Program Makan Bergizi Gratis disebut ikut mendorong kebutuhan kendaraan niaga untuk distribusi logistik ke berbagai wilayah. Di tengah kondisi itu, penjualan Daihatsu Gran Max tercatat melonjak hingga 40 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan paling terlihat pada varian pickup dan blind van yang selama ini menjadi andalan di segmen usaha. Daihatsu menyebut Gran Max menjadi model dengan pertumbuhan paling cepat dalam beberapa bulan terakhir di pasar otomotif nasional.
Penjualan Gran Max Naik Tajam
Marketing dan CR Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengungkapkan penjualan Gran Max Pickup naik dari sekitar 3.300 unit menjadi 4.200 unit. Sementara itu, Gran Max blind van meningkat dari kisaran 1.200 unit menjadi 2.300 unit.
Data itu menunjukkan lonjakan yang signifikan pada lini kendaraan komersial Daihatsu. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan armada distribusi, termasuk untuk kegiatan logistik yang berkaitan dengan program MBG.
Meski begitu, Daihatsu belum menyimpulkan bahwa seluruh lonjakan itu murni berasal dari efek program pemerintah tersebut. Perusahaan menilai sumber permintaan datang dari beberapa kanal sekaligus, sehingga sulit dipisahkan secara spesifik.
Tri Mulyono mengatakan pesanan masuk bukan hanya dari pembeli ritel, tetapi juga dari segmen fleet. Menurut dia, banyak order datang dari perusahaan logistik dan perusahaan rental, sedangkan pembelian atas nama pribadi tidak mudah ditelusuri tujuan pemakaiannya.
Efek MBG dan Permintaan Logistik
Program MBG menciptakan kebutuhan distribusi yang lebih besar karena makanan harus dikirim ke banyak titik. Kondisi itu membuat kendaraan niaga ringan seperti pickup dan blind van menjadi relevan karena fleksibel untuk pengangkutan barang dalam skala operasional harian.
Dalam konteks ini, Gran Max berada pada posisi yang diuntungkan. Model tersebut sudah lama dikenal di kalangan pelaku usaha kecil hingga perusahaan yang membutuhkan armada distribusi dengan kapasitas angkut praktis.
Lonjakan penjualan juga memperlihatkan bahwa pasar kendaraan komersial masih bergerak aktif. Ketika kebutuhan logistik meningkat, pelaku usaha cenderung mencari kendaraan yang cepat dioperasikan dan mudah dirawat.
Andalan Daihatsu di Segmen Komersial
Di tengah persaingan yang ketat, Daihatsu belum berencana melakukan penyegaran pada Gran Max dalam waktu dekat. Perusahaan menilai produk tersebut masih kompetitif dan tetap kuat di pasar komersial.
Salah satu faktor yang diandalkan adalah jaringan layanan purna jual. Marketing Deputy Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokki Irvayandi, menyebut Daihatsu memiliki jaringan servis yang luas di seluruh Indonesia.
Menurut Rokki, dukungan itu juga diperkuat oleh layanan mobile service untuk pelanggan yang lokasinya jauh dari bengkel. Skema ini dinilai penting agar kendaraan operasional tetap mendapat penanganan tanpa harus menghentikan aktivitas usaha terlalu lama.
Daihatsu juga menonjolkan ketersediaan suku cadang sebagai nilai tambah. Rokki mengatakan perusahaan memiliki lebih dari 3.000 channel spare part untuk menopang kebutuhan pelanggan di berbagai daerah.
Jaringan suku cadang yang luas dinilai krusial bagi kendaraan niaga yang dipakai setiap hari. Pelaku usaha umumnya membutuhkan perbaikan cepat agar distribusi barang tidak terganggu ketika kendaraan mengalami kendala teknis.
Persaingan dan Posisi Gran Max
Dengan penjualan yang melejit dan dukungan layanan yang besar, Gran Max masih diposisikan sebagai tulang punggung Daihatsu di segmen komersial. Perusahaan pun tetap optimistis model ini akan terus menjadi pilihan utama pelanggan.
Optimisme itu muncul ketika permintaan datang dari berbagai segmen, mulai dari ritel sampai pembelian armada perusahaan. Selama kebutuhan distribusi tetap tinggi, terutama dari sektor logistik, pickup dan blind van seperti Gran Max berpeluang terus mencatat performa positif di pasar Indonesia.
Source: www.suara.com






