China resmi menyalip Jepang dan menjadi importir kendaraan terbesar di Australia. Pergeseran ini terjadi setelah 28 tahun dominasi Jepang di pasar impor otomotif negeri kanguru tersebut.
Data dari Kamar Industri Otomotif Federal atau FCAI yang dikutip oleh Caixin menunjukkan bahwa pada Februari lalu, kendaraan yang diimpor dari China mencapai 22.300 unit. Angka itu setara sekitar 25 persen dari total pasar impor Australia, lebih tinggi dibanding Jepang yang mencatat 21.600 unit.
Pergeseran besar di pasar otomotif Australia
Perubahan posisi ini menandai titik balik penting dalam sejarah impor mobil Australia. Jepang memegang status sebagai pemasok terbesar sejak 1998, sebelum akhirnya posisinya tergeser oleh China.
Kondisi ini memperlihatkan perubahan cepat dalam selera konsumen Australia. Pasar kini semakin terbuka terhadap kendaraan listrik, hibrida plug-in, dan mobil berharga kompetitif yang banyak ditawarkan pabrikan China.
Australia memang menjadi pasar yang menarik bagi merek otomotif global. Negara itu tidak memiliki basis manufaktur mobil domestik yang kuat setelah sejumlah produsen besar menghentikan produksi lokal, sehingga ketergantungan pada impor terus meningkat.
Mobil listrik dan harga kompetitif dorong lonjakan
Pendorong utama kenaikan impor dari China datang dari popularitas kendaraan listrik atau EV serta kendaraan hibrida plug-in atau PHEV. Dua segmen ini berkembang cepat karena konsumen mencari efisiensi, teknologi baru, dan harga yang lebih terjangkau.
BYD menjadi salah satu merek yang paling menonjol dalam gelombang ini. Produsen asal China itu mencatat lonjakan penjualan 160 persen menjadi 10.200 unit dalam dua bulan pertama tahun ini.
Berikut gambaran singkat posisi tiga besar sumber impor mobil Australia pada periode tersebut:
- China: 22.300 unit
- Jepang: 21.600 unit
- Thailand: 19.400 unit
Selisih tipis antara China dan Jepang menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Namun, keunggulan China tetap penting karena menunjukkan pergeseran pasar yang tidak lagi bisa dianggap sementara.
Merek China kian kuat di Australia
Selain BYD, Great Wall Motor atau GWM juga mencatat kinerja positif di Australia. Perusahaan itu meraih peningkatan penjualan 23,4 persen pada 2025 dan disebut memimpin pasar di segmen SUV dan ute.
Keberhasilan merek-merek China didorong oleh kombinasi harga yang agresif, fitur teknologi yang lengkap, dan penerimaan konsumen yang makin tinggi terhadap mobil listrik. Banyak pembeli di Australia kini menilai mobil asal China sebagai alternatif yang masuk akal, terutama di tengah kebutuhan kendaraan keluarga dan komersial yang efisien.
Dalam beberapa tahun terakhir, arus masuk merek China ke Australia juga berlangsung sangat cepat. Sejak 2020, ada sembilan merek baru asal China yang resmi masuk pasar tersebut.
Perubahan preferensi konsumen makin jelas
Di pasar kendaraan penumpang, konsumen Australia dikenal cukup terbuka terhadap pemain baru. Mereka cenderung memilih mobil berdasarkan nilai pakai, efisiensi, dan fitur ketimbang sekadar asal negara produsen.
Situasi itu membuat merek seperti MG, BYD, GWM, dan Chery cepat dikenal. Ketersediaan kendaraan listrik dengan harga yang relatif lebih rendah dibanding banyak rival juga memperkuat posisi China di pasar impor Australia.
Australia sendiri tidak mengenakan tarif pada kendaraan impor, sehingga ruang kompetisi menjadi lebih terbuka. Kondisi ini memberi keuntungan bagi produsen yang mampu menawarkan produk sesuai kebutuhan pasar lokal, terutama SUV dan kendaraan komersial ringan.
Mengapa China bisa melesat di Australia
Beberapa faktor utama yang menjelaskan kenaikan posisi China di pasar impor Australia antara lain:
- Pertumbuhan permintaan EV dan PHEV yang kuat.
- Harga jual yang relatif kompetitif.
- Fitur teknologi yang dianggap sepadan atau lebih baik di kelasnya.
- Ketersediaan model SUV dan ute yang sesuai selera pasar Australia.
- Masuknya banyak merek baru China dalam waktu singkat.
Pergeseran ini memberi sinyal bahwa peta persaingan otomotif Australia sedang berubah cepat. Jika tren kendaraan listrik dan hibrida terus menguat, posisi China berpotensi semakin solid sebagai pemasok utama kendaraan ke Australia dalam waktu mendatang.
Source: otodriver.com






