Denza Masuk Eropa, BYD Taruh Senjata Pengisian 9 Menit Di Paris

Denza resmi memasuki pasar Eropa lewat peluncuran dua model baru di Paris, sekaligus menjadi panggung debut teknologi flash charging 1.500 kW milik BYD untuk kawasan tersebut. Langkah ini menandai dorongan agresif BYD di segmen premium dan infrastruktur pengisian daya, dua aspek yang selama ini menjadi penentu persaingan di pasar kendaraan listrik Eropa.

Pengenalan produk dan teknologi itu dilakukan dalam sebuah acara di Palais Garnier, Paris, dengan menampilkan Denza Z9GT dan Denza D9 kepada publik Eropa. Di saat yang sama, BYD mengirim sinyal bahwa ekspansi Denza tidak hanya bergantung pada model kendaraan, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pengisian yang mereka bawa bersamaan.

Denza Z9GT dan D9 jadi ujung tombak

Denza Z9GT dibuka untuk pre-order dengan harga sekitar 115.000 euro di tujuh negara Eropa, termasuk Prancis dan Jerman. Model ini diposisikan sebagai flagship shooting brake dan dibangun di atas platform e3, dengan pilihan penggerak listrik murni dan hybrid.

Pada varian listrik murni, Z9GT diklaim dapat melesat dari 0 ke 100 kilometer per jam dalam 2,7 detik. Mobil ini juga dibekali teknologi rear-wheel steering independen, fitur yang biasanya muncul pada kendaraan kelas atas untuk memperbaiki manuver di kecepatan rendah dan kestabilan di kecepatan tinggi.

Sementara itu, Denza D9 tampil sebagai MPV flagship yang menyasar konsumen keluarga dan eksekutif. Varian D9 DM-i disebut memiliki jarak tempuh listrik murni 210 kilometer, serta total jarak jelajah 950 kilometer ketika baterai dan tangki terisi penuh.

Flash charging 1.500 kW jadi pembeda utama

Sorotan terbesar dari langkah BYD di Paris tidak hanya datang dari produk Denza, tetapi dari teknologi pengisian daya ultra-cepat yang mereka perkenalkan di Eropa. Sistem flash charging 1.500 kW ini dikembangkan berdasarkan Blade Battery generasi kedua milik BYD.

Teknologi tersebut diklaim mampu mengisi baterai hingga 70 persen hanya dalam lima menit, lalu menyelesaikan pengisian penuh dalam sembilan menit. Jika target ini berjalan sesuai rencana, BYD berpotensi memangkas salah satu hambatan terbesar adopsi mobil listrik, yaitu waktu tunggu saat pengisian daya.

Untuk mendukung teknologi itu, BYD menyampaikan rencana pembangunan 6.000 stasiun flash charging di luar China hingga akhir 2026. Dari jumlah itu, 3.000 stasiun akan ditempatkan di Eropa, menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi pasar strategis untuk paket kendaraan dan infrastruktur BYD-Denza.

Rencana ekspansi Denza di Eropa

Denza menargetkan jangkauan lebih dari 30 negara Eropa dan pembangunan lebih dari 150 gerai ritel lokal sampai akhir 2026. Target ini menunjukkan bahwa merek premium asal China tersebut ingin masuk ke pasar yang selama ini didominasi produsen mapan dari Jerman, Jepang, dan Eropa sendiri.

Masuknya Denza ke Eropa juga penting karena segmen premium biasanya lebih sensitif terhadap reputasi merek, kualitas layanan, jaringan purna jual, dan persepsi teknologi. Karena itu, kehadiran model baru dibarengi investasi pada showroom, infrastruktur pengisian, dan strategi pemasaran yang lebih terarah.

Poin utama dari peluncuran Denza di Paris

  1. Denza meluncurkan Z9GT dan D9 di Eropa.
  2. Z9GT dibuka dengan harga sekitar 115.000 euro di tujuh negara.
  3. BYD memperkenalkan teknologi flash charging 1.500 kW di Paris.
  4. Teknologi ini diklaim bisa mencapai 70 persen dalam lima menit.
  5. BYD menargetkan 3.000 dari 6.000 stasiun pengisian cepat global berada di Eropa.
  6. Denza menargetkan lebih dari 30 negara Eropa dan 150 gerai ritel pada akhir 2026.

Selain peluncuran produk dan teknologi, Denza juga mengumumkan aktor internasional Daniel Craig sebagai duta merek global. Langkah ini memperkuat upaya perusahaan membangun citra premium yang lebih kuat di pasar internasional, khususnya saat mereka mulai bersaing lebih langsung di Eropa.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button