Triumph kembali menarik perhatian pasar roda dua lewat kehadiran Tracker 400, motor bergaya flat track yang dipasarkan sebagai moge pemula dengan harga terjangkau. Di India, model ini dibanderol 246.000 rupee atau sekitar Rp 45 jutaan, sehingga langsung masuk radar konsumen yang mencari motor besar dengan citra premium namun harga masih relatif ramah.
Kehadiran Triumph Tracker 400 juga memperlihatkan strategi baru pabrikan asal Inggris itu dalam memperluas jangkauan pasar. Jika model globalnya memakai mesin 398 cc, versi India justru mendapat mesin 349 cc agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan struktur biaya di sana.
Mesin lebih kecil, karakter tetap menarik
Walau kapasitas mesin dipangkas, performa Tracker 400 tetap terasa kompetitif. Mesin 349 cc itu mampu menghasilkan tenaga 40 hp pada 8.750 rpm dan torsi 32 Nm pada 7.500 rpm, lalu dipadukan dengan transmisi 6-percepatan.
Kombinasi tersebut membuat motor ini tetap menjanjikan karakter berkendara yang responsif. Untuk kelas motor bergaya klasik-modern, angka itu cukup untuk mendukung penggunaan harian maupun perjalanan santai dengan rasa berkendara yang menyenangkan.
Desain flat track yang beda dari banyak rival
Triumph mempertahankan identitas visual Tracker 400 melalui desain flat track yang sederhana dan tegas. Jok datar, setang lebar, dan proporsi bodi yang ringkas memberi kesan lincah serta siap dipakai di jalan aspal.
Model ini tidak mencoba tampil sebagai motor off-road berat. Sebaliknya, Triumph mengarahkannya sebagai motor bergaya urban dengan karakter ringan, mudah dikendalikan, dan tetap punya aura motor besar yang kuat.
Spesifikasi utama Triumph Tracker 400
Berikut beberapa data penting dari Tracker 400 yang membuatnya menarik di kelasnya:
- Mesin: 349 cc
- Tenaga: 40 hp pada 8.750 rpm
- Torsi: 32 Nm pada 7.500 rpm
- Transmisi: 6-percepatan
- Suspensi depan: upside down (USD)
- Suspensi belakang: monoshock
- Rem depan: cakram 300 mm
- Rem belakang: cakram 230 mm
- Pelek: 17 inci
- Ukuran ban depan: 110/70
- Ukuran ban belakang: 150/60
Daftar itu menunjukkan bahwa Triumph tidak hanya mengandalkan tampilan. Pabrikan juga membekali motor ini dengan komponen yang cukup serius untuk menopang handling dan rasa aman di penggunaan harian.
Dimensi yang ramah dipakai harian
Selain spesifikasi mesin dan kaki-kaki, dimensi Tracker 400 juga terasa proporsional. Wheelbase 1.367 mm, ground clearance 162 mm, tinggi jok 805 mm, tangki 13 liter, dan bobot 181 kg membuat motor ini masih cukup masuk akal untuk dipakai di perkotaan.
Ground clearance yang tidak terlalu tinggi ikut menegaskan orientasi motor ini sebagai kendaraan aspal. Sementara itu, tinggi jok 805 mm masih memberi posisi duduk yang relatif nyaman bagi banyak pengendara, terutama untuk penggunaan rutin.
Harga yang menekan rival satu kelas
Dengan banderol 246.000 rupee, Triumph Tracker 400 langsung menempatkan diri sebagai lawan menarik di segmen motor klasik 350 cc. Model ini bersaing dengan nama-nama seperti Royal Enfield Classic 350, Honda CB350, dan Jawa 350.
Persaingan di kelas ini memang menuntut kombinasi desain, mesin, dan harga yang pas. Triumph tampaknya ingin menawarkan alternatif yang berbeda, yaitu motor bergaya flat track dengan sentuhan premium, tetapi tetap berada di level harga yang lebih mudah dijangkau dibanding banyak moge lain.
Kehadiran Tracker 400 memperlihatkan bahwa Triumph semakin agresif membaca pasar motor menengah. Dengan mesin yang masih bertenaga, desain khas, dan harga yang berada di kisaran Rp 45 jutaan, model ini berpotensi menjadi salah satu opsi paling menarik bagi pencari motor besar berkarakter unik.
Source: oto.detik.com






