Mazda Buka Dealer Dan Training Centre Di PIK 2, Sinyal Serius Kejar Pasar Indonesia

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi membuka dua fasilitas baru Mazda di kawasan PIK 2, yakni Mazda PIK 2 dan Mazda Indonesia Training Centre. Peresmian yang digelar pada Kamis, 8 April 2026, ini menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan penjualan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Mazda di Indonesia.

Pembukaan fasilitas ini menunjukkan arah pengembangan Mazda yang tidak hanya fokus pada ekspansi titik layanan, tetapi juga pada penguatan kompetensi tenaga kerja. Di tengah persaingan pasar otomotif yang makin ketat, strategi semacam ini menjadi relevan karena kualitas pelayanan sering kali menentukan loyalitas pelanggan.

Fasilitas baru di kawasan strategis

Mazda PIK 2 berdiri sebagai dealer dengan konsep 3S, yaitu Sales, Service, dan Spare Parts. Konsep ini memungkinkan pelanggan mendapat layanan penjualan, perawatan, dan suku cadang dalam satu lokasi, sehingga proses kepemilikan kendaraan menjadi lebih praktis.

Dealer tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.470 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Pemilihan PIK 2 juga dinilai strategis karena kawasan itu berkembang menjadi pusat gaya hidup dan bisnis baru yang ramai dikunjungi masyarakat urban.

Kehadiran dealer baru ini tidak hanya menambah jaringan Mazda di Indonesia, tetapi juga memperkuat akses layanan bagi konsumen di Jakarta dan sekitarnya. Dalam industri otomotif premium, kedekatan lokasi dan kemudahan layanan menjadi faktor yang semakin berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Training centre pertama Mazda di Indonesia

Bersamaan dengan dealer, EMI juga meresmikan Mazda Indonesia Training Centre di lokasi yang sama. Fasilitas ini menjadi pusat pelatihan pertama Mazda di Indonesia dengan luas sekitar 704 meter persegi dan kapasitas lebih dari 100 peserta.

Training centre tersebut dirancang untuk menjalankan pelatihan yang lebih terstruktur. Materinya mencakup product knowledge, pelatihan teknis bagi teknisi dan service advisor, serta pengembangan komunikasi, pelayanan pelanggan, dan kepemimpinan.

Seluruh kurikulum telah distandarisasi dan didukung instruktur bersertifikasi dari Mazda Motor Corporation. Dengan begitu, kualitas pelatihan diharapkan seragam dan sejalan dengan standar global Mazda.

Berikut fasilitas utama yang tersedia di Mazda Indonesia Training Centre:

  1. Hiroshima Hall, ruang utama yang merefleksikan asal-usul Mazda.
  2. Hikari Hall, area yang mendukung kolaborasi dan pertukaran ide.
  3. KODO Meeting Room, terinspirasi filosofi desain KODO – Soul of Motion.
  4. Monozukuri Corner, area pembelajaran teknologi kendaraan.
  5. Omotenashi Room, ruang penguatan layanan pelanggan.
  6. Hitozukuri Room, pusat pengembangan SDM dengan kelas dan mini workshop.

Dukungan untuk layanan mobil listrik dan kebutuhan pasar

Fasilitas Mazda PIK 2 juga disiapkan untuk mendukung layanan kendaraan listrik. Salah satu area di dealer tersebut ditujukan untuk menangani mobil listrik Mazda, menunjukkan kesiapan jaringan layanan menghadapi perubahan teknologi otomotif.

Langkah ini penting karena pasar otomotif Indonesia mulai bergerak ke arah elektrifikasi. Kehadiran fasilitas servis yang siap menangani kendaraan listrik memberi sinyal bahwa Mazda ingin menjaga kualitas layanan sejalan dengan perkembangan produk.

Strategi jangka panjang perusahaan

Herbert Kwee, CEO Eurokars Group Indonesia, menyebut peresmian ini sebagai bagian dari strategi yang telah dirancang secara matang. Ia menegaskan bahwa EMI akan terus berinvestasi pada pengembangan jaringan dan peningkatan kapabilitas demi menjaga kualitas pengalaman pelanggan.

Sementara itu, Hiroshi Shiba dari Mazda Motor Corporation menekankan bahwa pengembangan jaringan dan investasi pada SDM merupakan dua pilar utama pertumbuhan Mazda secara global. Ia menyampaikan bahwa nilai sebuah merek tidak hanya lahir dari produk, tetapi juga dari orang-orang yang menjalankannya.

Ricky Thio, COO PT Eurokars Motor Indonesia, menambahkan bahwa langkah ini membuat Mazda berada pada posisi yang lebih solid untuk menghadapi pertumbuhan pasar ke depan. Ia juga menyinggung pentingnya menghadirkan produk di berbagai segmen yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Dengan hadirnya Mazda PIK 2 dan Mazda Indonesia Training Centre, EMI memperlihatkan upaya memperkuat ekosistem bisnis secara menyeluruh, dari penjualan hingga pengembangan talenta. Kombinasi ekspansi jaringan dan investasi SDM ini menjadi fondasi agar Mazda dapat menjaga konsistensi layanan dan menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah di Indonesia.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com
Exit mobile version