
Honda Super-One mulai menarik perhatian karena Honda sudah memberi sinyal bahwa mobil listrik bergaya city car ini akan dipasarkan di Indonesia. Model ini juga sudah muncul di berbagai momen penting, mulai dari dipamerkan di ajang otomotif nasional sampai tercatat di basis data kendaraan di Jakarta, sehingga spekulasi kehadirannya di pasar Tanah Air makin kuat.
Di Jepang, Honda membuka keran pemesanan Super-One pada 16 April 2026, tetapi unit ini sudah lebih dulu diperlihatkan dalam bentuk prototipe dan dijajal langsung oleh media. Untuk pasar Indonesia, kehadirannya dinilai cukup relevan karena Honda menempatkannya sebagai mobil kecil listrik yang tetap praktis untuk penggunaan harian di perkotaan.
Posisi Super-One di jajaran mobil listrik Honda
Honda Super-One bisa dipahami sebagai versi lebih lebar dari Honda N-One e:, yang merupakan model khusus pasar Jepang dengan regulasi kei-car. Karena itu, N-One e: tampil lebih kecil dan imut, sedangkan Super-One hadir dengan bodi yang lebih berisi dan gaya yang lebih sporty.
Strategi ini juga menunjukkan bahwa Honda tidak hanya membidik Jepang. Model tersebut digadang masuk ke pasar setir kanan lain seperti Asia Tenggara dan Britania Raya dengan nama Super-N, sehingga Indonesia punya peluang besar masuk dalam daftar pasar yang dibidik.
Performa: mesin tetap sama, ada Boost Mode
Berdasarkan informasi yang beredar, spesifikasi dasar Super-One tidak berbeda dari N-One e:. Motor listriknya menghasilkan tenaga 64 PS atau 47 kW dengan torsi 162 Nm, angka yang cukup untuk sebuah mobil kota berukuran kecil.
Perbedaan utama ada pada fitur Boost Mode yang menaikkan output menjadi 95 PS atau 70 kW. Fitur ini membuat respons akselerasi terasa lebih agresif, terutama saat pengemudi membutuhkan tenaga ekstra di jalan perkotaan atau saat menyalip.
Honda juga melengkapi Super-One dengan Active Sound Control, yaitu suara artifisial yang dibuat menyerupai karakter mobil sport. Selain itu, tersedia paddle shift yang mensimulasikan perpindahan gigi hingga 7-percepatan, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih interaktif meski mobil ini sepenuhnya bertenaga listrik.
Baterai dan pengisian daya
Honda belum mengonfirmasi kapasitas baterai Super-One secara resmi. Namun, sejumlah laporan memperkirakan dimensinya tetap sama seperti N-One e:, yakni 29,6 kWh.
Jika perkiraan itu benar, jarak tempuhnya juga kemungkinan tetap serupa dengan N-One e:, yaitu 295 km berdasarkan siklus WLTC. Angka ini cukup menarik untuk mobil listrik kompak yang ditujukan untuk mobilitas harian di dalam kota.
Untuk pengisian daya, Super-One diperkirakan masih mendukung DC fast charging hingga 50 kW. Dengan daya sebesar itu, pengisian dari 20 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 30 menit.
Sementara itu, untuk pengisian AC 6 kW, waktu yang dibutuhkan mencapai 4,5 jam. Kombinasi ini membuat Super-One cukup fleksibel digunakan, baik di rumah maupun di stasiun pengisian cepat.
Desain eksterior mengusung nuansa retro
Daya tarik lain Super-One datang dari tampilannya. Mobil ini membawa bahasa desain retro yang terinspirasi dari Honda City versi Jepang, terutama pada bentuk lampu depan bulat yang tetap dipertahankan.
Nuansa sporty makin kuat lewat sentuhan wide-body, terutama pada bagian fender. Hadirnya pelek 15 inci juga membuat proporsinya terlihat lebih padat dan mantap, cocok dengan karakter mobil listrik perkotaan yang ingin tampil beda.
Honda menambahkan ventilasi udara di tiap sudut bemper untuk membantu aliran udara di sekitar roda. Port pengisian daya ditempatkan di grille, dengan dua jenis colokan untuk pasar Jepang, sedangkan versi global disebut memakai standar CCS2.
Kabin lebih modern, tetap sederhana
Bagian dalam Super-One masih memiliki kemiripan kuat dengan N-One e:. Meski begitu, Honda memberi aksen striping biru-putih agar interior tidak terasa monoton dan tetap punya kesan lebih segar.
Berikut fitur kabin yang sudah terungkap:
- Head unit 9 inci dengan konektivitas lengkap.
- Dukungan Android Auto dan Apple CarPlay.
- Panel instrumen digital 7 inci.
- Tata letak kabin sederhana, namun fungsional untuk penggunaan harian.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Honda menjaga karakter mobil kecil yang praktis, tetapi tetap menghadirkan unsur modern yang dibutuhkan konsumen masa kini.
Kode NJKB sudah muncul di Jakarta
Sinyal lain yang membuat Super-One ramai dibicarakan datang dari laman resmi Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di sana tercantum kode JG6A EV ZZE dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebesar Rp257 juta.
Angka itu belum termasuk pajak dan bea lainnya, sehingga belum bisa dijadikan harga jual final. Meski begitu, kemunculan NJKB ini memperkuat dugaan bahwa Honda sedang menyiapkan Super-One untuk pasar Indonesia secara serius.
Bagi pasar lokal, tantangan terbesar tentu ada pada harga. Jika Honda ingin bersaing dengan merek-merek Tiongkok yang agresif di segmen EV, banderol Super-One harus tetap kompetitif tanpa mengorbankan identitas, kualitas, dan nilai merek yang selama ini melekat pada Honda.
Dengan desain retro yang kuat, performa yang lebih hidup lewat Boost Mode, serta peluang masuk Indonesia yang semakin nyata, Honda Super-One berpotensi menjadi salah satu mobil listrik paling menarik di kelas city car saat resmi hadir nanti.
Source: www.oto.com








