Motor Trail Emmo JVX GT Dipilih Untuk MBG, Kenyamanan Ibu-Ibu Dipertanyakan

Pengadaan motor listrik Emmo JVX GT untuk operasional program Makan Bergizi Gratis atau MBG menuai sorotan karena desainnya yang bergaya trail dinilai tidak sepenuhnya cocok untuk kebutuhan lapangan. Perhatian publik juga tertuju pada aspek kenyamanan pengendara, terutama bila kendaraan itu dipakai oleh perempuan yang bertugas mengantar makanan ke berbagai wilayah.

Di sisi lain, motor trail memang punya keunggulan di medan berat dan jalur yang sulit dilalui kendaraan biasa. Karena itu, sejumlah pengamat menilai pilihan tersebut masih relevan untuk daerah tertentu, meski belum tentu ideal untuk semua petugas MBG.

Sorotan pada pilihan kendaraan operasional

Pengamat otomotif senior dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Pasaribu, menilai motor trail secara fungsi masih dapat diterima untuk operasional harian. Ia merujuk pada kebutuhan distribusi makanan bergizi ke daerah 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal, yang kerap memiliki kondisi jalan menantang.

“Secara fungsional motor trail bisa diterima karena dirancang khusus untuk medan berat di wilayah 3T yang menjadi sasaran utama distribusi makanan bergizi,” ujar Yannes kepada DetikOto, Jumat (10/4). Pandangan itu menunjukkan bahwa dari sisi teknis, motor jenis trail memang punya tempat dalam skema distribusi MBG.

Namun, Yannes juga menekankan bahwa fungsi teknis bukan satu-satunya pertimbangan dalam pemilihan armada. Ia menilai ada dimensi ergonomi, kenyamanan, dan kebiasaan berkendara yang juga perlu diperhatikan agar kendaraan benar-benar efektif dipakai petugas di lapangan.

Kendala kenyamanan bagi pengendara perempuan

Yannes menyebut motor trail kurang ideal jika penggunanya adalah perempuan, terlebih ibu-ibu yang terbiasa dengan skuter matik kecil. Menurut dia, postur, karakter duduk, dan cara menaiki motor trail bisa menjadi hambatan dalam aktivitas harian yang membutuhkan mobilitas cepat dan praktis.

“Tapi dari sisi ergonomis, kenyamanan, dan kesesuaian budaya, kurang ideal ya. Terutama bagi pengendara perempuan atau ibu-ibu berbusana muslim yang lebih terbiasa dengan skuter matik kecil,” kata Yannes. Pernyataan itu menyoroti bahwa pembayaran efisiensi operasional tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan sosial dan kebiasaan pengguna.

Dalam konteks MBG, petugas lapangan tidak hanya dituntut mengantar makanan tepat waktu, tetapi juga menjaga keselamatan selama perjalanan. Jika kendaraan dirasa terlalu tinggi, kurang praktis, atau menyulitkan saat berhenti dan naik-turun, produktivitas justru bisa menurun.

Alternatif komposisi armada yang lebih fleksibel

Yannes mengusulkan agar pemerintah tidak bergantung pada satu jenis kendaraan saja. Ia menyarankan komposisi armada campuran, misalnya 50:50 antara motor trail dan skuter, agar penggunaan bisa menyesuaikan kondisi wilayah dan karakter petugas.

Pendekatan seperti ini dinilai lebih fleksibel karena medan distribusi MBG tidak seragam. Berikut gambaran pertimbangan yang disorot pengamat:

  1. Motor trail lebih cocok untuk jalur rusak, tanjakan, dan wilayah 3T.
  2. Skuter matik lebih nyaman untuk rute perkotaan dan perjalanan pendek.
  3. Armada campuran memberi ruang penyesuaian berdasarkan kebutuhan daerah.
  4. Preferensi gender dan kebiasaan berkendara petugas juga perlu dipertimbangkan.

Dengan skema seperti itu, operasional bisa lebih efisien tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna. Di banyak program layanan publik, keberhasilan armada biasanya ditentukan bukan hanya oleh kemampuan mesin, tetapi juga oleh kecocokan dengan pola kerja harian.

Kapasitas baterai juga ikut disorot

Selain desain dan ergonomi, Yannes turut menyoroti kapasitas baterai Emmo JVX GT. Ia menilai kapasitasnya terlalu kecil, meski daya nominalnya relatif besar, sehingga dikhawatirkan membatasi jangkauan saat kendaraan membawa beban.

Kondisi ini menjadi penting karena motor operasional MBG tidak hanya dipakai untuk jarak dekat, tetapi juga harus sanggup mendukung distribusi dalam ritme kerja yang padat. Jika daya jelajah tidak memadai, maka motor berpotensi sering berhenti untuk pengisian ulang dan mengganggu alur pengantaran.

Status Emmo JVX Max dan isu TKDN

Sementara itu, Badan Gizi Nasional atau BGN juga dilaporkan mengakuisisi Emmo JVX Max yang berpenampilan skuter matik. Meski demikian, status Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN kendaraan tersebut belum tercatat di situs P3DN, sebagaimana dikutip dari Detik Oto.

Isu TKDN menjadi penting karena pengadaan kendaraan pemerintah kerap dikaitkan dengan dukungan terhadap industri dalam negeri. Dalam situasi ini, publik tidak hanya menyoroti jenis motor yang dipilih, tetapi juga aspek administrasi dan kepatuhan terhadap kebijakan pengadaan yang berlaku.

Perdebatan soal Emmo JVX GT pada akhirnya memperlihatkan bahwa kendaraan operasional MBG perlu memenuhi lebih dari satu syarat. Motor itu harus kuat menghadapi medan, nyaman dipakai petugas, sesuai konteks sosial, dan efisien untuk menunjang distribusi makanan bergizi di berbagai wilayah.

Terkait