Geely Menolak Jalur Baterai Lithium, Metanol Dipilih Karena Mobil Lebih Ringan

Geely kembali menegaskan arah pengembangan teknologi energinya dengan memprioritaskan metanol ketimbang baterai lithium untuk sebagian strategi kendaraan masa depan. Pilihan ini menarik perhatian karena saat banyak produsen otomotif berlomba memperluas kendaraan listrik baterai, Geely justru menyoroti keunggulan metanol dari sisi bobot, efisiensi, dan kesiapan infrastruktur energi alternatif.

Chairman Geely, Li Shufu, menyampaikan pandangan tersebut dalam forum industri kendaraan listrik di China. Mengutip Carnewschina, ia menilai kendaraan listrik berbasis baterai lithium memiliki bobot yang terlalu berat untuk kebutuhan transportasi masa depan, bahkan bisa dua kali lipat dibanding mobil berbahan bakar metanol dengan dimensi sebanding.

Mengapa Geely memilih metanol

Keputusan Geely tidak muncul tanpa alasan. Perusahaan membaca bahwa tantangan kendaraan listrik baterai tidak hanya soal jarak tempuh, tetapi juga bobot paket baterai yang memengaruhi efisiensi, fleksibilitas desain, dan karakter kendaraan secara keseluruhan.

Metanol menawarkan pendekatan berbeda karena bisa digunakan sebagai bahan bakar cair, sehingga tidak selalu menuntut sistem baterai berukuran besar. Dalam konteks tertentu, opsi ini dinilai lebih ringan, lebih sederhana untuk didistribusikan, dan berpotensi cocok untuk skenario penggunaan yang membutuhkan pengisian cepat serta operasi yang stabil.

Dukungan kebijakan di China ikut mendorong

Geely juga mendapat dorongan dari arah kebijakan pemerintah China. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik baterai, tetapi juga membuka ruang bagi alternatif lain seperti hidrogen dan metanol.

Dorongan itu terlihat dari langkah kementerian di China yang pada Oktober lalu mengeluarkan panduan pengembangan basis energi terbarukan terpadu. Panduan tersebut mencakup kombinasi tenaga angin, surya, hidrogen, amonia, dan metanol, yang menunjukkan bahwa metanol sudah masuk dalam peta jalan energi nasional.

Pernyataan Li Shufu juga memperlihatkan bahwa Geely membaca kebijakan itu sebagai sinyal transformasi besar dalam sistem energi domestik China. Dengan kata lain, keputusan perusahaan tidak semata soal teknologi, tetapi juga soal membaca arah regulasi dan ekosistem energi.

Metanol diuji di lintasan balap

Langkah Geely tidak berhenti pada konsep dan wacana. Perusahaan juga mulai menguji teknologi metanol di dunia motorsport untuk melihat performa dalam kondisi ekstrem.

Geely telah meluncurkan program balap dengan mesin yang diklaim mampu mendukung bahan bakar metanol murni atau M100. Uji ini penting karena lintasan balap sering dipakai sebagai tempat pembuktian teknologi sebelum diterapkan lebih luas pada kendaraan produksi.

Perbandingan singkat metanol dan baterai lithium

  1. Baterai lithium unggul pada ekosistem kendaraan listrik yang sudah berkembang luas.
  2. Metanol menawarkan bobot sistem yang lebih ringan pada skenario tertentu.
  3. Baterai butuh infrastruktur pengisian yang terus diperluas.
  4. Metanol memanfaatkan model bahan bakar cair yang lebih familiar bagi sektor energi dan distribusi.
  5. Geely melihat metanol sebagai opsi transisi yang sejalan dengan kebijakan energi China.

Posisi Geely di tengah persaingan teknologi

Pilihan Geely menunjukkan bahwa persaingan teknologi kendaraan ramah lingkungan tidak hanya bergerak ke satu arah. Industri otomotif China kini menghadapi banyak jalur pengembangan, mulai dari baterai listrik, hidrogen, hingga bahan bakar sintetis dan metanol.

Di saat sebagian produsen terus memperkuat investasi baterai lithium, Geely memilih menjaga portofolio teknologinya tetap terbuka. Strategi itu memungkinkan perusahaan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar, regulasi, dan struktur energi di tiap wilayah.

Pendekatan ini juga menegaskan bahwa debat tentang masa depan otomotif belum selesai. Geely memandang metanol bukan sekadar pengganti sementara, melainkan bagian dari solusi energi yang dapat mengisi celah yang belum sepenuhnya dijawab oleh kendaraan listrik baterai, terutama pada aspek bobot, fleksibilitas penggunaan, dan kesiapan sistem energi yang lebih luas.

Source: www.liputan6.com

Terkait