Jualan Aion UT disebut melesat pada Maret karena model ini dinilai mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang dicari konsumen. CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa Aion UT dipilih sebagai salah satu solusi mobilitas yang sesuai kebutuhan pengguna.
Andry juga menegaskan bahwa mobil ini didukung teknologi berstandar global dan kenyamanan berkendara yang makin diperhatikan. Dalam pernyataannya, ia menyebut Aion UT diyakini bisa menjadi bagian dari solusi mobilitas masa depan yang efisien, aman, nyaman, dan berkelanjutan di Indonesia.
Interior yang dibuat simpel tapi tetap premium
Daya tarik Aion UT tidak hanya datang dari sisi penjualan, tetapi juga dari desain ruang kabin. Interior mobil ini memanfaatkan pendekatan platform AEP dan arsitektur X-Soul, sehingga tampil sederhana namun tetap memancarkan kesan elegan dan mewah.
Kesan tersebut membuat Aion UT terasa berusaha masuk ke segmen pengguna yang ingin mobil listrik praktis, tetapi tetap nyaman dipandang dan digunakan sehari-hari. Di dalam kabin, fitur seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist juga disiapkan untuk membantu perjalanan terasa lebih santai, terutama saat menghadapi kemacetan atau perjalanan jarak jauh.
Pilihan baterai untuk kebutuhan berbeda
Aion UT hadir dengan dua pilihan baterai yang memberi fleksibilitas sesuai kebutuhan pengguna. Varian Standard dibekali baterai 44,12 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 km berdasarkan standar NEDC, sedangkan varian Premium membawa baterai 60 kWh yang mampu menjelajah hingga 500 km berdasarkan NEDC.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 150 kW dengan torsi maksimum 210 Nm. Karakter awal akselerasinya disebut terasa ringan, sehingga cocok untuk perjalanan santai, tetapi mobil ini tetap responsif ketika dibutuhkan untuk berakselerasi cepat.
Pengisian daya dibuat lebih praktis
Salah satu poin penting dari Aion UT ada pada kemampuan pengisian cepat. Varian Premium mendukung fast charging hingga 87 kW, yang membantu proses isi daya berlangsung lebih singkat dan membuat mobil lebih mudah dipakai secara intensif.
Bagi pengguna kendaraan listrik, aspek ini menjadi penting karena waktu tunggu saat mengisi daya bisa sangat memengaruhi pengalaman harian. Dengan dukungan pengisian cepat, mobil dapat lebih siap digunakan kembali tanpa menunggu terlalu lama.
Struktur bodi dan fitur keselamatan
Pabrikan memberi perhatian besar pada sisi keamanan Aion UT. Struktur bodinya dibuat kokoh, dengan 71 persen material baja berkekuatan tinggi untuk membantu meningkatkan perlindungan penumpang.
Konstruksi itu dipadukan dengan elemen seperti one-piece hot-formed double door ring dan Dragon-Bone Embraced Body Structure. Kombinasi ini dirancang untuk meredam dan mendistribusikan energi benturan secara lebih efektif saat terjadi insiden.
Dari sisi keselamatan pasif, Aion UT dibekali enam airbag serta side curtain sepanjang 2,1 meter yang melindungi area dari pilar depan sampai belakang kendaraan. Sementara itu, fitur keselamatan aktifnya mencakup AEB, FCW, LDW, BSD, dan DOW.
Kompatibel untuk berbagai kebutuhan pengisian
Aion UT juga sudah mengantongi sertifikasi global seperti CCTA European Standard dan TÜV SÜD. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem charging mobil telah diuji di berbagai kondisi dan infrastruktur, sehingga pengguna memiliki ketenangan lebih saat mengecas di rumah maupun di charging station publik.
Bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan mobil listrik, faktor kompatibilitas pengisian daya sering menjadi pertanyaan utama. Kehadiran sertifikasi tersebut memperkuat posisi Aion UT sebagai model yang tidak hanya menonjol di sisi desain dan fitur, tetapi juga menawarkan kemudahan pemakaian dalam rutinitas harian.
Source: carvaganza.com






