Tekanan udara ban mobil yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan bisa membuat konsumsi BBM meningkat tajam, bahkan disebut dapat memicu pemborosan hingga 20 persen. Kondisi ini terjadi karena ban yang kurang angin menaikkan hambatan gulir, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan mobil.
Product Marketing Manager Michelin Indonesia, Fachrul Rozi, menegaskan bahwa pengaruh ban terhadap efisiensi bahan bakar sangat besar karena ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang langsung bersentuhan dengan aspal. Ia bahkan menyebut, dalam kondisi tekanan normal sekalipun, sekitar 20 persen konsumsi BBM kendaraan tetap berkaitan dengan peran ban di jalan.
Mengapa tekanan ban memengaruhi BBM
Saat tekanan angin turun, permukaan ban yang menyentuh jalan menjadi lebih besar. Akibatnya, gesekan meningkat dan mobil memerlukan tenaga lebih besar untuk melaju, terutama saat membawa beban atau melintas jauh.
Rozi menjelaskan bahwa penurunan tekanan hanya 1–2 psi saja sudah bisa memberi dampak nyata terhadap efisiensi bahan bakar. Efeknya sering terasa dari tarikan mobil yang lebih berat, lalu konsumsi BBM ikut membengkak tanpa disadari pengemudi.
Dampak paling terasa saat perjalanan jauh
Masalah tekanan ban rendah biasanya lebih mudah dirasakan ketika mobil dipakai untuk perjalanan jarak jauh atau saat terjebak kemacetan. Dalam kondisi stop and go, mesin terus bekerja dan hambatan dari ban yang kurang angin membuat konsumsi BBM semakin boros.
Berikut beberapa tanda yang sering muncul saat tekanan ban tidak sesuai standar:
- Tarikan mobil terasa lebih berat.
- Konsumsi BBM lebih cepat habis dari biasanya.
- Ban terasa kurang stabil saat menikung atau melaju.
- Keausan ban bisa lebih cepat tidak merata.
Letak informasi tekanan angin ban
Pengemudi bisa mengecek rekomendasi tekanan udara pada label di pilar B sisi pengemudi untuk banyak mobil Jepang. Pada sejumlah mobil Eropa, informasi itu biasanya ada di balik tutup pengisian bahan bakar atau fuel filler flap.
Data ini penting karena setiap mobil punya kebutuhan tekanan ban yang berbeda, tergantung bobot kendaraan, ukuran ban, dan karakter suspensi. Mengisi ban terlalu tinggi atau terlalu rendah sama-sama bisa mengganggu kenyamanan dan efisiensi.
Mengapa pemeriksaan rutin tidak boleh diabaikan
Rozi menekankan bahwa udara di dalam ban berfungsi menopang bobot kendaraan, bukan karet ban semata. Karena itu, memeriksa tekanan ban secara rutin menjadi langkah sederhana yang berdampak langsung pada keamanan, kenyamanan, dan biaya operasional.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin, misalnya sebelum mobil dipakai jauh. Tekanan ban juga perlu disesuaikan lagi setelah membawa beban berat, melakukan perjalanan panjang, atau saat terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem.
Dalam praktik sehari-hari, banyak pengemudi hanya fokus pada kondisi mesin dan bahan bakar, padahal ban memegang peran penting dalam efisiensi. Menjaga tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan dapat membantu mobil tetap ringan saat dikendarai, lebih hemat BBM, dan lebih aman di berbagai kondisi jalan.







