Aturan Bahan Bakar Dilonggarkan, Nissan Hidupkan Lagi Xterra Dengan Hati-Hati

Nissan memastikan Xterra akan kembali ke pasar, dan SUV body-on-frame itu kini masuk dalam rencana produk baru merek Jepang tersebut. Kabar ini langsung menarik perhatian karena Nissan mengaitkan kebangkitan Xterra dengan pelonggaran aturan efisiensi bahan bakar di Amerika Serikat.

Pernyataan itu datang dari CEO Nissan, Ivan Espinosa, dalam acara Vision Nissan di Jepang. Ia menjelaskan bahwa regulasi CAFE yang sebelumnya lebih ketat membuat proyek kendaraan seperti Xterra sangat sulit dijalankan secara komersial.

Aturan efisiensi bahan bakar sempat jadi hambatan

Espinosa mengatakan masalah utamanya bukan pada kemampuan teknis Nissan untuk membuat kendaraan tersebut. Persoalannya ada pada kepatuhan regulasi, karena perusahaan harus menyeimbangkan penjualan mobil beremisi tinggi dengan volume kendaraan listrik yang jauh lebih besar.

“Kami secara teknis bisa melakukan itu, tetapi itu berarti Anda harus menjual tambahan 200.000 EV agar patuh terhadap regulasi,” ujar Espinosa. Ia menambahkan bahwa kondisi itu perlahan “membunuh” jenis produk seperti Xterra sebelum akhirnya peluang untuk meluncurkannya kembali muncul.

Perubahan arah kebijakan di Amerika Serikat ikut memperbesar peluang tersebut. Pada akhir tahun lalu, pemerintahan Trump memangkas standar efisiensi bahan bakar era Biden dan menerapkan target yang lebih longgar, lalu pada Februari kebijakan deregulasi lain mengakhiri standar emisi hijau yang diberlakukan sejak 2012.

Mengapa Xterra tetap relevan

Xterra bukan sekadar nama lama yang dihidupkan kembali untuk nostalgia. Nissan melihat ada kebutuhan nyata di pasar untuk SUV tangguh dengan konstruksi body-on-frame, terutama di tengah minat yang masih kuat terhadap kendaraan petualang dan off-road.

Di acara yang sama, Nissan juga memaparkan peta jalan produk masa depan yang mencakup total lima kendaraan body-on-frame di bawah merek Nissan dan Infiniti. Langkah ini menunjukkan bahwa Xterra akan menjadi bagian dari strategi yang lebih besar, bukan proyek tunggal.

Rencana mesin dan posisi melawan rival

Walau Xterra akan kembali sebagai model baru, Nissan tetap menyiapkan pendekatan yang menyesuaikan tuntutan efisiensi. SUV ini disebut akan memakai opsi hybrid, sebagai kompromi antara karakter off-road dan kebutuhan konsumsi bahan bakar yang lebih baik.

Laporan pada awal April menyebut Xterra kemungkinan meluncur lebih dulu dengan mesin V-6. Setelah itu, Nissan disebut menyiapkan opsi hybrid enam silinder yang akan hadir belakangan, sehingga line-up mesinnya mirip dengan kompetitor terdekat seperti Toyota 4Runner.

Perbedaan pentingnya ada pada pendekatan mesin dasar. Toyota 4Runner memakai mesin empat silinder turbo sebagai basis, sedangkan Nissan diyakini ingin menonjol lewat V-6 naturally aspirated yang memberi karakter berkendara berbeda.

Hal penting soal Xterra baru

  1. Nissan sudah mengonfirmasi Xterra akan kembali.
  2. CEO Nissan menyebut pelonggaran regulasi efisiensi bahan bakar sebagai faktor kunci.
  3. Xterra akan hadir sebagai SUV body-on-frame.
  4. Nissan menyiapkan opsi hybrid untuk menambah efisiensi.
  5. Peluncurannya dijadwalkan pada akhir 2028.

Model baru ini juga menandai awal era baru untuk jajaran truk dan SUV Nissan. Di tengah perubahan regulasi, Nissan tampak melihat celah untuk membawa kembali kendaraan yang dulu dikenal sebagai SUV petualang dengan karakter kuat dan fokus pada kemampuan di medan berat.

Walau peluncurannya masih cukup jauh, arah pengembangan Xterra sudah memberi gambaran jelas tentang strategi Nissan ke depan. Pabrikan ini ingin memanfaatkan peluang yang muncul dari regulasi yang lebih longgar sambil tetap menjaga daya tarik SUV tangguh lewat kombinasi mesin V-6 dan opsi hybrid.

Exit mobile version