Ketegangan geopolitik global kembali menekan pasar energi dan memicu kenaikan harga BBM di dalam negeri. Di tengah situasi itu, Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengajak komunitas otomotif di Indonesia ikut mendukung penghematan BBM sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Seruan itu disampaikan Bamsoet yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Motor Besar Indonesia dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia. Ia menilai komunitas otomotif tidak hanya identik dengan hobi berkendara, tetapi juga dapat menjadi kekuatan sosial yang membantu pemerintah menghadapi tekanan akibat krisis energi global.
Komunitas otomotif diminta jadi teladan efisiensi
Bamsoet menekankan pentingnya soliditas komunitas otomotif di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Ia menyebut semangat kebersamaan atau brotherhood yang sudah terbangun harus diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas, termasuk mendukung kebijakan penghematan energi.
“Semangat brotherhood yang selama ini terbangun harus diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas, termasuk membantu pemerintah menghadapi tekanan ekonomi akibat gejolak global,” ujar Bamsoet dalam perayaan HUT ke-7 MBI DKI Jakarta di Jakarta.
Pernyataan itu muncul saat harga energi dunia kembali tertekan oleh konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dinilai mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Dampak global terasa ke APBN dan daya beli
Eskalasi konflik tersebut membuat harga minyak mentah sempat menembus 100 dolar AS per barel. Kondisi ini langsung berdampak pada negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, karena biaya energi ikut naik dan memberi tekanan pada anggaran negara.
Di dalam negeri, kenaikan harga minyak global berpotensi memperbesar beban subsidi energi dan menekan APBN. Pemerintah juga harus menyiapkan alokasi dana lebih besar agar harga BBM tetap stabil di tengah gejolak pasar internasional.
Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi BBM di Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Lebih dari 70 persen konsumsi itu berasal dari sektor transportasi, sehingga perilaku berkendara menjadi faktor penting dalam pengendalian kebutuhan energi.
Berikut poin utama yang menjadi perhatian pemerintah dan komunitas otomotif:
- Konsumsi BBM nasional sangat besar dan didominasi sektor transportasi.
- Subsidi energi dalam APBN 2026 mencapai Rp 210,06 triliun.
- Kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 10 per barel dapat menambah beban APBN hingga Rp 25-30 triliun.
- Efisiensi energi di jalan raya dapat membantu menekan konsumsi BBM secara bertahap.
Peran komunitas otomotif dalam penghematan energi
Bamsoet menilai komunitas otomotif memiliki posisi strategis karena anggotanya aktif menggunakan kendaraan dan kerap menjadi panutan di lingkungannya. Dari sana, kampanye hemat BBM bisa menyebar lebih luas melalui perilaku berkendara yang lebih efisien dan disiplin.
Ia mendorong penggunaan kendaraan secara bijak, perawatan mesin yang rutin, serta kebiasaan berkendara yang tidak boros bahan bakar. Langkah sederhana seperti menjaga kecepatan stabil, menghindari akselerasi mendadak, dan memastikan tekanan ban sesuai standar bisa membantu efisiensi konsumsi BBM.
Dalam kerangka yang lebih luas, ajakan itu sejalan dengan upaya pemerintah menekan dampak gejolak energi global. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pengendalian distribusi BBM, penguatan cadangan energi, hingga percepatan pengembangan energi alternatif.
Namun, dukungan publik tetap dibutuhkan agar kebijakan itu berjalan efektif. Komunitas otomotif dinilai dapat menjadi mitra sosial yang penting karena memiliki jaringan luas, pengaruh budaya, dan kedekatan dengan pengguna kendaraan di berbagai daerah.
Dukungan dari acara komunitas motor
Pesan penghematan BBM itu disampaikan dalam suasana peringatan HUT ke-7 MBI DKI Jakarta. Sejumlah pengurus dan perwakilan komunitas hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Ketua Dewan Penasehat MBI Irjen Alamsyah, Ketua Umum MBI Darus, Wakil Ketua Umum MBI Jaya Azhari, Sekjen MBI Mirza, Bendahara Umum MBI Hendra, dan Ketua MBI DKI Jakarta Alwi.
Hadir pula para ketua MBI dari sejumlah daerah seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Sukabumi, bersama Presiden Periksa Riders Aldwin R serta perwakilan klub motor lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu energi tidak hanya berhenti pada ranah kebijakan, tetapi juga menyentuh komunitas pengguna jalan yang setiap hari bergantung pada BBM.
Di tengah tekanan harga energi dan ketidakpastian global, pesan Bamsoet menempatkan komunitas otomotif sebagai bagian dari solusi. Dengan kebiasaan berkendara yang efisien, disiplin, dan bertanggung jawab, komunitas ini dapat membantu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meredam dampak kenaikan BBM terhadap masyarakat.
