GAC Indonesia mengungkap rencana besar untuk pasar otomotif Tanah Air dengan menyiapkan empat model baru yang ditargetkan meluncur sebelum GIIAS. Rencana itu terdiri dari dua MPV dan dua SUV, sehingga memperlihatkan arah ekspansi merek asal Tiongkok tersebut di Indonesia.
Chief Executive Officer GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan model yang disiapkan mencakup dua MPV berformat tujuh penumpang dan dua SUV dengan karakter berbeda. “SUV ada dua, kemudian MPV ada dua juga dengan format tujuh penumpang. Kalau saya inginnya, semoga dikenalkan sebelum GIIAS 2026. Di GIIAS nanti juga bakal ada kejutan baru,” ujarnya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Strategi GAC Menjangkau Pasar Lebih Luas
Langkah ini menunjukkan strategi GAC untuk memperluas jangkauan konsumen di Indonesia. Perusahaan tidak hanya membidik pembeli di kota besar, tetapi juga konsumen di daerah tier 2 yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik.
GAC menyiapkan pilihan teknologi yang lebih beragam agar konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan kondisi penggunaan. Andry menjelaskan bahwa perusahaan tidak ingin hanya mengandalkan mobil listrik murni, karena pasar Indonesia masih membutuhkan opsi lain yang lebih fleksibel.
Empat Model Baru, Dua Jalur MPV dan SUV
Dua model MPV yang disiapkan akan bermain di dua kelas berbeda, yaitu medium dan premium. Sementara itu, dua SUV yang disiapkan juga tidak akan seragam karena GAC membuka kemungkinan hadir dengan beberapa teknologi penggerak.
Berikut gambaran lini model yang sudah dibocorkan GAC Indonesia:
- Dua MPV tujuh penumpang
- MPV kelas medium
- MPV kelas premium
- Dua SUV dengan teknologi ICE, PHEV, EREV, hingga EV
Pilihan teknologi tersebut penting karena pasar Indonesia saat ini masih berada pada fase transisi menuju elektrifikasi penuh. Dengan pendekatan ini, GAC berupaya masuk ke lebih banyak segmen tanpa kehilangan daya tarik di sisi efisiensi dan teknologi.
GAC E8 Berpeluang Jadi Salah Satu Andalan
Salah satu model yang paling berpotensi masuk adalah GAC E8, yang sebelumnya sempat tampil di Indonesia International Motor Show. Model ini merupakan MPV premium tujuh penumpang dengan konsep kabin “mobile living room”.
Konfigurasi tempat duduknya memakai format 2+2+3, sehingga menonjolkan kenyamanan penumpang baris kedua. Fitur andalannya mencakup captain seat dengan fungsi pijat dan ventilasi, serta layar sentral 14,6 inci berbasis Qualcomm Snapdragon 8155.
Dari sektor performa, GAC E8 memakai mesin hybrid 2.0 liter yang dipadukan dengan motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission. Kombinasi itu menghasilkan tenaga hingga 322 PS, dengan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 8,8 detik.
Fokus pada Kenyamanan dan Keamanan
Selain tenaga, GAC E8 juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang cukup menonjol untuk ukuran MPV premium. Konsumsi bahan bakarnya disebut berada di kisaran 5,7 liter per 100 kilometer, sehingga menarik bagi konsumen yang memprioritaskan biaya operasional.
Untuk keamanan, model ini dibekali ADAS Level 2, kamera 540 derajat, dan enam airbag dengan side curtain airbag sepanjang 2,9 meter. Struktur bodinya juga diperkuat dengan lebih dari 75 persen baja berkekuatan tinggi, disertai teknologi peredam suara untuk meningkatkan kenyamanan kabin.
Harga Jadi Faktor Penentu
Meski rencana peluncuran terlihat agresif, GAC Indonesia belum memastikan semua model akan langsung masuk ke pasar. Andry menegaskan keputusan final tetap akan bergantung pada harga agar produk tetap kompetitif di Indonesia.
“Kalau harganya tidak kompetitif mungkin kami pertimbangkan kembali. Tapi kalau cocok, bisa saja kami bawa semuanya,” kata Andry. Pernyataan ini menandakan bahwa strategi GAC tidak hanya soal banyaknya model, tetapi juga soal menyesuaikan produk dengan daya beli dan kebutuhan konsumen Indonesia.







