Wuling mulai membuka detail spesifikasi SUV 7-seater terbarunya, Eksion, yang sebelumnya sudah diperkenalkan sebagai calon mobil baru untuk pasar Indonesia. Model ini hadir dalam dua opsi powertrain, yaitu EV dan PHEV, sehingga posisinya langsung menarik perhatian di tengah kebutuhan pasar terhadap SUV keluarga yang lebih modern dan efisien.
Dari informasi yang dibocorkan, Eksion juga membawa paket fitur yang cukup komplet untuk sebuah SUV keluarga. Pertanyaan yang kemudian muncul bukan hanya soal teknologi dan kelengkapan, tetapi juga soal harga jual yang paling masuk akal agar mobil ini kompetitif di kelasnya.
Dimensi yang mirip SUV keluarga populer
Secara ukuran, Wuling Eksion punya panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Angka ini membuatnya terlihat berada di kelas yang tidak jauh dari SUV keluarga besar lain yang sudah lebih dulu dikenal di Indonesia.
Wuling juga memakai pelek 18 inci untuk Eksion. Di sektor kaki-kaki, SUV ini mengandalkan suspensi depan McPherson dan suspensi belakang Multi-Link Independent, kombinasi yang umumnya dirancang untuk memberi keseimbangan antara kenyamanan dan kestabilan.
Kabinnya dibuat terasa premium
Bagian interior Eksion tampil dengan paduan warna Walnut Brown dan Carbon Black. Wuling juga memasang pengaturan jok elektrik untuk kursi baris depan, sementara kursi di baris pertama sudah dibekali ventilated seat.
Fitur lain yang ikut disematkan adalah Electric Panoramic Roof dan material soft touch pada dasbor. Di tengah dashboard terdapat layar 12,8 inci, lalu di balik setir ada MID pada layar TFT 8,8 inci, serta wireless charging di konsol tengah.
Kesan luas juga diperkuat lewat kapasitas bagasi yang diklaim lega. Saat baris kedua dan ketiga dilipat, ruang penyimpanan bisa mencapai 1.788 liter, sementara electric power tailgate membantu akses keluar masuk barang menjadi lebih praktis.
Pilihan EV dan PHEV jadi nilai jual utama
Eksion versi PHEV diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.000 km lebih berdasarkan pengujian CLTC saat baterai dan tangki bensin terisi penuh. Varian ini memadukan mesin hybrid 1.5 L dengan baterai 20,5 kWh dan sudah mendukung fast charging CCS2.
Sementara itu, Eksion EV membawa baterai 69,2 kWh dan motor listrik 150 kW. Di atas kertas, tenaga putarnya mencapai 310 Nm, dengan klaim jarak tempuh hingga 530 km berdasarkan CLTC.
Kehadiran dua opsi ini menunjukkan Wuling tidak hanya menyasar pembeli yang mencari mobil listrik murni, tetapi juga konsumen yang masih menginginkan fleksibilitas penggunaan harian dan perjalanan jauh. Strategi seperti ini bisa membuat Eksion punya daya tarik lebih luas jika banderolnya disusun dengan tepat.
Fitur keselamatan cukup lengkap
Di sisi keselamatan, Wuling membekali Eksion dengan 6 SRS Airbag, Isofix, ABS+EBD with ESC, EPB with Auto-Hold, Hill Hold Control, TPMS, dan Pedestrian Warning Sound. Fitur-fitur dasar ini penting untuk menunjang penggunaan keluarga, terutama pada mobil berkapasitas tujuh penumpang.
Eksion juga sudah dibekali ADAS Level 2 dengan sederet fungsi bantuan berkendara. Fitur yang tercantum meliputi ACC, Intelligent Driving Assist, FCW, AEB, LDW, BSD, LCA, DOW, RCW, RCTA, dan IHMA.
Lalu, cocok dijual di harga berapa?
Hingga saat ini, Wuling belum membuka harga resmi Eksion. Dengan ukuran bodi yang besar, kabin yang mewah, jarak tempuh yang jauh, serta fitur bantuan mengemudi yang lengkap, mobil ini jelas tidak masuk kategori SUV murah.
Jika Wuling ingin Eksion punya posisi yang kuat di pasar, harga perlu dibuat seimbang antara teknologi, kapasitas, dan citra merek. Di sisi lain, banderol yang terlalu tinggi bisa membuatnya sulit bersaing dengan nama-nama yang sudah lebih dulu mapan di segmen SUV keluarga besar.
