Pemerintah Pacu Mobil Nasional Listrik, Target Sedan Massal 2028 Makin Dekat

Badan Pengaturan BUMN mempercepat langkah pengembangan mobil nasional berbasis listrik melalui pertemuan strategis yang digelar pada Jumat (17/4/2026). Agenda ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian industri otomotif Indonesia sekaligus mendorong produksi massal kendaraan listrik buatan dalam negeri.

Pertemuan tersebut melibatkan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata dan CTO BPI Danantara sekaligus Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa. Pembahasan berfokus pada penguatan ekosistem otomotif nasional yang berkelanjutan serta penciptaan nilai tambah bagi perekonomian negara.

Dorongan ke industri otomotif nasional

BP BUMN menegaskan bahwa pengembangan mobil nasional tidak diposisikan semata sebagai proyek industri. Lembaga itu menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem otomotif nasional yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Poin itu juga disampaikan melalui akun Instagram resmi BP BUMN. Dalam keterangan singkatnya, lembaga tersebut menulis bahwa pengembangan mobil nasional menjadi bagian dari pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Arah kebijakan ini tidak lepas dari kebutuhan Indonesia untuk memperkuat kapabilitas produksi kendaraan berbasis listrik. Pemerintah melihat pengembangan mobil nasional sebagai peluang untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar dan memperbesar peran industri domestik.

Target produksi massal sedan listrik

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberi instruksi khusus terkait visi kepemilikan mobil asli buatan Indonesia. Ia menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan berbasis listrik secara mandiri dalam skala besar beberapa tahun ke depan.

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia sudah memiliki kemampuan memproduksi bus dan truk berbasis listrik. Ia juga menyebut target produksi massal electric sedan pada 2028 sebagai arah penting bagi industri manufaktur nasional.

Pernyataan itu menegaskan bahwa mobil nasional berbasis listrik tidak hanya menjadi simbol kebanggaan industri, tetapi juga penanda kemampuan teknologi dalam negeri. Jika target tersebut tercapai, Indonesia akan memasuki tahap baru dalam pengembangan kendaraan listrik produksi massal.

Kesiapan ekosistem dan tenaga kerja

Pemerintah memandang pengembangan proyek ini dapat memunculkan lapangan kerja baru. Di saat yang sama, proyek ini diharapkan mendorong inovasi teknologi dari talenta dalam negeri agar lebih banyak terserap ke sektor industri.

Penguatan infrastruktur industri juga masuk dalam pembahasan percepatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kesiapan rantai produksi, mulai dari koordinasi antar-BUMN hingga dukungan terhadap lini perakitan dan pengembangan komponen.

BP BUMN menilai pengembangan mobil nasional harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem industri yang kokoh. Pendekatan itu dibutuhkan agar proyek tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan benar-benar menghasilkan produk yang kompetitif di pasar.

Arah kendaraan energi bersih

Fokus utama dari percepatan ini tetap tertuju pada kendaraan berbasis energi bersih. Pilihan tersebut sejalan dengan agenda keberlanjutan lingkungan nasional yang semakin menonjol dalam kebijakan industri dan transportasi.

Indonesia juga tercatat sudah mulai memproduksi kendaraan listrik dengan tingkat komponen dalam negeri yang signifikan. Modal tersebut menjadi dasar penting untuk memperluas kapasitas produksi dan memperkuat posisi industri otomotif nasional di tengah persaingan global.

Dengan penguatan koordinasi antar-BUMN, percepatan pengembangan mobil nasional diharapkan berjalan lebih terarah. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun industri otomotif yang mandiri, berkelanjutan, dan lebih siap menghadapi pasar kendaraan listrik.

Terkait