Mantan Anak Usaha Mercedes Kini Mengincar Pembeli Eropa, Denza Punya Senjata Berat

BYD resmi membawa merek premiumnya, Denza, ke Eropa, dan langkah ini langsung menargetkan pembeli yang selama ini menjadi basis kuat Mercedes-Benz. Ada ironi besar di balik strategi ini karena Denza pertama kali dibentuk pada 2010 sebagai kerja sama BYD dan Daimler, induk Mercedes-Benz, sebelum Mercedes perlahan mundur dan keluar sepenuhnya pada 2024.

Peluncuran awal dimulai di Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris. BYD menargetkan Denza hadir di 30 negara di benua itu pada akhir 2026, menandakan bahwa ekspansi ini bukan uji coba kecil, melainkan langkah agresif untuk masuk ke pasar premium Eropa.

Denza datang dengan dua model awal

Dua model yang membuka jalan adalah minivan D9 DM-i dan shooting brake Z9GT. Keduanya dipilih untuk menunjukkan dua sisi Denza, yaitu kemewahan keluarga dan performa tinggi yang bisa bersaing dengan merek premium Eropa.

D9 DM-i memakai sistem plug-in hybrid dan ditujukan untuk pasar yang mencari kabin lapang, efisiensi, dan jangkauan jauh. Sementara itu, Z9GT tersedia dalam versi listrik penuh dan plug-in hybrid, sehingga calon pembeli bisa memilih sesuai kebutuhan mobilitas dan infrastruktur pengisian daya.

Angka performa yang sulit diabaikan

Z9GT listrik penuh dibangun di atas e³ Platform dan memakai baterai besar 122,49 kWh. Mobil ini mengandalkan satu motor depan bertenaga 308 hp dan dua motor belakang masing-masing 416 hp, sehingga total tenaganya mencapai 1.139 hp dengan torsi 1.210 Nm.

Denza mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 2,7 detik, sementara kecepatan puncaknya 269 km/jam. Untuk pasar Eropa yang banyak menguji performa di autobahn, angka itu jelas bukan sekadar formalitas.

Berikut ringkasan spesifikasi utama yang paling menonjol:

  1. Z9GT listrik: 1.139 hp, 0-100 km/jam 2,7 detik, jarak tempuh WLTP 599 km.
  2. Z9GT plug-in hybrid: 765 hp, 0-100 km/jam 3,6 detik, jarak gabungan 805 km.
  3. D9 DM-i: jarak listrik murni 209 km dan jarak gabungan 950 km.

Pengisian cepat jadi senjata utama

Denza juga memanfaatkan sistem Flash Charging BYD yang diklaim sangat cepat. Untuk Z9GT listrik, pengisian dari 10 persen ke 70 persen disebut hanya butuh lima menit, sedangkan dari 10 persen ke 97 persen memakan sembilan menit.

BYD menargetkan pemasangan 3.000 stasiun pengisian Flash Charging di Eropa dalam 12 bulan ke depan. Perusahaan juga menyebut ada 3.000 stasiun tambahan yang direncanakan untuk pasar di luar China, yang menunjukkan bahwa infrastruktur menjadi bagian penting dari strategi premium mereka.

Harga belum diumumkan, tetapi arah pasarnya jelas

Harga resmi Denza untuk pasar Eropa belum diumumkan. Meski begitu, arah positioning-nya sudah terlihat jelas karena mobil-mobil ini membawa tenaga besar, teknologi tinggi, dan fitur yang biasanya identik dengan merek premium Jerman.

Z9GT dan D9 sama-sama dibekali rem karbon-keramik, rear-wheel steering, serta sistem suspensi udara dual-chamber DiSUS-A. Keduanya juga mampu menarik beban hingga 2.000 kg, sebuah detail yang memperkuat kesan bahwa Denza ingin tampil sebagai produk mewah yang tetap fungsional.

Di China, Z9GT sudah lebih dulu dikenal sebagai salah satu mobil keluarga paling menarik di kelasnya. Kini, tantangannya berubah karena Denza akan berhadapan langsung dengan konsumen Eropa yang sangat akrab dengan nama besar seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Audi, sementara akar sejarah merek ini justru pernah bersinggungan dengan Mercedes sendiri.

Source: www.carscoops.com

Terkait