Mercedes tampaknya siap mengubah arah penting pada SL facelift. Model penyegarannya memang hanya membawa ubahan desain yang halus, tetapi pembaruan terbesar justru ada di mesin, terutama karena unit empat silinder yang selama ini paling banyak diperdebatkan disebut akan diganti.
Selama beberapa tahun, Mercedes mempertahankan mesin 2.0 liter turbo empat silinder pada SL 43 AMG. Mesin bernomor M139 itu menghasilkan 416 hp dan torsi puncak 369 lb-ft, tetapi banyak penggemar menilai karakter sekelas roadster mewah masih lebih cocok memakai enam silinder atau V8.
Perubahan Desain Lahirkan Bahasa Visual Baru
Render terbaru dari Nikita Chuyko untuk Kolesa memberi gambaran bagaimana wajah SL facelift bisa terlihat. Bagian depan diperkirakan memakai fascia baru dengan lampu utama berbentuk lebih halus dan membulat, lengkap dengan pola LED bergaya bintang seperti model Mercedes terbaru.
Gril juga diproyeksikan berubah dengan bilah vertikal serta bingkai krom di sisi luar. Di antara lampu dan gril, terlihat aksen hitam doff yang membuat tampilan depan terasa lebih modern tanpa mengubah siluet SL yang sudah dikenal.
Prototipe yang tertangkap kamera masih memakai lampu belakang lama, tetapi itu diyakini hanya sementara. Saat versi produksi hadir, lampu belakang baru hampir pasti tampil dengan tanda LED berbeda, mengikuti bahasa desain yang sudah dipakai pada model Mercedes lain seperti S-Class yang diperbarui total.
Fokus Utama Ada di Mesin
Di balik perubahan visual yang tidak terlalu agresif, Mercedes justru menyiapkan perombakan besar pada lini tenaga. Seluruh varian bermesin V8 diperkirakan akan memakai mesin baru 4.0 liter twin-turbo yang pertama kali muncul pada S-Class dan kini mengusung flat-plane crank.
Konfigurasi itu memang bisa mengurangi timbre khas V8 Mercedes lama dengan cross-plane crank, tetapi ada alasan teknis yang kuat. Mesin baru ini membantu meningkatkan performa sekaligus memenuhi standar emisi Euro 7 yang makin ketat.
Menurut laporan yang beredar, SL 55 AMG dengan mesin tersebut bisa menghasilkan 537 hp, ditambah 23 hp dari integrated starter generator. Sementara itu, SL 63 AMG diperkirakan mampu mencapai 650 hp, menjadikannya varian paling bertenaga dalam jajaran facelift ini.
Akhir dari Empat Silinder di SL 43
Perubahan paling menarik justru terjadi di level dasar. Mesin M139 empat silinder 2.0 liter pada SL 43 disebut tidak lolos syarat Euro 7, sehingga Mercedes harus mencari pengganti yang lebih sesuai untuk regulasi baru.
Berdasarkan laporan Auto Motor und Sport dari Jerman, penggantinya adalah mesin 3.0 liter inline-six M256evo. Mesin ini dikabarkan menghasilkan 449 hp dan mendapat tambahan 23 hp dari integrated starter generator.
Perpindahan itu bukan hanya soal angka tenaga. Mesin baru juga membawa karakter yang lebih halus, respons yang lebih matang, serta bantuan elektrifikasi untuk akselerasi dan pemulihan energi yang lebih efisien.
Apa yang Berubah pada Varian Dasar SL
- Mesin 2.0 liter turbo empat silinder kemungkinan diganti penuh.
- Mesin pengganti memakai format 3.0 liter inline-six M256evo.
- Tenaga naik menjadi 449 hp, plus tambahan 23 hp dari starter generator.
- Penggerak bergeser dari rear-wheel drive ke all-wheel drive.
- Nama varian dasar diperkirakan berubah menjadi SL 53 AMG 4Matic+.
Perubahan ini menunjukkan Mercedes tidak lagi bertahan pada eksperimen empat silinder di mobil yang citranya sangat emosional. Untuk konsumen SL, langkah itu bisa dianggap sebagai kompromi yang lebih masuk akal antara teknologi, performa, dan ekspektasi pasar.
MB.OS dan Arah Teknologi Baru Mercedes
Selain mesin, facelift SL juga diperkirakan mengadopsi Mercedes-Benz Operating System atau MB.OS. Platform ini menyatukan infotainment, sistem bantuan pengemudi, dan fungsi inti kendaraan dalam satu arsitektur terpusat.
MB.OS juga mendukung pembaruan lewat udara atau over-the-air update. Bagi mobil premium seperti SL, fitur ini penting karena memungkinkan penyempurnaan perangkat lunak tanpa perlu kunjungan ke bengkel untuk setiap pembaruan kecil.
Dengan pendekatan itu, Mercedes seolah ingin menyeimbangkan dua hal yang sering bertabrakan di segmen ini. Di satu sisi ada tuntutan regulasi emisi dan teknologi software yang kian kompleks, sementara di sisi lain ada kebutuhan mempertahankan karakter grand touring yang jadi identitas SL.
Waktu Kehadiran Masih Menunggu Kepastian
Belum ada jadwal resmi peluncuran untuk SL facelift. Namun sumber yang beredar menyebut model ini bisa tampil pertama kali sebelum akhir tahun, lalu mulai dijual pada 2027.
Jika informasi tersebut tepat, maka perubahan terbesar pada SL bukan sekadar lampu baru atau gril revisi. Pergantian mesin dasar dari empat silinder ke enam silinder justru bisa menjadi keputusan yang paling menentukan arah baru roadster Mercedes ini di pasar global.
Source: www.carscoops.com






