Wuling Darion mencatat penerimaan pasar yang cukup cepat sejak meluncur untuk pasar nasional pada November lalu. Dari total pengguna yang sudah mencapai sekitar empat ribu, varian listrik murni atau EV menjadi pilihan yang paling banyak dibeli konsumen.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, menyebut sekitar 80 persen kepemilikan Darion berasal dari varian EV. Angka itu menunjukkan bahwa pasar Indonesia memberi respons lebih kuat kepada MPV elektrifikasi penuh dibandingkan versi hybrid yang juga tersedia.
Komposisi Varian dan Karakter Dasar
Darion dipasarkan sebagai MPV 7-seater dengan dua pilihan utama, yakni EV dan PHEV. Di dalamnya masih ada dua sub varian, CE dan EX, yang membedakan sejumlah detail trim, terutama pada bagian jok.
Secara umum, seluruh varian Darion membawa desain eksterior, interior, dan dimensi yang serupa. Dimensi dasar mobil ini tercatat 4.910 mm x 1.870 mm x 1.770 mm, dengan wheelbase 2.910 mm.
Wuling juga membekali seluruh varian dengan rem cakram depan-belakang serta suspensi McPherson di depan dan Multi-link Independent di belakang. Kombinasi itu menjadi bekal utama untuk menjaga kenyamanan berkendara pada MPV rakitan Cikarang, Jawa Barat, tersebut.
Kenapa EV Lebih Menarik Konsumen
Ricky menjelaskan bahwa minat lebih besar terhadap Darion EV tidak lepas dari fleksibilitas penggunaan di kota besar. Salah satu faktor yang mendorongnya adalah kebijakan ganjil genap di Jakarta, yang membuat mobil listrik murni terasa lebih praktis untuk mobilitas harian.
Selain itu, biaya operasional yang lebih rendah juga menjadi alasan kuat. Konsumen melihat EV sebagai opsi yang lebih efisien untuk digunakan dalam jangka panjang, terutama bagi keluarga perkotaan yang membutuhkan kendaraan besar namun tetap hemat.
Faktor tersebut memperkuat posisi Darion EV di tengah pasar MPV yang mulai berubah. Konsumen kini tidak hanya mencari kapasitas kabin, tetapi juga efisiensi, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan di area urban.
Perbedaan Teknis EV dan PHEV
Darion EV mengandalkan motor listrik 150 kW atau setara 201 daya kuda. Torsi puncaknya mencapai 310 Nm dan daya itu disalurkan ke roda depan melalui transmisi Single Reduction.
Sumber tenaganya berasal dari baterai 69,2 kWh Lithium Iron Phosphate atau LFP. Wuling mengklaim varian ini mampu menempuh jarak hingga 540 kilometer berdasarkan siklus uji CLTC.
Sebaliknya, Darion PHEV menggabungkan mesin bensin 1.490 cc naturally aspirated dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga gabungan 145 kW atau 195 daya kuda, dengan torsi 230 Nm.
Mesin bensinnya sendiri diklaim menyumbang tenaga 105 daya kuda pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada rentang 4.600–5.000 rpm. Sistem penggeraknya memakai Dedicated Hybrid Transmission atau DHT untuk menjaga perpindahan tenaga tetap halus dan efisien.
Ringkasan Spesifikasi Utama
-
Darion EV
- Motor listrik: 150 kW
- Torsi: 310 Nm
- Baterai: 69,2 kWh LFP
- Jarak tempuh klaim: hingga 540 kilometer (CLTC)
- Darion PHEV
- Mesin bensin: 1.490 cc
- Tenaga gabungan: 145 kW
- Torsi gabungan: 230 Nm
- Baterai: 20,5 kWh LFP
- Jarak tempuh listrik murni: hingga 125 kilometer (CLTC)
- Tangki bahan bakar: 52 liter
Dari sisi efisiensi, PHEV sebenarnya masih menawarkan fleksibilitas karena memadukan pengisian daya listrik dan mesin bensin. Namun, data penjualan menunjukkan konsumen saat ini justru lebih percaya pada karakter EV yang lebih sederhana dalam pemakaian harian.
Pasar Indonesia Mulai Akrab dengan MPV Listrik
Dominasi Darion EV juga mencerminkan perubahan preferensi konsumen otomotif di Indonesia. MPV besar yang dulu identik dengan mesin bensin kini mulai mendapat pesaing serius dari model listrik yang menawarkan biaya penggunaan lebih rendah.
Wuling tampaknya berhasil membaca kebutuhan itu lewat Darion. Dengan komposisi pengguna EV yang jauh lebih besar dibandingkan hybrid, model ini memperlihatkan bahwa elektrifikasi penuh mulai diterima bukan hanya sebagai tren, tetapi juga sebagai solusi mobil keluarga yang lebih relevan di kota besar.
Source: otodriver.com