Leapmotor secara lokal oleh Indomobil dan Stellantis diharapkan memperkuat posisi merek ini sebelum debut resminya.
Strategi dan Persiapan Pasar Indonesia
Indomobil dan Stellantis tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga mempersiapkan jaringan distribusi yang dapat menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini penting agar Leapmotor dapat langsung bersaing ketika peluncuran produk resmi dilakukan. Meski begitu, hingga kini tanggal resmi debut Leapmotor di pasar Indonesia belum diumumkan.
Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Indomobil untuk memperkuat portofolio kendaraan listriknya. Dengan dukungan Stellantis yang mengelola merek-merek ternama di dunia, harapannya Leapmotor dapat menjadi pemain serius di segmen BEV (Battery Electric Vehicle) di Indonesia.
Model Mobil Leapmotor yang Berpotensi Masuk Indonesia
Dua model utama Leapmotor yang menarik perhatian adalah C10 dan B10, keduanya adalah SUV listrik yang telah unggul di pasar China. Leapmotor C10 merupakan mid-size SUV dengan kapasitas baterai 69-74 kWh dan jarak tempuh sekitar 530-650 km. Model ini mengusung penggerak roda belakang (RWD) serta fitur-fitur canggih seperti sistem bantuan pengemudi (ADAS) dan layar infotainment berukuran besar.
Sementara Leapmotor B10 adalah SUV crossover kompak dengan baterai 67,1 kWh dan jarak tempuh sekitar 434 km berdasarkan standar WLTP. B10 memiliki rangka desain yang lebih kecil, dilengkapi panoramic roof serta teknologi pengisian cepat hingga 168 kW. Desain velg sporty dan harga yang diperkirakan kompetitif menjadi keunggulan untuk pasar segmen city SUV ekonomis.
Estimasi Spesifikasi dan Harga Leapmotor C10 dan B10 di Indonesia
| Kategori | Item | Leapmotor C10 | Leapmotor B10 |
|---|---|---|---|
| Tipe | Mid-Size SUV EV | Compact Crossover SUV EV | |
| Baterai | Kapasitas | 69–74 kWh | 67,1 kWh |
| Jarak Tempuh | Per pengisian | ~530–650 km | ~434 km (WLTP) |
| Penggerak | Tipe | RWD | RWD |
| Dimensi | Panjang × Lebar | SUV menengah | 4.515 x 1.885 mm (WB 2.735 mm) |
| Segmen | Family SUV premium | City SUV ekonomis | |
| Fitur | ADAS, layar infotainment besar | Panoramic roof, teknologi modern | |
| Charging | Pengisian cepat | ~22 menit fast charge | DC fast charge hingga 168 kW |
| Velg | Hingga 20 inci | Desain sporty crossover | |
| Harga Estimasi | Rp500 – Rp600 jutaan | Rp350 – Rp450 jutaan |
Harga estimasi tersebut menempatkan Leapmotor C10 dan B10 dalam segmentasi pasar menengah ke atas yang cukup kompetitif dibanding mobil listrik lain di Indonesia. Model C10 menyasar keluarga yang membutuhkan SUV premium ramah lingkungan, sementara B10 lebih cocok untuk konsumen urban dengan mobilitas tinggi.
Tantangan dan Peluang Pasar Mobil Listrik di Indonesia
Persaingan di pasar mobil listrik Indonesia kini semakin ketat dengan kehadiran berbagai merek China yang agresif. Leapmotor harus mampu menawarkan nilai tambah baik dari sisi teknis maupun layanan purnajual untuk dapat diterima konsumen Indonesia. Investasi dalam infrastruktur pengisian dan jaringan sales menjadi kunci keberhasilan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan insentif pemerintah bagi kendaraan listrik, prospek pasar BEV di Indonesia sangat menjanjikan. Hadirnya Leapmotor lewat produksi lokal diyakini mendorong akselerasi transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Ke depannya, pengumuman resmi tentang tanggal peluncuran dan model pertama Leapmotor di Indonesia akan menjadi momen penting untuk melihat bagaimana merek ini akan menempatkan diri di pasar yang sudah mulai sibuk dan kompetitif. Indomobil dan Stellantis tampak yakin bahwa tahun 2026 akan menjadi awal yang tepat untuk mobil listrik Leapmotor hadir secara masif memenuhi kebutuhan mobilitas masa depan di Tanah Air.









