
JETOUR T1 kembali menarik perhatian setelah menjalani pengujian ekstrem di dua lokasi yang sangat berbeda di Amerika Latin. Model ini diuji di Pegunungan Andes dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter, lalu dilanjutkan di Gurun Atacama, Chili, yang dikenal sangat kering dan panas.
Pengujian tersebut menunjukkan arah pengembangan JETOUR yang menempatkan ketahanan, pengendalian, dan kenyamanan sebagai satu paket. Mobil ini diposisikan bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai kendaraan petualangan yang tetap bisa memberi rasa percaya diri di kondisi sulit.
Uji ekstrem di ketinggian Andes
Pegunungan Andes memberikan tantangan yang jarang ditemui dalam penggunaan harian. Di area ini, suhu bisa turun drastis, tekanan udara rendah, dan kadar oksigen lebih sedikit, sehingga performa kendaraan dan respons mesin diuji secara serius.
JETOUR T1 menghadapi kondisi itu untuk menilai sejumlah aspek penting, mulai dari cold start, tenaga, handling, hingga durabilitas. Hasilnya, mesin 2.0T Turbocharged pada mobil ini disebut dapat menyala hanya dengan sekali percobaan meski berada dalam suhu rendah.
Kondisi tersebut penting karena banyak kendaraan mengalami penurunan respons saat berada di dataran tinggi. Dalam pengujian ini, pabrikan ingin membuktikan bahwa teknologi pada T1 tetap bekerja konsisten pada lingkungan yang tidak bersahabat.
Performa penggerak dan kontrol traksi
Selain mesin, perhatian besar juga tertuju pada sistem penggerak empat roda yang dipakai JETOUR T1. Mobil ini mengandalkan XWD Intelligent All-Wheel Drive yang bekerja untuk mendistribusikan torsi secara real-time sesuai kebutuhan permukaan jalan.
Teknologi itu dipadukan dengan Electronic Limited Slip Differential dan Bosch ESP 9.3. Kombinasi tersebut membantu menjaga stabilitas ketika mobil melintasi lintasan offroad, sekaligus memberi dukungan saat pengemudi membutuhkan kontrol lebih presisi.
Berikut beberapa komponen yang diuji dalam skenario berat itu:
- Cold start di suhu rendah.
- Performa offroad di permukaan tidak rata.
- Distribusi torsi saat cengkeraman berubah.
- Handling ketika kendaraan melewati jalur menantang.
- Durabilitas dalam penggunaan berulang.
Diuji di gurun yang panas dan kering
Dari pegunungan, JETOUR T1 kemudian dibawa ke Gurun Atacama. Lokasi ini menjadi salah satu lingkungan paling ekstrem karena kelembapannya hanya sekitar 5 persen, disertai debu garam korosif dan perubahan suhu harian yang bisa melampaui 30 derajat Celsius.
Dalam kondisi seperti itu, mobil harus membuktikan ketahanan sistem mekanis dan elektrikalnya. JETOUR T1 berhasil melewati jebakan pasir sedalam 30 cm dan tetap menjaga performa berkat distribusi torsi yang mencapai 390 Nm.
Tenaga tersebut juga membuat keempat roda tetap stabil saat mobil diuji menaklukkan tanjakan sampai 30 derajat. Pengujian ini penting karena jalur pasir dan tanjakan curam sering menjadi titik lemah kendaraan yang tidak dirancang untuk medan berat.
Makna pengujian bagi calon konsumen
Menurut Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, pengujian di berbagai kondisi ekstrem dilakukan untuk memastikan teknologi yang dibawa benar-benar relevan bagi konsumen. Ia menegaskan bahwa JETOUR ingin menghadirkan kendaraan yang memberi rasa percaya diri dalam setiap perjalanan.
Pendekatan seperti ini juga menunjukkan posisi JETOUR yang semakin serius dalam pasar SUV berkarakter petualangan. Pengujian lintas iklim menjadi cara pabrikan menunjukkan bahwa klaim produk tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi diuji langsung di lingkungan yang menantang.
Posisi T1 di pasar Indonesia
Hingga kini, JETOUR belum memberikan kepastian apakah T1 akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Namun, pabrikan sudah menyampaikan rencana meluncurkan setidaknya dua model untuk pasar Tanah Air dalam periode ini.
Satu model yang sudah dipastikan adalah T2 PHEV, yang sebelumnya diumumkan dengan indicative price Rp838 juta. Model itu disebut berada sekitar Rp150 juta di atas versi ICE, sehingga menegaskan strategi JETOUR untuk menawarkan variasi produk sesuai kebutuhan pasar.
Ranggy juga menyebutkan bahwa akan ada satu model lain yang disiapkan untuk Indonesia, meski namanya belum dibuka ke publik. Kehadiran pengujian JETOUR T1 di Amerika Latin memberi sinyal bahwa perusahaan terus memperkuat citra kendaraan tangguh, terutama untuk segmen konsumen yang mencari SUV dengan kemampuan lintas medan dan kenyamanan berkendara yang seimbang.









