5 Mobil Bekas 2016 Ini Masih Masuk Akal, Pakai BBM Non Subsidi pun Tak Gampang Bikin Tekor

Mobil bekas keluaran 2016 masih menjadi opsi menarik untuk kebutuhan harian karena harga pasarnya sudah turun cukup jauh. Pada saat yang sama, model-model di kelas LCGC dan MPV kecil dari periode ini masih dinilai relevan untuk mobilitas keluarga maupun komuter.

Di pasar mobil bekas, kisaran harganya berada di rentang sekitar Rp70 juta sampai Rp130 jutaan. Sejumlah model juga dikenal tetap efisien meski menggunakan BBM non subsidi, dengan pajak tahunan yang relatif ringan dan biaya perawatan yang tidak terlalu membebani.

Bagi pencari mobil dengan anggaran mulai Rp80 jutaan, fokus utama biasanya ada pada tiga hal. Ketiganya adalah konsumsi BBM yang hemat, suku cadang mudah dicari, dan karakter mesin yang sudah teruji untuk penggunaan rutin.

Referensi dari Suara.com menyoroti lima model produksi 2016 yang masuk kriteria tersebut. Daftarnya mencakup Toyota Calya, Daihatsu Sigra, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan Honda Brio Satya.

Pilihan yang menonjol untuk keperluan irit harian

Toyota Calya 1.2L menjadi salah satu pilihan paling aman di kelas mobil keluarga murah. Harga pasarannya disebut berada di level Rp82–105 juta, dengan mesin 1.2L 3NR-VE 4-silinder DOHC Dual VVT-i bertenaga 88 PS dan torsi 108 Nm.

Konsumsi BBM Calya berada di kisaran 14–19 km/liter. Pajak tahunannya sekitar Rp1,5–1,9 juta, sementara nilai lebihnya ada pada kabin yang lega untuk 7 penumpang serta ketersediaan suku cadang yang melimpah.

Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan sebelum membeli unit bekasnya. Suspensi belakang disebut bisa terasa amblas saat mobil membawa muatan penuh.

Daihatsu Sigra 2016 juga masuk daftar karena menawarkan banderol lebih terjangkau. Menurut referensi, harga pasarannya berada di kisaran Rp80–100 juta dengan pilihan mesin 1.0L 1KR-VE bertenaga 67 PS atau 1.2L 3NR-VE dengan tenaga 88 PS.

Untuk efisiensi, Sigra 1.0L disebut bisa mencatat konsumsi 16–20 km/liter. Pajak tahunan berkisar Rp1,2–1,5 juta, sehingga model ini cukup menarik bagi pembeli yang ingin menekan biaya kepemilikan sejak awal.

Kelebihan utama Sigra terletak pada harga beli yang lebih ramah dibanding Calya. Meski begitu, tipe terendah D dan M disebut memiliki fitur keselamatan yang sangat minim, sehingga pengecekan varian menjadi penting saat berburu unit bekas.

Jika mengutamakan kenyamanan dan tenaga

Suzuki Ertiga 1.4L versi Dreza atau facelift juga patut dilirik di kisaran harga Rp105–125 juta. Mobil ini memakai mesin K14B 1.4L dengan tenaga 95 PS dan torsi 130 Nm.

Untuk pemakaian harian, konsumsi BBM Ertiga disebut ada di rentang 14–18 km/liter. Pajak tahunannya sekitar Rp1,8–2,2 juta, dengan nilai jual utama berupa kabin yang lebih senyap dan suspensi yang nyaman di kelasnya.

Karakter itu membuat Ertiga cocok bagi pengguna yang sering membawa keluarga atau menempuh perjalanan lebih jauh. Kekurangannya, radius putar mobil ini tergolong cukup besar sehingga manuver di area sempit bisa terasa kurang praktis.

Honda Mobilio 1.5L menawarkan pendekatan berbeda. Harga pasarannya Rp95–135 juta, dengan mesin 1.5L i-VTEC yang mencatat tenaga 118 PS dan torsi 145 Nm, tertinggi di antara daftar ini.

Efisiensinya tetap cukup baik di angka 14–17 km/liter. Pajak tahunan berada di kisaran Rp2,1–2,5 juta, sehingga masih masuk akal bagi pembeli yang ingin performa lebih kuat tanpa beralih ke mobil baru yang jauh lebih mahal.

Kelebihan Mobilio ada pada karakter mesin yang responsif. Di sisi lain, ground clearance yang rendah membuatnya lebih rawan gasruk saat melewati jalan bergelombang atau kontur aspal yang kurang rata.

Opsi ringkas untuk penggunaan perkotaan

Bagi yang lebih sering berkendara di jalan kota, Honda Brio Satya 1.2L facelift bisa jadi pilihan menarik. Mobil ini disebut memiliki harga pasaran Rp95–115 juta, dengan mesin 1.2L L12B, tenaga 90 PS, dan torsi 110 Nm.

Konsumsi BBM Brio ada di kisaran 16–21 km/liter. Pajak tahunannya sekitar Rp1,8–2 juta, sehingga kombinasi efisiensi dan ukuran bodi yang kompak menjadi daya tarik utamanya.

Brio dikenal lincah dan menyenangkan untuk dikendarai di wilayah perkotaan. Kekurangannya, kapasitas bagasi tergolong sempit sehingga kurang ideal bila kebutuhan angkut barang menjadi prioritas utama.

Melihat data harga, konsumsi BBM, dan beban pajak tahunan, mobil-mobil bekas produksi 2016 ini masih cukup rasional untuk dipertimbangkan. Pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan, apakah lebih mengutamakan kabin 7 penumpang, kenyamanan keluarga, performa mesin, atau kelincahan saat dipakai menembus lalu lintas harian.

Source: www.suara.com

Terkait