Aksesori mobil kerap dipilih untuk menambah kenyamanan, gaya, atau fungsi praktis di dalam kendaraan. Namun, beberapa aksesori justru mengganggu cara kerja fitur keselamatan yang sudah dirancang pabrikan untuk melindungi penumpang saat terjadi benturan.
Risikonya sering tidak terasa saat mobil digunakan harian. Bahaya baru terlihat ketika kecelakaan terjadi, karena sabuk pengaman, airbag, dan struktur kendaraan bisa bekerja tidak sesuai fungsi aslinya.
Aksesori yang bisa menonaktifkan perlindungan dasar
Salah satu aksesori yang paling berbahaya adalah dummy seatbelt buckles. Benda ini dibuat untuk menipu sistem mobil agar menganggap sabuk pengaman sudah terpasang, lalu mematikan bunyi peringatan yang biasanya mengingatkan pengemudi.
Padahal, bunyi peringatan itu berfungsi mendorong kebiasaan memakai sabuk pengaman. National Highway Traffic Safety Administration menyebut sabuk pengaman menyelamatkan hampir 15.000 nyawa pada 2017, sementara data lain yang dikutip sumber menunjukkan hampir 49% korban tewas dalam kecelakaan mobil pada 2023 tidak mengenakan sabuk pengaman.
Tanpa sabuk pengaman, tubuh bisa terlempar ke depan saat tabrakan. Dalam kondisi itu, airbag justru dapat mendorong tubuh dengan kekuatan besar dan memicu cedera yang lebih berat.
Lift kits dan perubahan karakter kendaraan
Lift kit pada truk sering dipasang untuk kebutuhan off-road karena membuat bodi kendaraan lebih tinggi. Masalahnya, perubahan tinggi tersebut juga menggeser pusat gravitasi dan dapat membuat truk lebih mudah terguling saat berbelok tajam.
Aksesori ini juga menambah tekanan pada ball joint dan komponen suspensi lain. Jika bagian-bagian itu aus atau gagal, pengemudi bisa kehilangan kendali, terutama saat melaju kencang atau melewati jalan yang tidak rata.
Dampak lain muncul pada desain benturan. Posisi bumper yang ikut naik dapat membuat tabrakan dari belakang berlangsung lebih keras, karena bagian depan truk tidak lagi berada pada ketinggian yang ideal untuk menyerap benturan ringan.
Bull bars bukan pelindung tanpa konsekuensi
Bull bar sering dianggap sebagai pelindung tambahan di bagian depan kendaraan. Dalam kondisi tertentu, alat ini memang bisa berguna, misalnya saat kendaraan sering melewati area pedesaan dan berpotensi bertemu hewan besar di jalan.
Namun, dalam pemakaian umum, bull bar menambah bobot kendaraan dan dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar. Komponen ini juga berisiko mengganggu cara airbag bekerja ketika tabrakan terjadi.
Bahaya lain tidak hanya dirasakan oleh pengemudi dan penumpang, tetapi juga oleh pihak di luar kendaraan. Struktur keras di bagian depan mobil dapat memperparah kerusakan pada kendaraan lain, infrastruktur, atau pejalan kaki.
Kenapa aksesori ini perlu diwaspadai
Masalah utama dari aksesori berbahaya bukan sekadar bentuknya, tetapi dampaknya terhadap sistem perlindungan standar kendaraan. Perangkat yang terlihat sepele bisa mengubah cara mobil merespons benturan dan menurunkan efektivitas fitur keselamatan yang sudah diuji pabrikan.
Karena itu, pemilihan aksesori tidak hanya perlu mempertimbangkan tampilan atau kenyamanan. Setiap tambahan pada mobil sebaiknya dipastikan tidak mengganggu sabuk pengaman, airbag, suspensi, maupun struktur depan kendaraan yang berperan penting saat kecelakaan terjadi.







