
Toyota resmi memperluas langkah elektrifikasinya lewat Hilux Travo-e, sebuah double cabin berbasis baterai listrik yang disebut sebagai varian BEV pertama dalam keluarga Hilux. Model ini tampil sebagai jawaban Toyota atas permintaan pasar terhadap pick-up listrik yang tetap kuat dipakai kerja, tetapi mulai meninggalkan mesin konvensional.
Peluncuran Hilux Travo-e berlangsung di Bangkok Motor Show 2026, dan untuk saat ini model tersebut dipasarkan khusus di Thailand. Toyota Motor Thailand menetapkan harga 1.491.000 baht atau sekitar Rp774 juta, dengan satu varian yang disiapkan sebagai bagian dari strategi “multi-pathway” menuju netralitas karbon.
Pick-up listrik Toyota yang fokus pada fungsi kerja
Hilux Travo-e tidak dibangun untuk tampil sebagai kendaraan elektrik yang hanya mengedepankan teknologi. Toyota justru menekankan peran fungsionalnya sebagai pick-up yang tetap sanggup menghadapi medan berat, membawa muatan, dan digunakan di area operasional yang menuntut durabilitas tinggi.
Pendekatan ini sejalan dengan karakter Hilux yang selama ini dikenal sebagai kendaraan pekerja. Dalam versi listriknya, Toyota mencoba menjaga identitas itu sambil menambah efisiensi energi, respons akselerasi yang lebih instan, dan pengalaman berkendara yang lebih modern.
Baterai 59,2 kWh dan jarak tempuh lebih dari 300 km
Salah satu data paling penting dari Hilux Travo-e adalah baterai lithium-ion 59,2 kWh. Dengan paket baterai ini, Toyota mengklaim jarak tempuh mobil bisa melampaui 300 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Perusahaan juga menyebut baterai tersebut dirancang dengan memanfaatkan ruang rangka secara optimal. Hal ini penting karena pick-up tidak hanya membutuhkan efisiensi, tetapi juga ketahanan saat dipakai intensif dalam kondisi kerja sehari-hari.
4WD dual motor dengan tenaga 196 PS
Hilux Travo-e memakai sistem penggerak 4WD dengan dua motor listrik, masing-masing di depan dan belakang. Kombinasi itu menghasilkan tenaga gabungan 144 kW atau sekitar 196 PS, ditopang torsi instan 205 Nm di depan dan 269 Nm di belakang.
Toyota mengarahkan konfigurasi ini agar Hilux Travo-e tetap relevan di medan sulit. Respons torsi instan dari motor listrik memberi keuntungan saat membawa beban, menanjak, atau melintasi permukaan yang tidak rata.
Mode off-road tetap lengkap
Agar tidak kehilangan DNA off-road, Toyota menyematkan lima mode berkendara khusus untuk berbagai kondisi permukaan. Fitur ini membuat pengemudi bisa menyesuaikan karakter traksi dengan medan yang dihadapi.
- Dirt Mode untuk tanah berdebu
- Sand Mode untuk pasir
- Mud Mode untuk lumpur
- Rock Mode untuk bebatuan
- Mogul Mode untuk medan bergelombang ekstrem
Kombinasi mode tersebut ditopang sistem kontrol traksi dan eAxle dual-motor. Hasilnya, stabilitas dan daya cengkeram bisa dijaga lebih baik di berbagai situasi, terutama ketika mobil dipakai di area kerja atau petualangan.
Interior futuristik, tapi tetap sederhana
Di dalam kabin, Toyota memilih pendekatan “robust simplicity”. Artinya, kabin dibuat modern namun tetap fungsional, tanpa banyak elemen yang hanya bersifat dekoratif.
Fitur yang menjadi sorotan antara lain head unit 12,3 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, panel instrumen digital 12,3 inci, transmisi shift-by-wire, serta electric power steering yang lebih ringan dan presisi. Kombinasi ini memberi kesan futuristik sekaligus praktis untuk penggunaan harian.
Fitur keselamatan dan dimensi besar
Toyota juga melengkapi Hilux Travo-e dengan struktur bodi GOA dan enam airbag. Selain itu, tersedia Blind Spot Monitor, Panoramic View Monitor, Pre-Collision System dengan deteksi pejalan kaki, Lane Departure Alert, dan Automatic High Beam.
Dari sisi ukuran, Hilux Travo-e memiliki panjang 5.320 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 3.085 mm. Dimensi tersebut membuat kabin tetap lapang sekaligus menjaga kemampuan angkut yang dibutuhkan pasar pick-up double cabin.
Posisi pasar dan arah elektrifikasi Toyota
Presiden dan Senior Management Toyota Motor Thailand, Noriaki Yamashita, menegaskan bahwa Hilux Travo-e menjadi bagian dari kontribusi Toyota terhadap industri otomotif Thailand. Ia juga menyebut Toyota akan terus menawarkan pilihan elektrifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap pasar.
Dalam konteks Asia Tenggara, Hilux Travo-e akan berhadapan dengan calon pesaing seperti Ford Ranger EV, Isuzu D-Max EV, dan Tesla Cybertruck yang masuk lewat importir umum. Namun, kekuatan jaringan layanan Toyota dan reputasi Hilux di segmen kendaraan kerja bisa menjadi faktor pembeda yang penting di pasar pick-up listrik premium.









