Wuling Taruh Dua Senjata Niaga Sekaligus, Formo Max Dan Mitra EV Hadang Carry dan Gran Max

Wuling Motors menegaskan ambisinya di kendaraan niaga dengan membawa Formo Max dan Mitra EV ke Giicomvec 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dua model ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan usaha yang berbeda, mulai dari operasional harian berbasis mesin konvensional hingga logistik modern berbasis listrik.

Keikutsertaan Wuling di pameran tersebut juga menunjukkan arah pasar kendaraan komersial di Indonesia yang makin beragam. Pelaku usaha kini tidak hanya mencari daya angkut, tetapi juga efisiensi, kemudahan perawatan, dan opsi teknologi yang lebih sesuai dengan skala bisnis.

Formo Max untuk usaha yang butuh pikap praktis

Formo Max hadir sebagai kendaraan niaga ringan berbentuk pikap yang pertama kali diluncurkan pada 2023. Model ini ditujukan untuk pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan kerja dengan ruang angkut besar dan penggunaan yang sederhana.

Wuling menyebut Formo Max mengandalkan efisiensi bahan bakar yang optimal untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari. Karakter tersebut membuatnya relevan untuk sektor distribusi kecil, pengiriman barang, hingga usaha yang memerlukan mobilitas tinggi dengan biaya operasional yang terjaga.

Kemudahan perawatan juga menjadi salah satu nilai jual utama. Bagi banyak pelaku usaha, kendaraan niaga harus mudah dirawat agar waktu operasional tidak banyak terbuang dan aktivitas usaha tetap berjalan lancar.

Mitra EV masuk ke segmen kendaraan niaga listrik

Di sisi lain, Wuling memperkenalkan Mitra EV sebagai kendaraan komersial listrik pertama dari merek tersebut yang diperkenalkan pada 2025. Kehadiran model ini menjadi sinyal bahwa elektrifikasi tidak lagi terbatas pada kendaraan penumpang, tetapi mulai masuk ke kebutuhan bisnis.

Mitra EV tersedia dalam dua varian jarak tempuh, yakni Long Range hingga 300 km (CLTC) dan Premium Range hingga 400 km (CLTC). Dua opsi ini memberi fleksibilitas kepada pelaku usaha untuk menyesuaikan pilihan kendaraan dengan intensitas pemakaian harian dan pola rute operasional.

Kapasitas kargo Mitra EV juga cukup besar, mencapai 6,5 m3. Angka ini penting bagi bisnis logistik, layanan distribusi, dan kebutuhan pengangkutan barang yang membutuhkan ruang muat lega tanpa mengorbankan efisiensi.

Aplikasi karoseri memperluas fungsi kendaraan

Wuling tidak hanya memamerkan Mitra EV sebagai van niaga, tetapi juga menampilkannya dalam berbagai aplikasi karoseri. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa satu basis kendaraan dapat dipakai untuk banyak kebutuhan bisnis, tergantung pada sektor operasionalnya.

Beberapa contoh aplikasi yang ditampilkan meliputi kebutuhan logistik hasil kerja sama dengan JNE, layanan medis, cold chain, hingga transportasi publik dalam bentuk Mikrotrans. Ragam penggunaan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan niaga listrik kini mulai masuk ke lini usaha yang membutuhkan efisiensi sekaligus fleksibilitas konfigurasi.

Berikut gambaran singkat fungsi dua model yang dibawa Wuling di Giicomvec 2026:

ModelKarakter utamaSasaran penggunaan
Formo MaxPikap niaga ringan, efisien, praktisUsaha harian, angkut barang, distribusi kecil
Mitra EVKendaraan komersial listrik, ruang kargo besarLogistik, layanan medis, cold chain, transportasi publik

Persaingan di segmen komersial makin ketat

Kehadiran dua model Wuling itu berlangsung di tengah persaingan ketat kendaraan komersial ringan di Indonesia. Di ajang yang sama, sejumlah kompetitor seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max juga ikut tampil, sehingga pilihan pelaku usaha kian luas.

Bagi konsumen, persaingan ini memberi keuntungan karena produsen berlomba menawarkan kendaraan yang tidak hanya kuat, tetapi juga hemat biaya dan sesuai kebutuhan operasional. Di titik ini, strategi Wuling terlihat mencoba mengisi dua ruang sekaligus, yaitu kendaraan niaga berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik untuk masa depan bisnis.

Aditya Triananto selaku Fleet & Commercial Vehicle Sales Manager Wuling Motors mengatakan bahwa melalui keikutsertaan di GIICOMVEC 2026, Wuling menawarkan dua lini kendaraan komersial untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha dan bisnis di Indonesia. Pernyataan itu menegaskan posisi Wuling sebagai pemain yang ingin menjangkau segmen usaha yang lebih luas.

Test drive dan insentif pameran

Selain menampilkan produk, Wuling juga membuka kesempatan test drive untuk Mitra EV. Fasilitas ini memberi peluang bagi pengunjung untuk merasakan langsung performa kendaraan sebelum memutuskan pembelian.

Selama periode pameran, konsumen yang melakukan pemesanan unit juga berkesempatan mengikuti program Lucky Dip dengan berbagai hadiah menarik. Program tersebut berlaku dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan penyelenggara, sehingga menjadi tambahan daya tarik bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkan kendaraan niaga baru.

Di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional, kehadiran Formo Max dan Mitra EV memperlihatkan bahwa pasar kendaraan niaga di Indonesia tidak lagi bergerak pada satu arah saja. Ada ruang yang besar bagi pikap efisien untuk usaha harian, sekaligus kendaraan listrik yang siap masuk ke sektor logistik dan layanan bisnis yang menuntut biaya operasional lebih terukur.

Source: www.cnnindonesia.com

Terkait