Mesin V8 baru Chevrolet untuk Corvette justru memunculkan sorotan bukan hanya karena tenaganya yang besar, tetapi juga karena konsumsi bahan bakarnya yang memburuk. Pada Corvette Stingray 2027, efisiensi versi standar tercatat turun menurut data resmi EPA Amerika Serikat.
Penurunan itu langsung menyentuh isu yang paling dekat dengan calon pemilik, yakni biaya operasional harian. Untuk mobil sport yang juga dipakai di jalan umum, tambahan ongkos bahan bakar bisa menjadi pertimbangan serius meski performanya naik tajam.
EPA mencatat konsumsi bahan bakar Corvette Stingray 2027 sebesar 15 mpg untuk rute dalam kota. Angka itu turun dari 16 mpg pada model tahun sebelumnya, sementara konsumsi gabungan juga merosot menjadi 18 mpg.
Dampaknya bukan sekadar angka di atas kertas. Selisih efisiensi itu diperkirakan menambah pengeluaran bahan bakar sekitar $200 per tahun untuk penggunaan normal kendaraan tersebut.
Chevrolet memperkenalkan mesin V8 baru berkode LS6 untuk lini sportscar legendarisnya. General Motors sebelumnya mengklaim mesin berkapasitas 6.700 cc itu membawa peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya.
Di atas kertas, lonjakan performanya memang signifikan. Tenaga puncaknya disebut mencapai 535 hp, dengan torsi maksimal 520 lb-ft.
Angka itu melampaui mesin LT2 generasi sebelumnya yang menghasilkan 490 hp. Kenaikan performa ini mempertegas fokus Chevrolet pada karakter agresif dan kemampuan akselerasi yang lebih buas.
Pabrikan juga mengklaim mesin baru ini menawarkan durabilitas tinggi saat dipacu dalam kondisi ekstrem. Selain itu, arsitektur barunya disebut memiliki manajemen suhu yang lebih baik dibanding pendahulunya.
Namun peningkatan teknis itu dibayar dengan efisiensi yang memburuk. Bagi konsumen yang mengincar keseimbangan antara performa dan biaya pemakaian, perubahan ini bisa terasa cukup mengganggu.
Isu tersebut menjadi lebih relevan karena Corvette Stingray berada di posisi varian standar, bukan model ekstrem khusus lintasan. Harapannya, versi dasar tetap mampu menjaga kompromi antara tenaga besar dan ongkos operasional yang masih masuk akal.
Dalam sejarah Corvette, Chevrolet pernah menunjukkan bahwa mesin besar tidak selalu identik dengan konsumsi bahan bakar yang buruk. Generasi Corvette C7 produksi 2014 hingga 2016 menjadi salah satu contoh paling efisien dalam sejarah model ini.
Corvette C7 bermesin 6.200 cc mencatat 17 mpg untuk rute perkotaan dan 28 mpg untuk jalan tol. Salah satu kuncinya ada pada rasio gigi transmisi manual tujuh percepatan yang panjang, sehingga putaran mesin tetap rendah saat melaju cepat di jalan bebas hambatan.
Catatan itu membuat penurunan efisiensi pada Stingray terbaru terasa kontras. Apalagi konsumen biasanya berharap teknologi baru membawa peningkatan di dua sisi sekaligus, yakni performa dan efisiensi.
Di sisi lain, Corvette memang bukan model yang sepenuhnya asing dengan konsumsi bahan bakar tinggi. Rekor paling boros di keluarga ini dipegang Corvette ZR1 bermesin twin-turbo dengan tenaga 1.064 hp.
Varian tersebut hanya mencatat 12 mpg dan memiliki jarak tempuh maksimal 259 mil dalam sekali pengisian. Untuk mobil sport berkekuatan di atas seribu tenaga kuda, karakter boros semacam itu masih dianggap wajar.
Masalahnya, Stingray bukanlah ZR1. Karena itu, penurunan efisiensi pada varian standar lebih mudah memicu perdebatan, terutama bagi pembeli yang melihat Corvette sebagai mobil sport bernilai tinggi yang masih mungkin dipakai rutin.
Kekhawatiran itu juga meluas ke luar dunia mobil sport. Mesin berbasis arsitektur baru ini disebut akan dipakai pula pada lini truk pikap Chevrolet Silverado.
General Motors telah mengonfirmasi bahwa Chevrolet Silverado 2027 akan menggunakan mesin baru berkapasitas 5.700 cc dan 6.600 cc. Jika karakter boros ikut terbawa, dampaknya bisa jauh lebih besar dibanding pada Corvette.
Pengguna pikap umumnya menempuh jarak lebih panjang untuk kebutuhan kerja dan operasional usaha. Dalam segmen seperti itu, konsumsi bahan bakar menjadi faktor utama yang sangat menentukan keputusan pembelian.
Saat ini, Chevrolet Silverado bermesin 5.300 cc varian 4×4 mencatat konsumsi gabungan 16 mpg. Jika mesin baru membuat efisiensinya turun, daya tarik model tersebut bisa ikut tertekan di pasar.
Bagi pelaku usaha, tambahan biaya bahan bakar bukan isu kecil. Armada kendaraan yang lebih boros berarti pengeluaran tahunan yang membesar, sehingga efisiensi menjadi salah satu ukuran penting selain tenaga angkut dan daya tahan.
Situasi ini menempatkan General Motors pada posisi yang tidak sederhana. Di satu sisi, mesin V8 baru menawarkan tenaga lebih tinggi, torsi lebih besar, serta klaim durabilitas dan pendinginan yang lebih baik.
Di sisi lain, data konsumsi bahan bakar pada Corvette Stingray terbaru menunjukkan ada konsekuensi nyata yang harus ditanggung konsumen. Untuk penggemar performa murni, kompromi itu mungkin bisa diterima, tetapi untuk pembeli yang menghitung biaya penggunaan, mesin V8 baru ini jelas membuat dompet bekerja lebih keras.







