Nissan dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan Chery untuk memproduksi mobil di pabriknya di Sunderland, Inggris. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk menaikkan tingkat utilisasi fasilitas produksi yang saat ini baru sekitar 50%.
Informasi tersebut berasal dari laporan Financial Times yang menyebut diskusi itu sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Namun, dua sumber yang mengetahui pembahasan itu menegaskan bahwa negosiasi belum tentu berujung pada kesepakatan komersial.
Mengapa Nissan mencari mitra produksi
Pabrik Sunderland menjadi salah satu aset penting Nissan di Eropa, tetapi kapasitasnya belum terpakai optimal. Dengan level utilisasi hanya sekitar separuh, perusahaan mencari cara agar lini produksi bisa lebih efisien dan biaya operasional lebih terkendali.
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa fasilitas Sunderland punya beberapa jalur produksi di gedung yang berbeda. Struktur ini dinilai memudahkan pembagian sumber daya dengan produsen mobil lain bila kerja sama benar-benar terjadi.
Chery masuk radar karena tumbuh cepat di Inggris
Chery muncul sebagai kandidat yang menarik karena kinerjanya di pasar Inggris sedang naik pesat. Financial Times melaporkan bahwa grup otomotif asal China itu menjadi merek Tiongkok dengan pertumbuhan tercepat di Inggris, dengan pangsa pasar keseluruhan mencapai 6% pada Maret, naik dari hanya 1% setahun sebelumnya.
Peningkatan itu menunjukkan Chery punya dorongan kuat untuk memperluas jejak lokal di pasar Eropa. Bagi produsen seperti Nissan, pola ekspansi tersebut bisa menjadi dasar kerja sama yang saling menguntungkan, terutama untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada tanpa membangun pabrik baru dari nol.
Diskusi belum hanya dengan Chery
Nissan disebut tidak hanya berbicara dengan Chery. Selama setahun terakhir, perusahaan Jepang itu juga dikabarkan melakukan pembahasan serupa dengan beberapa merek lain, termasuk Ford, Stellantis, dan Volkswagen.
Langkah tersebut mengindikasikan Nissan sedang melihat berbagai opsi untuk meningkatkan penggunaan pabrik Sunderland. Di tengah tekanan industri otomotif global, kolaborasi produksi sering dipilih sebagai strategi untuk menjaga kelincahan bisnis dan memperpanjang umur aset manufaktur.
Kondisi pabrik Sunderland dan tenaga kerja
Nissan merupakan salah satu pemberi kerja otomotif terbesar di Inggris, dengan sekitar 6.000 pekerja penuh waktu di pabrik Sunderland. Dalam konteks industri yang terus berubah, angka itu menjadikan setiap keputusan terkait masa depan pabrik memiliki dampak besar bagi rantai pasok dan tenaga kerja lokal.
Kehadiran model baru juga membantu pemulihan kapasitas pabrik. Produksi All-New Leaf listrik disebut telah mendorong utilisasi naik signifikan dari level di bawah 30%, sementara model Juke listrik baru juga akan dibuat di lokasi yang sama dan diperkirakan mulai dijual pada 2027.
Faktor yang membuat negosiasi ini penting
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan industri otomotif, pembicaraan Nissan dan Chery menarik karena mencerminkan tiga tren besar berikut:
- Meningkatnya kerja sama lintas merek untuk menekan biaya produksi.
- Pabrikan China yang semakin agresif membangun basis lokal di luar negeri.
- Produsen Jepang yang menata ulang aset global di tengah tekanan restrukturisasi.
Tren itu juga terlihat dari langkah Chery di negara lain. Pada Januari, perusahaan tersebut sepakat membeli pabrik perakitan mobil Nissan di Afrika Selatan untuk memperkuat produksi lokal di luar negeri, sementara aset pabrik Nissan di Rosslyn dijadwalkan berpindah pada pertengahan 2026.
Chery juga memiliki pabrik manufaktur di Barcelona, Spanyol, yang sebelumnya dibeli dari Nissan. Di sisi lain, masa depan pabrik Sunderland tetap dipantau ketat karena Nissan sedang menjalankan restrukturisasi global besar, termasuk penutupan permanen sejumlah fasilitas dan pemangkasan hingga 20.000 pekerjaan di seluruh dunia.
Dalam situasi seperti ini, setiap pembahasan dengan mitra baru akan sangat menentukan arah bisnis Nissan di Inggris. Jika kerja sama dengan Chery berlanjut, pabrik Sunderland berpotensi mendapat peran yang lebih besar dalam strategi produksi global kedua perusahaan.
Source: cnevpost.com