PT Hino Motors Sales Indonesia memperkenalkan Hino Bus 136 MDBL 4×4 sebagai bus baru yang ditujukan untuk kebutuhan operasional di sektor pertambangan dan perkebunan. Model ini tampil sebagai kendaraan angkut pekerja yang dirancang untuk menghadapi medan berat, mulai dari jalan berlumpur, berbatu, hingga tanjakan curam.
Bus ini menarik perhatian karena membawa kemampuan offroad yang jarang ditemui di kelasnya. Dengan banderol total sekitar Rp1,1 miliar, Hino Bus 136 MDBL 4×4 diposisikan bukan sebagai bus antarkota biasa, melainkan sebagai solusi mobilitas di area kerja ekstrem.
Dirancang untuk medan berat
Hino menghadirkan unit ini melalui ajang GIICOMVEC 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Kehadirannya mempertegas strategi perusahaan untuk menyasar kebutuhan transportasi di lingkungan kerja yang menuntut durabilitas tinggi dan keandalan operasional.
Berbeda dari bus konvensional, Hino Bus 136 MDBL 4×4 menggunakan sistem penggerak empat roda dengan transfer case. Skema ini membantu menyalurkan tenaga ke roda depan dan belakang secara lebih seimbang agar kendaraan tetap bergerak di permukaan yang sulit dilalui.
Fitur teknis yang mendukung kemampuan offroad
Kombinasi 4×4 dan transfer case membuat bus ini lebih siap menghadapi kondisi jalan yang berubah-ubah. Sistem tersebut berguna saat kendaraan harus melintasi lintasan licin, tanah lunak, atau tanjakan terjal di wilayah operasi yang minim infrastruktur.
Selain itu, Hino juga membekali bus ini dengan stabilizer depan dan desain lebar jejak roda yang lebih besar. Dua elemen ini membantu menekan body roll atau gejala limbung saat kendaraan bergerak di permukaan tidak rata.
Ground clearance yang tinggi menjadi salah satu keunggulan lain yang menonjol. Jarak bawah kendaraan yang lebih lega memudahkan bus melewati hambatan seperti bebatuan dan lumpur tanpa mudah tersangkut.
Mesin diesel untuk kerja panjang
Di sektor tenaga, Hino Bus 136 MDBL 4×4 memakai mesin diesel N04C berkapasitas 4.009 cc dengan standar emisi Euro4. Mesin ini disebut Hino mampu bekerja hingga 24 jam di lingkungan kerja berat, sehingga cocok untuk operasional industri yang berjalan dalam durasi panjang.
Racikan tersebut menunjukkan bahwa Hino tidak hanya menonjolkan kemampuan jelajah, tetapi juga ketahanan mesin untuk mendukung ritme kerja tambang dan perkebunan. Dalam konteks itu, bus ini lebih dekat dengan kendaraan operasional industri ketimbang kendaraan penumpang biasa.
Legal untuk jalan umum dan area offroad
HMSI menyebut Hino Bus 136 MDBL 4×4 sebagai satu-satunya di kelasnya yang diproduksi langsung oleh agen pemegang merek dan telah mengantongi Surat Uji Tipe. Status ini penting karena membuat kendaraan dapat dioperasikan secara legal di jalan umum maupun di medan offroad.
Berikut poin utama yang membedakan model ini di pasar:
- Penggerak 4×4 dengan transfer case.
- Ground clearance tinggi untuk medan ekstrem.
- Stabilizer depan untuk membantu kestabilan.
- Mesin diesel 4.009 cc Euro4.
- Legal digunakan di jalan umum karena sudah memiliki SUT.
Wakil Presiden Direktur HMSI, Alex Sutisna, menegaskan bahwa kehadiran bus ini ditujukan untuk memberi solusi transportasi yang aman dan andal bagi perusahaan perkebunan maupun pertambangan. Pernyataan itu menegaskan posisi produk ini sebagai kendaraan kerja yang memang lahir dari kebutuhan lapangan.
Harga sasis dan bodi dipisah
Untuk harga, Hino menawarkan bus enam roda ini mulai Rp625 juta untuk sasis saja. Sementara bodi dan interiornya diserahkan ke karoseri sesuai kebutuhan operasional masing-masing pengguna.
Pada unit yang dipamerkan di GIICOMVEC 2026, Hino memakai bodi Touristo dari karoseri New Armada. Biaya pembuatan bodinya disebut sekitar Rp500 jutaan, sehingga total harga kendaraan tersebut mencapai Rp1,1 miliar.
Skema seperti ini memberi fleksibilitas bagi konsumen industri untuk menyesuaikan kapasitas, tata ruang, dan kenyamanan kabin dengan karakter operasional di lapangan. Dengan kombinasi spesifikasi teknis, legalitas, dan opsi karoseri, Hino Bus 136 MDBL 4×4 muncul sebagai salah satu bus kerja paling unik di segmennya.
