
Salah satu konsumen Jaecoo J5 EV melaporkan adanya bunyi gesekan yang terdengar saat mobil listrik tersebut melintas di jalan menurun dan berbelok. Keluhan itu mencuat setelah sebuah video beredar di akun TikTok milik Vindo Constantine, yang memperlihatkan J5 EV dikendarai di tanjakan dan turunan dengan kecepatan rata-rata 28-30 kpj di layar MID.
Jaecoo Indonesia merespons temuan tersebut dengan menyebut tim mereka sudah langsung berkomunikasi dengan konsumen. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengatakan pihaknya juga melihat isu ini sebagai hal yang perlu ditangani secara cepat karena menyangkut pengalaman penggunaan kendaraan baru.
Bunyi berasal dari sistem ESC
Ilham menjelaskan bahwa suara yang terdengar tidak berkaitan dengan masalah keselamatan kendaraan. Menurut dia, bunyi itu berasal dari sistem Electronic Stability Control (ESC) yang aktif saat mobil melewati kondisi jalan tertentu.
“Untuk bunyi dari sistem Electronic Stability Control (ESC), itu tidak ada pengaruh terhadap fitur keselamatan. Dan, kami akan melakukan pembaharuan software untuk menghilangkan bunyi tersebut, pada fitur ESP,” ujar Ilham kepada KabarOto.
Pernyataan itu menegaskan bahwa fungsi utama sistem tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. ESC bekerja menjaga stabilitas mobil agar tidak mengalami oversteer maupun understeer saat mobil menghadapi kondisi jalan yang menuntut koreksi arah.
Muncul saat mobil melewati turunan dan tikungan
Jaecoo Indonesia menjelaskan bunyi tersebut umumnya muncul ketika kendaraan melewati jalan menurun dan berbelok. Respons suara itu merupakan efek kerja sistem ESC saat mengambil peran menjaga kendaraan tetap stabil meski roda dan arah mobil menghadapi beban yang berubah.
Dalam penjelasannya, Ilham menekankan bahwa kondisi seperti itu bukan berarti mobil kehilangan kendali. “Aktualnya kendaraan masih dapat dikendalikan penuh oleh driver,” kata dia.
Langkah perbaikan software disiapkan
Pabrikan menyampaikan bahwa solusi yang disiapkan adalah pembaruan perangkat lunak. Langkah ini diarahkan untuk menghilangkan bunyi yang dikeluhkan konsumen tanpa mengubah fungsi dasar sistem keselamatan yang sudah ada di mobil.
Respons ini juga menunjukkan bahwa Jaecoo memilih penanganan teknis yang berbasis pada software, bukan perbaikan mekanis besar. Pendekatan seperti ini lazim dipakai ketika sumber suara berasal dari kalibrasi atau karakter kerja sistem elektronik kendaraan.
Reaksi konsumen dan komunikasi pabrikan
Kasus ini menjadi perhatian karena Jaecoo J5 EV masih tergolong model baru di pasar. Ketika keluhan muncul pada fase awal penggunaan, kecepatan respons pabrikan sering menjadi sorotan karena memengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas produk.
Jaecoo Indonesia menyebut komunikasi dengan konsumen sudah berjalan dan pihak pemilik kendaraan bersikap kooperatif. Hal itu penting agar proses pengecekan dan tindak lanjut bisa dilakukan tanpa hambatan tambahan.
Di sisi lain, informasi dari pabrikan juga memberi gambaran bahwa suara yang terdengar tidak otomatis menandakan kerusakan. Kondisi tersebut justru mengarah pada karakter kerja fitur ESC yang aktif saat mobil melewati situasi tertentu di jalan.
Apa arti penjelasan ini bagi pengguna J5 EV
Bagi pemilik atau calon pengguna Jaecoo J5 EV, penjelasan resmi ini memberi kepastian awal bahwa bunyi yang terdengar telah diidentifikasi sumbernya. Pabrikan menegaskan bahwa sistem keselamatan tetap berfungsi normal dan pembaruan software sedang disiapkan untuk meredam suara tersebut.
Kasus ini sekaligus memperlihatkan bahwa kendaraan listrik modern sangat bergantung pada sistem elektronik untuk menjaga performa dan stabilitas. Dalam situasi seperti ini, komunikasi teknis dari pabrikan menjadi penting agar pengguna memahami perbedaan antara bunyi operasional sistem dan indikasi gangguan pada kendaraan.
Source: kabaroto.com








