Bahlil Pindah ke Hyundai Ioniq 5, Hemat Energi dan Hindari Antrean SPBU

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia kembali menarik perhatian publik saat terlihat pulang dari aktivitas kantor menggunakan mobil listrik. Pilihan itu ia kaitkan langsung dengan upaya menghemat energi sekaligus menghindari antrean panjang di SPBU.

Dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Kementerian ESDM, Bahlil menyebut penggunaan mobil listrik sebagai langkah praktis untuk kebutuhan mobilitas harian. Ia mengatakan, “Pakai mobil listrik biar tidak kata antre di pom bensin dan sekaligus hemat energi.”

Penggunaan Mobil Listrik Jadi Sorotan

Pernyataan Bahlil sejalan dengan dorongan pemerintah terhadap efisiensi energi dan transisi menuju kendaraan rendah emisi. Mobil listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak, terutama untuk perjalanan dalam kota yang sering terhambat antrean pengisian BBM.

Penggunaan kendaraan listrik oleh pejabat publik juga memberi sinyal bahwa ekosistem mobil listrik mulai masuk ke mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, langkah itu dapat menjadi contoh bahwa kendaraan listrik tidak hanya menonjol dari sisi teknologi, tetapi juga menawarkan efisiensi waktu dan operasional.

Hyundai Ioniq 5 yang Dipakai Bahlil

Kendaraan yang digunakan Bahlil adalah Hyundai Ioniq 5 berkelir hitam. Model ini dikenal sebagai mobil listrik pertama yang diproduksi secara lokal di Indonesia, sehingga memiliki nilai penting dalam perkembangan industri otomotif nasional.

Ioniq 5 hadir dengan desain parametric pixel yang khas. Gaya ini memadukan nuansa analog dan elemen digital modern sehingga tampil futuristik tanpa kehilangan kesan elegan.

Fitur Utama Hyundai Ioniq 5

Hyundai membekali Ioniq 5 dengan sejumlah fitur yang mendukung kenyamanan dan pengalaman berkendara. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Premium Relaxation Seats
  2. Layar kluster TFT LCD 12,3 inci
  3. Sistem audio-video terintegrasi
  4. Pengisi daya ponsel nirkabel
  5. Dual Zone Auto Climate Control
  6. Sistem suara premium BOSE
  7. Vehicle to Load atau V2L

Kabin Ioniq 5 juga menggunakan Vision Roof dan Universal Island. Konsol tengahnya dirancang fleksibel agar pengguna dapat menyesuaikan ruang sesuai kebutuhan, sementara material interiornya mengutamakan kenyamanan dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Performa dan Teknologi Pengisian Daya

Ioniq 5 dibangun di atas platform Electric-Global Modular Platform atau E-GMP. Arsitektur ini menjadi dasar bagi pengembangan mobil listrik Hyundai dan memungkinkan penggunaan baterai berkapasitas besar.

Untuk varian Standard Range, mobil ini memakai baterai 58 kWh. Sementara itu, varian Long Range dibekali baterai 72,6 kWh yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh dan dukungan performa yang lebih optimal.

Dari sisi akselerasi, tipe Prime Standard dan Signature Standard dapat melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam 8,5 detik. Varian Prime Long Range dan Signature Long Range lebih cepat, dengan catatan 7,4 detik untuk jarak yang sama.

Keunggulan lain ada pada kemampuan pengisian daya cepat. Dengan pengisian arus DC 350 kW, baterai Ioniq 5 dapat terisi hingga 80% hanya dalam 18 menit. Teknologi ini membuat mobil listrik semakin relevan untuk pengguna yang membutuhkan efisiensi waktu.

Fitur Keselamatan yang Menjadi Nilai Tambah

Hyundai juga menyematkan paket keselamatan Hyundai SmartSense pada Ioniq 5. Sistem bantuan pengemudi ini dirancang untuk membantu pengendara di jalan perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.

Fitur yang tersedia meliputi Forward Collision-avoidance Assist, Lane Following Assist, Safe Exit Assist, Blind-spot Collision-avoidance Assist, Smart Cruise Control with Stop & Go Function, Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist, dan Surround View Monitor. Kehadiran fitur-fitur tersebut memperkuat posisi Ioniq 5 sebagai mobil listrik yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan nyaman untuk berbagai kebutuhan.

Penggunaan Hyundai Ioniq 5 oleh Bahlil mempertegas bahwa mobil listrik kini semakin dekat dengan kebutuhan mobilitas praktis, hemat energi, dan efisien waktu. Di tengah dorongan percepatan kendaraan elektrifikasi, pilihan ini juga menyoroti pentingnya infrastruktur pengisian daya, teknologi baterai, dan kesiapan pasar Indonesia terhadap kendaraan listrik yang semakin matang.

Exit mobile version