Freelander, merek kendaraan listrik yang dihidupkan kembali lewat kerja sama Chery dan Jaguar Land Rover (JLR), mulai memamerkan model produksi pertamanya menjelang peluncuran resmi. Pabrikan itu merilis video dan sejumlah gambar yang menunjukkan SUV bergaya kotak yang sudah menjalani uji ketahanan di lingkungan bersuhu minus 30 derajat Celsius di Swedia.
Langkah ini menandai fase penting bagi Freelander setelah kembali diposisikan sebagai merek independen. Mobil produksi tersebut tetap membawa banyak unsur desain dari Concept 97 yang diperkenalkan pada 31 Maret, sambil mengusung teknologi smart driving dari Huawei.
Uji ekstrem sebelum masuk jalur produksi
Freelander menampilkan pendekatan yang cukup agresif untuk menarik perhatian pasar SUV listrik premium di China. Dengan mengunggah foto-foto pengujian musim dingin, merek ini ingin menunjukkan bahwa model barunya tidak hanya mengandalkan desain futuristis, tetapi juga kesiapan teknis untuk menghadapi kondisi berat.
Pengujian di suhu minus 30 derajat Celsius menjadi sinyal bahwa kendaraan ini disiapkan sebagai SUV serbaguna. Pendekatan tersebut juga penting karena pasar kendaraan listrik kerap menyoroti performa baterai, sistem keselamatan, dan keandalan perangkat lunak saat cuaca ekstrem.
Desain konsep tetap dipertahankan
Berdasarkan informasi yang dibagikan Freelander, versi produksi mempertahankan bahasa desain dari Concept 97. Bentuk bodi yang mengotak memberi kesan tangguh dan selaras dengan identitas SUV petualang, sementara detail visualnya tetap diarahkan ke segmen kendaraan listrik modern.
Konsistensi desain dari konsep ke versi produksi menunjukkan bahwa merek ini ingin menjaga citra yang sudah dibangun sejak debut konsep. Dalam industri otomotif, langkah seperti ini sering dipakai untuk memperkuat pengenalan merek sekaligus mengurangi risiko jarak antara materi promosi dan produk akhir.
Teknologi Huawei jadi nilai jual utama
Freelander menyebut mobil produksi itu akan memakai sistem bantuan mengemudi cerdas Qiankun ADS 4.1 dari Huawei. Teknologi ini akan hadir sebagai perangkat standar, bukan opsi tambahan, sehingga menjadikannya salah satu fitur utama yang ditonjolkan sejak awal.
Selain itu, kendaraan ini akan dibekali LiDAR 896-channel, yang diklaim membuatnya menjadi SUV all-terrain pertama dengan teknologi tersebut. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berkendara otonom, terutama dalam membaca kondisi jalan dan mendukung navigasi yang lebih presisi.
- Qiankun ADS 4.1 dari Huawei
- LiDAR 896-channel untuk dukungan driver assistance
- Chip otomotif Snapdragon 8397 dari Qualcomm
- Sistem all-terrain cerdas i-ATS hasil pengembangan bersama Huawei Yinwang
Dukungan chipset dan sistem all-terrain
Freelander juga mengumumkan penggunaan chip otomotif Snapdragon 8397 generasi terbaru dari Qualcomm. Perusahaan menyebut kemampuan komputasi CPU chip ini tiga kali lebih tinggi dibanding pendahulunya, yang diharapkan memberi respons lebih cepat pada sistem bantuan berkendara dan fitur infotainment.
Di sisi lain, Freelander dan Huawei Yinwang membentuk tim riset dan pengembangan bersama untuk menghadirkan i-ATS intelligent all-terrain system. Sistem ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan off-road, sehingga mobil tidak hanya cocok untuk penggunaan jalan raya, tetapi juga untuk medan yang lebih menantang.
Rencana peluncuran dan strategi pasar
Menurut informasi yang sudah dibuka sebelumnya, model ini akan meluncur di China pada paruh kedua tahun ini. Rincian teknis yang lebih lengkap juga dijadwalkan muncul pada Juni, sementara Huawei akan mengungkap detail sistem smart driving terbarunya dalam acara teknologi pada April.
Freelander punya modal historis yang kuat karena nama ini sudah dikenal sejak 1997. Model Land Rover tersebut pernah memimpin penjualan SUV di Eropa selama lima tahun berturut-turut dan sempat menjadi kendaraan pilihan keluarga kerajaan Inggris.
Posisi baru di bawah Chery dan JLR
Pada acara di Shanghai pada 31 Maret, Freelander resmi dinaikkan statusnya menjadi merek independen. Wen Fei, selaku global CEO dan executive vice president Chery Jaguar Land Rover, mengatakan merek ini akan dibangun di atas arsitektur baru untuk bersaing secara global dalam lima hingga 10 tahun ke depan.
Ia juga menyampaikan bahwa Freelander menargetkan peluncuran enam model baru dalam lima tahun ke depan untuk masuk lebih dalam ke pasar EV mewah China. Untuk mendukung rencana tersebut, joint venture ini akan menanamkan tambahan investasi 3 miliar yuan atau sekitar 439 juta dolar AS ke fasilitas produksinya di Changshu, Jiangsu, guna meningkatkan jalur produksi.
Dengan kombinasi warisan nama Freelander, desain yang tetap dekat dengan konsep awal, serta paket teknologi Huawei dan Qualcomm, model produksi perdana ini menjadi salah satu proyek paling diperhatikan di segmen SUV listrik premium China. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada detail resmi yang dijadwalkan muncul pada Juni dan respons pasar saat mobil ini mulai memasuki fase peluncuran.
Source: cnevpost.com






