Video sopir bus yang menyetir sambil memangku seorang wanita memicu perhatian luas di media sosial Malaysia. Rekaman itu memperlihatkan wanita duduk di pangkuan sang sopir saat kendaraan masih berjalan, lalu mendorong otoritas setempat bergerak cepat untuk menelusuri identitas pihak yang terlibat.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di Malaysia dan ramai dibagikan setelah beredar di Facebook. Berdasarkan laporan The Straits Times, bus itu sedang dalam perjalanan dari Terminal Bersepadu Selatan di Kuala Lumpur menuju Kulai, Johor, sehingga insiden ini langsung menyedot perhatian karena melibatkan angkutan umum yang membawa banyak risiko keselamatan.
Kronologi video yang beredar
Dalam potongan video yang beredar, wanita tampak berada di kursi sopir dan duduk di pangkuannya saat kendaraan melaju. Kondisi itu menimbulkan kritik keras karena tangan sopir tidak fokus penuh pada kemudi dan perhatian terhadap jalan diduga ikut terganggu.
Insiden ini kemudian diperiksa oleh aparat setempat setelah identitas sopir dan perusahaan bus berhasil dilacak. Direktur Penegakan Hukum Senior Departemen Transportasi Jalan Raya, Datuk Muhammad Kifli Ma Hassan, mengatakan sopir bus sudah dipanggil untuk dimintai keterangan pada 1 April.
Tanggapan polisi dan alasan kasus dianggap serius
Kepala Kepolisian Jasin, Lee Robert, menyebut hasil penyelidikan awal menunjukkan insiden terjadi sekitar pukul 19.30 pada hari Minggu. Ia menegaskan tindakan itu sangat berbahaya karena dapat mengalihkan konsentrasi pengemudi dan memicu gangguan serius di jalan.
Lee menekankan bahwa kasus ini lebih berat karena melibatkan kendaraan umum. Dalam pernyataannya kepada The Star Malaysia, ia mengatakan tingkat disiplin dan tanggung jawab tinggi seharusnya melekat pada pengemudi angkutan penumpang.
Polisi juga mengingatkan bahwa tindakan seperti itu tidak hanya membahayakan penumpang di dalam bus, tetapi juga pengguna jalan lain. Dalam konteks kendaraan besar yang melaju di jalan umum, sedikit gangguan pada fokus sopir bisa berdampak luas pada keselamatan.
Langkah penyelidikan yang dilakukan
Aparat meminta sopir dan wanita yang terekam dalam video datang ke kantor Departemen JPJ di markas kepolisian distrik Jasin untuk membantu penyidikan. Polisi belum mengumumkan hubungan antara keduanya karena status relasi itu masih ditelusuri.
Kasus ini diselidiki berdasarkan pasal 42(1) Undang-undang Lalu Lintas Jalan Raya Tahun 1987 di Malaysia. Pasal tersebut kerap digunakan dalam penanganan pelanggaran lalu lintas yang dinilai berbahaya atau menunjukkan perilaku mengemudi yang agresif dan tidak aman.
Berikut ringkasan fakta utama yang sudah terungkap:
- Video memperlihatkan sopir bus menyetir sambil memangku wanita.
- Kejadian berlangsung di Malaysia dan viral di media sosial.
- Bus disebut melaju dari Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur, menuju Kulai, Johor.
- Insiden diduga terjadi sekitar pukul 19.30 pada hari Minggu.
- Sopir telah dipanggil untuk memberi keterangan kepada otoritas terkait.
- Polisi menyelidiki kasus ini di bawah pasal 42(1) Undang-undang Lalu Lintas Jalan Raya 1987.
Mengapa kasus ini memicu sorotan luas
Publik biasanya memberi perhatian besar pada pelanggaran yang terjadi di kendaraan umum karena menyangkut keselamatan banyak orang. Saat sopir bus terlihat tidak memusatkan perhatian pada jalan, kekhawatiran soal kecelakaan, pengereman terlambat, hingga hilangnya kendali kendaraan langsung meningkat.
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana rekaman singkat di media sosial bisa cepat berubah menjadi bahan pemeriksaan resmi. Dalam banyak kasus lalu lintas, video viral sering menjadi pintu awal bagi aparat untuk menelusuri lokasi, waktu kejadian, hingga identitas pelaku.
Polisi di Malaysia pun telah mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan nyawa. Imbauan itu menjadi penting karena bus termasuk moda transportasi yang menuntut disiplin tinggi, baik dari sisi pengemudi maupun perusahaan operatornya.
Hingga proses penyelidikan berjalan, perhatian publik masih tertuju pada rincian hubungan antara sopir dan wanita dalam video tersebut serta kemungkinan sanksi yang akan dikenakan. Kasus ini tetap menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan tidak boleh dikompromikan, apalagi ketika kendaraan yang dikemudikan membawa penumpang dalam jumlah banyak.
Source: oto.detik.com