Palisade Terseret Insiden Kursi Elektrik di AS, Begini Sikap HMID Soal Recall di Indonesia

Insiden kursi elektrik pada Hyundai Palisade di Amerika Serikat memunculkan pertanyaan apakah model yang beredar di Indonesia ikut terdampak recall. PT Hyundai Motors Indonesia atau HMID menyatakan masih memantau perkembangan dari Hyundai Motor Company dan belum menyampaikan ada atau tidaknya penarikan unit di pasar domestik.

Kasus ini berawal dari dugaan kegagalan sistem pelipatan elektrik pada kursi baris kedua dan ketiga. Sistem tersebut disebut tidak mendeteksi keberadaan objek atau orang saat kursi dilipat, sehingga memunculkan risiko keselamatan serius.

Polemik recall di AS dan Kanada

Hyundai disebut harus menghentikan penjualan Palisade generasi terkini di Amerika Serikat dan Kanada. Langkah itu diikuti proses recall terhadap 68.500 unit yang terdampak isu pada kursi elektrik.

Kondisi ini wajar memunculkan kekhawatiran di pasar lain, termasuk Indonesia. Namun, HMID menegaskan bahwa masalah tersebut terjadi di Amerika Serikat, bukan di Indonesia.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa pihaknya akan menunggu arahan dari pusat sebelum mengambil langkah lanjutan. Ia juga menekankan bahwa sejauh ini belum ada insiden serupa di Indonesia.

“Jadi kalau untuk recall Palisade, ini kan kejadiannya ada di Amerika Serikat, bukan di Indonesia. Jadi di sini masih zero accident gitu ya. Tapi, tentunya kita akan pantau yang selaras dengan HMC,” kata Frans saat ditemui media di Jakarta, Kamis, 16 April.

HMID tunggu arahan Hyundai global

HMID belum memastikan apakah Palisade di Indonesia akan masuk daftar recall. Perusahaan memilih mengikuti panduan yang diberikan Hyundai Motor Company sebelum menentukan langkah berikutnya.

Frans menjelaskan bahwa penanganan masalah seperti ini bisa bergantung pada hasil evaluasi pusat. Salah satu kemungkinan yang disiapkan adalah pembaruan perangkat lunak untuk fitur terkait.

“Poinnya ada dua, yang pertama kami mengikuti guideline yang diberikan oleh HMC,” ujar Frans. “Dan teman-teman ataupun customer itu tidak perlu khawatir, karena perbaikan daripada masalah tersebut itu bisa dilakukan dengan namanya over the air (OTA).”

Pembaruan melalui OTA menjadi poin penting karena prosesnya tidak mengharuskan pemilik mobil datang ke bengkel. Dengan begitu, perbaikan bisa dilakukan secara lebih praktis jika memang ada instruksi resmi dari pabrikan.

Pemilik diminta cek pembaruan software

Selain menunggu arahan pusat, HMID juga meminta konsumen tetap memperhatikan kondisi kendaraan masing-masing. Langkah itu terutama terkait kemungkinan adanya pembaruan software yang perlu segera dipasang.

Frans mengingatkan agar pelanggan tidak mengabaikan notifikasi pembaruan yang mungkin muncul pada kendaraan. “Poin keduanya, bahwa customer tolong berhati-hati dan secepatnya untuk melakukan update terhadap software yang diberikan. Itu saja,” tambahnya.

Imbauan ini menunjukkan bahwa isu yang terjadi pada Palisade tidak hanya dilihat sebagai persoalan teknis, tetapi juga sebagai perhatian terhadap keselamatan pengguna. Karena itu, perusahaan menekankan pentingnya mengikuti update resmi dari sistem kendaraan.

Apa artinya bagi pemilik Palisade di Indonesia

Bagi pemilik Hyundai Palisade di Indonesia, informasi dari HMID saat ini belum mengarah pada kewajiban recall lokal. Posisi perusahaan masih menunggu keputusan dan panduan yang lebih jelas dari Hyundai global sebelum mengumumkan langkah resmi.

Di saat yang sama, HMID menilai perbaikan semacam ini berpotensi dilakukan secara digital lewat OTA. Jika mekanisme itu diterapkan, pemilik mobil tidak perlu repot membawa unit ke bengkel untuk menyelesaikan masalah pada software yang relevan.

Situasi ini membuat isu Palisade di Indonesia masih berada pada tahap pemantauan. Selama belum ada arahan resmi berikutnya, konsumen diminta tetap waspada, rutin memeriksa pembaruan software, dan mengikuti informasi dari Hyundai agar kendaraan tetap dalam kondisi aman.

Terkait