
Di tengah hubungan Iran dan Amerika Serikat yang kini diwarnai ketegangan, ada jejak sejarah otomotif yang menunjukkan periode yang jauh lebih dekat antara kedua negara. Jejak itu bisa ditemukan pada sebuah Cadillac, tepatnya Cadillac Seville generasi pertama yang pernah dirakit di Iran oleh Pars Khodro.
Fakta ini menarik karena Iran menjadi satu-satunya negara di luar AS yang pernah merakit Cadillac. Mobil mewah asal Detroit itu tidak hanya hadir sebagai produk impor, tetapi sempat diproduksi lokal dan mendapat tempat istimewa di pasar Persia saat era Shah Iran.
Cadillac di Iran saat hubungan masih hangat
Pada era 1960-an dan 1970-an, Iran mengalami westernisasi yang kuat di bawah rezim Shah. Dalam periode itu, mobil-mobil buatan Amerika Serikat dipandang sebagai barang bergengsi, dan Cadillac termasuk merek yang paling menarik perhatian masyarakat kelas atas.
Hagerty mencatat bahwa mobil Amerika kala itu memiliki citra premium di Iran. Kondisi itu ikut membuka jalan bagi kerja sama industri antara perusahaan lokal seperti Pars Khodro dan pabrikan asal AS, terutama General Motors.
Cadillac lalu memilih Iran sebagai lokasi perakitan Seville generasi pertama. Langkah ini menjadikan Iran satu-satunya negara di luar AS yang merakit Cadillac hingga akhir masa produksinya di sana.
Seville, model kompak yang dirakit lokal
Cadillac Seville generasi pertama hadir di AS pada 1975 sebagai model paling kompak di lini Cadillac. Mobil ini dibuat untuk bersaing dengan sedan Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, Audi, dan Jaguar yang dikenal lebih ringkas dan lincah.
Seville juga menjadi Cadillac penggerak roda belakang pertama yang memakai struktur semi-monokok atau body frame. Untuk model ini, GM mengembangkan platform khusus bernama K-Body yang merupakan turunan dan kombinasi dari platform X-Body dan F-Body.
Berikut ringkasan fakta penting Seville generasi pertama:
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Model | Cadillac Seville generasi pertama |
| Perakitan di Iran | Pars Khodro |
| Periode perakitan | 1978-1987 |
| Jumlah produksi | 2.653 unit |
| Posisi di lineup Cadillac | Model paling kompak saat itu |
| Mesin | V8 5.700 cc bensin dan V8 diesel 5.700 cc |
| Transmisi | TH-400 |
Produksi tetap berjalan di tengah gejolak politik
Perakitan Seville di Iran tidak berlangsung dalam situasi yang stabil. Produksi tetap berjalan setelah revolusi Iran pada 1979, meski kondisi politik di negara itu berubah besar dan rezim Pahlavi tumbang.
Menariknya, Cadillac Seville generasi pertama di Iran justru tetap dibuat ketika model itu sudah dihentikan di pasar AS pada 1979 dan digantikan generasi kedua. Situasi ini membuat Seville rakitan Iran punya posisi sejarah yang unik dalam perjalanan Cadillac.
Menurut Hagerty, Pars Khodro berhasil merakit 2.653 unit Seville selama sekitar sembilan tahun. Angka itu menunjukkan bahwa produksi berlangsung terbatas, tetapi cukup signifikan untuk menandai hubungan industri antara Iran dan General Motors pada masa itu.
Cadillac yang masih dicari kolektor Iran
Sebelum perang terkini memburuk, Cadillac Seville justru menjadi salah satu mobil yang menarik minat besar para pecinta mobil di Iran. Banyak bengkel restorasi di negara itu diketahui mengerjakan Seville dengan rapi, sehingga mobil ini memiliki nilai khusus di pasar kolektor.
Seville hasil restorasi disebut bernilai tinggi karena kelangkaannya dan statusnya sebagai produk sejarah. Mobil ini bukan hanya mewakili kemewahan Cadillac, tetapi juga menyimpan kisah tentang masa ketika Iran dan AS pernah saling terhubung lewat industri otomotif.
Di Iran, Cadillac Seville kini lebih dari sekadar mobil klasik. Ia menjadi artefak dari era yang memperlihatkan bahwa hubungan politik bisa berubah tajam, tetapi jejak kerja sama industri bisa tetap hidup dalam bentuk mobil yang masih dihargai hingga sekarang.
Source: otodriver.com








