Foton Serius Dorong Elektrifikasi Niaga, eTunland Dan eView Connect Jadi Senjata Utama

Foton Indomobil semakin serius memperkuat elektrifikasi kendaraan niaga di Indonesia lewat kehadiran eTunland dan eView Connect. Dua model listrik ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan bisnis yang menuntut efisiensi, daya angkut, dan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Langkah tersebut muncul di tengah perubahan pasar kendaraan komersial yang kian terbuka terhadap solusi nol emisi. Foton melihat Indonesia sebagai pasar potensial karena pelaku usaha kini tidak hanya mencari kendaraan yang andal, tetapi juga biaya operasional yang lebih terkendali dan teknologi yang mendukung produktivitas.

Fokus pada kebutuhan bisnis yang berbeda

Foton tidak memilih jalur yang sama dengan banyak pemain lain yang masih bertumpu pada kendaraan konvensional. Produsen asal Tiongkok itu justru menempatkan elektrifikasi sebagai strategi utama untuk kendaraan komersial, dengan menonjolkan efisiensi dan keberlanjutan.

Pendekatan ini terlihat dari dua model andalannya, eTunland dan eView Connect, yang sama-sama disiapkan untuk kebutuhan operasional berbeda. eTunland menyasar sektor yang memerlukan pickup listrik serbaguna, sedangkan eView Connect diarahkan ke distribusi perkotaan dan pengiriman jarak pendek.

Keduanya menjadi representasi arah baru kendaraan niaga, yakni bukan hanya membawa barang, tetapi juga membantu perusahaan menekan biaya energi, meningkatkan utilisasi armada, dan mengurangi emisi.

eTunland: double cabin listrik untuk medan kerja yang lebih berat

eTunland hadir sebagai double cabin listrik dengan sistem penggerak 4×4. Karakter ini membuatnya relevan untuk kebutuhan operasional di area semi-industri, proyek lapangan, hingga medan yang menuntut traksi lebih kuat.

Berikut spesifikasi penting eTunland yang disorot Foton:

  1. Motor listrik dengan output hingga 114 hp.
  2. Torsi 290 Nm.
  3. Baterai 88 kWh.
  4. Jarak tempuh hingga 400 km dalam penggunaan riil.
  5. DC fast charging sekitar 42 menit.
  6. Pengisian AC untuk fleksibilitas penggunaan.
  7. Baterai LFP dengan liquid cooling.
  8. Wheelbase 3.110 mm dan GVW 3.200 kg.
  9. Harga sekitar Rp780 juta OTR Jakarta.

Kombinasi spesifikasi tersebut membuat eTunland diarahkan sebagai kendaraan kerja yang tidak hanya kuat, tetapi juga efisien untuk dipakai harian. Kehadiran baterai berkapasitas besar dan dukungan pengisian cepat penting untuk menjaga kendaraan tetap produktif di tengah ritme kerja yang padat.

eView Connect: van listrik untuk distribusi perkotaan

Sementara itu, eView Connect mengisi segmen van listrik untuk kebutuhan last mile delivery. Model ini cocok untuk perusahaan logistik, distributor ritel, hingga bisnis yang banyak bergerak di jalur dalam kota dengan kondisi lalu lintas padat dan pola berhenti-berjalan yang intens.

Desain kompak dan ruang kargo yang luas menjadi nilai jual utama eView Connect. Dengan baterai sekitar 50 kWh, van ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 km berdasarkan pengujian WLTC, cukup untuk mendukung aktivitas distribusi harian dalam wilayah urban.

Pengisian daya juga dibuat singkat agar armada tidak lama berhenti beroperasi. Teknologi DC fast charging memungkinkan pengisian sekitar 35 menit, sehingga waktu tunggu bisa ditekan dan ritme pengantaran tetap terjaga.

Nilai tambah untuk operasional armada

Selain kemampuan dasar sebagai kendaraan listrik, Foton juga membekali eView Connect dengan fitur konektivitas dan bantuan pengemudi. Sistem monitoring kendaraan membantu pengelola armada memantau penggunaan unit, sementara fitur keselamatan aktif mendukung operasional yang lebih aman.

Pendekatan seperti ini penting bagi perusahaan yang mengelola banyak kendaraan. Data penggunaan armada, kondisi kendaraan, dan efisiensi rute dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan terukur.

Di sisi lain, karakter niremisi dari kendaraan listrik juga memberi keuntungan tambahan bagi bisnis yang beroperasi di area perkotaan. Selain mendukung target pengurangan emisi, kendaraan seperti eView Connect berpotensi lebih mudah diterima di lingkungan yang mulai menaruh perhatian pada kualitas udara.

Ekosistem kendaraan niaga listrik yang lebih luas

Kehadiran eTunland dan eView Connect bukan berdiri sendiri. Di GIICOMVEC 2026, Foton juga menampilkan lini lain seperti eTruckmate, eMiler, dan eAumark 14 Ton sebagai bagian dari ekosistem kendaraan komersial listrik yang lebih lengkap.

Foton menegaskan bahwa seluruh kendaraan dikembangkan melalui kolaborasi dengan karoseri lokal Indonesia. Langkah ini penting karena kebutuhan kendaraan niaga di lapangan sangat spesifik, mulai dari bentuk bak, konfigurasi kabin, hingga penyesuaian untuk sektor usaha yang berbeda.

Pendekatan lokal tersebut memperlihatkan bahwa elektrifikasi kendaraan niaga tidak cukup hanya menghadirkan produk impor. Pasar Indonesia memerlukan solusi yang bisa disesuaikan dengan kondisi jalan, pola distribusi, dan kebutuhan industri domestik yang sangat beragam.

Arah baru kendaraan niaga listrik di Indonesia

Minat terhadap kendaraan listrik di segmen komersial mulai meningkat seiring kebutuhan efisiensi biaya dan dorongan menuju operasional yang lebih bersih. Foton memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat citra sebagai mitra bisnis, bukan sekadar penyedia kendaraan.

Dengan eTunland untuk kebutuhan kerja yang lebih menantang dan eView Connect untuk distribusi urban, Foton mencoba menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan niaga bisa hadir dalam format yang fungsional dan sesuai kebutuhan industri. Kehadiran dua model ini menambah pilihan bagi pelaku usaha yang mulai menghitung ulang kebutuhan armada di tengah tekanan efisiensi dan tuntutan keberlanjutan.

Source: www.oto.com
Exit mobile version