Nissan kembali menyegarkan Sakura, kei car listrik yang menjadi salah satu model paling penting di pasar domestik Jepang. Penyegaran ini tidak mengubah karakter dasarnya secara besar, tetapi memberi tampilan baru agar mobil kecil tersebut tetap kompetitif di segmen EV yang bergerak cepat.
Pembaruan Sakura muncul lebih awal sebelum presentasi produk besar Nissan di Jepang pada 14 April. Strategi ini menunjukkan fokus Nissan pada penyegaran ringan yang hemat biaya, sekaligus mempertahankan posisi Sakura sebagai EV terlaris di Jepang selama empat tahun beruntun.
Wajah Baru yang Mengarah ke Leaf
Perubahan paling jelas terlihat di bagian depan. Nissan memberi fascia baru dengan panel grille berwarna bodi yang mengingatkan pada desain Leaf, lalu memasangkan bumper revisi dengan garis yang lebih tegas dan elemen vertikal yang lebih menonjol di sisi kiri dan kanan.
Lampu utama LED tetap dipertahankan tanpa ubahan berarti. Panel bodi samping juga tidak berubah, sementara bagian belakang terlihat nyaris sama, meski area bumper bawah tidak seluruhnya terlihat dalam materi teaser yang dibagikan Nissan.
Salah satu detail baru yang paling menarik ada pada warna bodi. Nissan memperkenalkan kelir “Minamono Sakura” yang terinspirasi dari bunga sakura yang mengapung di atas air, dan contoh kendaraan yang ditampilkan memadukan aksen tembaga serta perak sehingga menghasilkan efek tiga warna yang tidak biasa.
Perubahan Kecil di Kabin
Bagian interior juga mendapat sentuhan ringan. Dari gambar yang dibagikan, tata letak dasbor terlihat hampir sama, tetapi Nissan menambahkan satu tempat gelas di sisi penumpang depan.
Perubahan lain mencakup posisi port USB Type-C yang dipindahkan lebih rendah di konsol tengah. Di sisi lain, panel instrumen digital 7 inci dan layar infotainment 9 inci tetap dipertahankan, sehingga penyegarannya lebih fokus pada kepraktisan ketimbang modernisasi besar.
Spesifikasi Masih Mengacu ke Model Lama
Nissan belum merilis spesifikasi lengkap untuk Sakura facelift ini. Namun, kecil kemungkinan ada ubahan berarti pada sistem penggeraknya, karena model sebelumnya sudah dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan dengan jarak tempuh pendek dan efisiensi tinggi.
Berikut data utama Sakura versi saat ini:
- Motor listrik tunggal: 63 hp atau 47 kW
- Torsi: 195 Nm atau 144 lb-ft
- Baterai: 20 kWh
- Jarak tempuh WLTC: 180 km atau 112 miles
Angka itu menegaskan posisi Sakura sebagai EV kompak untuk penggunaan harian di kota, bukan kendaraan jarak jauh. Dengan ukuran kei car, pendekatan seperti ini tetap relevan bagi konsumen Jepang yang mencari mobil listrik kecil, praktis, dan mudah dioperasikan.
Harga dan Posisi di Pasar Jepang
Untuk saat ini, Nissan belum mengumumkan harga resmi Sakura facelift. Sebagai acuan, model yang beredar saat ini dibanderol mulai dari ¥2,599,300 untuk varian dasar X dan naik hingga ¥3,082,200 untuk varian tertinggi G.
Nissan menyebut Sakura sebagai EV paling laris di Jepang selama empat tahun berturut-turut, dengan penjualan 14.093 unit pada 2025. Di segmen ini, Sakura bersaing dengan Mitsubishi eK X EV yang merupakan saudara kembarnya, Honda N-One e:, Honda N-Van e:, serta BYD Racco yang segera hadir sebagai penantang baru.
Penyegaran Sakura memperlihatkan bagaimana Nissan menjaga relevansi dengan langkah minimalis namun terarah. Desain depan yang kini lebih dekat ke Leaf, tambahan kecil di kabin, dan warna baru memberi cukup alasan agar kei car listrik ini tetap menarik saat masuk ke pasar Jepang dalam beberapa pekan mendatang.
Source: www.carscoops.com