
Beijing International Auto Show tinggal menghitung hari menuju pembukaannya di The New China International Exhibition Centre, Beijing. Pameran otomotif dua tahunan itu akan digelar pada 24 April hingga 3 Mei 2026 dan diperkirakan jadi panggung besar bagi merek-merek yang ingin menunjukkan arah baru kendaraan energi terbarukan.
Di antara nama yang disorot, iCAR masuk dalam daftar menarik karena brand ini baru saja resmi hadir di Indonesia melalui IIMS 2026. Kehadirannya membawa SUV listrik iCAR V23 sebagai model debut sekaligus menandai langkah awal iCAR memperluas perhatian pasar di luar Cina.
Fokus iCAR pada ekosistem NEV
iCAR berada di bawah Chery Group dan masuk dalam jajaran merek yang satu keluarga dengan Jaecoo, Lepas, dan Omoda. Meski masih berada di payung yang sama, iCAR memilih jalur yang berbeda dengan menempatkan kendaraan listrik murni sebagai fokus utama pengembangan produk.
Arah itu membuat iCAR menegaskan diri sebagai produsen New Energy Vehicle atau NEV yang menargetkan konsumen muda. Citra yang dibangun tidak hanya soal mobil listrik, tetapi juga soal kendaraan yang tampil trendi, punya karakter dinamis, dan tetap ditawarkan dengan harga yang kompetitif.
Pendekatan itu sejalan dengan posisi iCAR sebagai merek yang mengusung konsep intelligent car. Dalam strategi tersebut, iCAR berupaya menghadirkan ekosistem mobilitas yang sesuai dengan gaya hidup generasi muda yang akrab dengan teknologi dan mencari kendaraan yang berbeda dari arus utama.
V23 jadi modal awal di pasar Indonesia
Model yang paling merepresentasikan arah iCAR saat ini adalah V23, SUV listrik lima penumpang yang sudah diperkenalkan di Indonesia. Kehadiran model ini menjadi penanda bahwa iCAR tidak masuk ke pasar dengan produk umum, melainkan dengan identitas yang cukup spesifik.
V23 dibangun di atas platform baru yang dikembangkan secara mandiri. Platform ini tidak berbagi basis dengan model Chery, Omoda, maupun Jaecoo, sehingga iCAR punya ruang lebih besar untuk menonjolkan identitas teknisnya sebagai merek NEV yang berdiri cukup berbeda di dalam grup.
Secara tampilan, V23 mengusung gaya SUV retro dengan siluet boxy yang kuat. Karakter desain tersebut memberi kesan tangguh dan kokoh, sekaligus mengingatkan pada bahasa visual SUV off-road klasik era 1980-an hingga 1990-an, namun dikemas dalam pendekatan modern.
Dua pilihan baterai untuk karakter berkendara berbeda
iCAR V23 hadir dalam dua konfigurasi yang menawarkan karakter penggunaan berlainan. Varian RWD memakai baterai 59,93 kWh dengan motor listrik roda belakang yang menghasilkan daya 100 kW atau 134 hp serta torsi 180 Nm.
Sementara itu, varian iWD memakai baterai yang lebih besar, yakni 81,76 kWh. Tenaga disalurkan ke dua motor listrik sehingga menghasilkan output gabungan 211 PS atau 208 hp dengan torsi maksimal 292 Nm.
Sistem iWD menjadi salah satu pembeda utama karena dirancang sebagai penggerak empat roda cerdas khas iCAR. Konfigurasi ini dibuat untuk menjaga performa tetap optimal di berbagai kondisi jalan dan mendukung karakter mobil yang ingin tampil serbaguna.
Beijing jadi etalase penting bagi strategi global iCAR
Kehadiran iCAR di Beijing Auto Show 2026 punya arti lebih besar daripada sekadar tampil di pameran besar. Ajang itu akan menjadi ruang untuk menunjukkan bagaimana brand ini memadukan desain ikonik, teknologi baru, dan arah pengembangan kendaraan listrik yang lebih spesifik.
Bagi pasar otomotif, langkah iCAR juga menunjukkan bahwa persaingan NEV tidak hanya bergantung pada spesifikasi teknis. Branding, segmentasi konsumen, dan pembentukan ekosistem mobilitas ikut menjadi bagian penting dari strategi merek yang ingin bertahan di pasar yang makin padat.
Di tengah derasnya inovasi kendaraan listrik dari berbagai produsen, iCAR mencoba mengambil posisi unik lewat kombinasi gaya retro, teknologi cerdas, dan fokus pada pengguna muda. Semua itu akan kembali diuji saat Beijing Auto Show menjadi panggung berikutnya bagi iCAR dan lini NEV yang dibawanya.
Source: www.oto.com








