Leapmotor Lafa 5 Ultra Siap Meluncur, Lebih Bertenaga Dan Penuh Fitur Premium

Leapmotor bersiap membawa Lafa 5 Ultra ke pasar pada 24 April, bertepatan dengan pembukaan Beijing Auto Show. Model ini diposisikan sebagai hatchback listrik yang lebih sporty, lebih premium, dan lebih kuat dibandingkan versi standarnya.

Kehadiran varian Ultra menunjukkan bahwa Leapmotor tidak hanya memburu pembeli yang mencari EV terjangkau, tetapi juga konsumen yang menginginkan performa dan fitur yang lebih lengkap. Di tengah persaingan ketat segmen mobil listrik kompak di China, strategi ini menjadi langkah penting untuk memperluas daya tarik merek.

Fokus pada karakter sporty dan lebih agresif

Lafa 5 Ultra hadir dengan paket eksterior eksklusif yang membedakannya dari model biasa. Mobil ini memakai splitter depan aerodinamis, side skirt bergaya sayap, dan diffuser belakang untuk mempertegas kesan performa.

Sentuhan visual lain juga dibuat lebih tegas melalui pelek 19 inci, kaliper rem abu-abu gelap doff, serta emblem hitam. Desain pintu tanpa bingkai dan garis jendela samping yang rata ikut membangun siluet coupe yang lebih modern.

Pembaruan itu membuat Lafa 5 Ultra terlihat lebih agresif tanpa meninggalkan identitas hatchback listrik yang praktis. Leapmotor juga menempatkan paket ini sebagai peningkatan yang tidak hanya soal tampilan, tetapi juga pengalaman berkendara.

Performa naik, fitur kabin ikut ditingkatkan

Di balik desainnya yang lebih garang, Lafa 5 Ultra memakai motor listrik 180 kW. Angka ini lebih tinggi dari motor 160 kW yang digunakan pada sebagian besar varian Lafa 5 saat ini, sehingga memberi sinyal akselerasi dan respons yang lebih kuat.

Peningkatan tenaga itu penting karena segmen EV kompak kini tidak lagi cukup mengandalkan harga. Konsumen di kelas ini juga mulai mencari karakter berkendara yang lebih menarik, terutama untuk penggunaan harian di kota besar.

Menariknya, Leapmotor tidak memangkas kenyamanan demi mengejar daya tarik sporty. Lafa 5 Ultra justru dibekali sistem pijat delapan titik pada kursi depan, fitur yang relatif jarang ditemui di kelasnya.

Teknologi bantuan berkendara jadi nilai jual utama

Selain performa dan kenyamanan, Lafa 5 Ultra juga menonjol lewat teknologi bantuan berkendara. Model ini menggunakan dua chip unggulan, SA8295 dan 8650, serta sensor LiDAR untuk mendukung sistem Navigation Assist Pilot atau NAP.

Kombinasi perangkat keras tersebut memungkinkan NAP perkotaan digunakan lebih luas tanpa terlalu bergantung pada peta definisi tinggi. Bagi pasar China, fitur seperti ini menjadi pembeda penting karena konsumen EV semakin memperhatikan kemampuan asisten mengemudi di area urban yang padat dan kompleks.

Berikut sejumlah fitur utama yang disorot pada Lafa 5 Ultra:

Fitur Keterangan
Motor listrik 180 kW
Sensor bantu LiDAR
Chip utama SA8295 dan 8650
Kursi depan Sistem pijat delapan titik
Elemen eksterior Splitter, side skirt, diffuser, pelek 19 inci
Sistem bantuan Navigation Assist Pilot untuk area perkotaan

Dipasarkan di tengah persaingan EV kompak yang padat

Lafa 5 versi standar lebih dulu diperkenalkan dengan harga awal 92.800 yuan atau sekitar Rp232 jutaan. Model itu bersaing langsung dengan nama besar seperti Volkswagen ID.3, MG4, BYD Dolphin, dan Nio Firefly EV.

Masuknya varian Ultra memberi Leapmotor ruang untuk menantang kompetitor bukan hanya lewat harga, tetapi juga lewat spesifikasi yang lebih tinggi. Di pasar seperti China, pendekatan itu penting karena pembeli EV kompak kini makin selektif dalam memilih produk yang menawarkan nilai lebih dari sekadar listrik dan efisiensi.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi Leapmotor yang tengah mempercepat peluncuran model baru. Selain Lafa 5 Ultra, SUV andalan Leapmotor D19 dijadwalkan meluncur pada 16 April, sementara A10, A05, dan D99 juga sudah masuk dalam rencana produk berikutnya.

Momentum bisnis Leapmotor ikut menguat

Di sisi bisnis, Leapmotor memperlihatkan tren yang positif. Perusahaan mencatat pengiriman 50.029 unit pada Maret, naik 34,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melonjak 78,25 persen dari bulan sebelumnya.

Pencapaian itu juga memutus tren penurunan pengiriman selama tiga bulan berturut-turut. Sepanjang kuartal pertama, total pengiriman mencapai 110.155 unit atau naik 25,82 persen secara tahunan, meski masih turun 45,21 persen dibandingkan kuartal keempat sebelumnya.

Didukung Stellantis NV, produsen kendaraan listrik asal China itu bahkan disebut mencatat pengiriman hampir 600.000 unit sepanjang 2025 dan untuk pertama kalinya membukukan profitabilitas penuh dalam satu tahun. Dengan kombinasi pertumbuhan bisnis dan produk baru seperti Lafa 5 Ultra, Leapmotor tampak menyiapkan langkah lebih agresif untuk mempertahankan momentum di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Exit mobile version