
Wuling Motors resmi memperkenalkan Eksion sebagai SUV elektrifikasi 7-seater yang menyasar kebutuhan keluarga modern. Model ini hadir dalam dua pilihan sistem penggerak, yaitu EV dan Plug-in Hybrid, dengan dua tipe utama yang dipasarkan, CE dan CX.
Peluncuran Eksion menegaskan arah Wuling pada kendaraan ramah energi yang tetap mengutamakan kenyamanan dan fitur keselamatan. Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors, menyebut Eksion hadir dengan semangat “Exploring Family Journeys” dan menjadi SUV 7-seater pertama di Indonesia yang menawarkan pilihan teknologi EV dan Plug-in Hybrid.
Perbedaan utama CE dan CX
Secara garis besar, tipe CE dan CX memakai basis yang sama, tetapi Wuling memberi pembeda pada tampilan, kelengkapan fitur, dan nuansa kabin. Keduanya tersedia untuk versi EV maupun Plug-in Hybrid, sehingga calon konsumen bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan tanpa kehilangan karakter utama Eksion.
Dari sisi eksterior, Eksion tampil dengan desain Muscular Flowline dan lampu depan-belakang berbentuk X. Tipe CE membawa tampilan modern dengan velg 18 inci dan desain standar sesuai varian penggerak, sedangkan CX terlihat lebih premium berkat opsi warna two-tone roof yang memberi kesan lebih eksklusif.
Di bagian kabin, keduanya sama-sama menawarkan konfigurasi 7-seater yang lega. Namun, tipe CE fokus pada kelengkapan fungsional, sementara CX memperoleh sentuhan yang lebih mewah pada material interior dan detail kenyamanan.
Fitur kabin yang dibawa
Tipe CE sudah dibekali layar 12,8 inci, panel TFT 8,8 inci, ventilated seat, dan electric adjustment pada kursi depan. Fitur tersebut sudah memberi pengalaman berkendara yang modern, terutama untuk pengguna yang menginginkan teknologi praktis dalam penggunaan harian.
Tipe CX menambahkan kesan premium lewat pembaruan pada trim serta ambience kabin. Wuling memang tidak memisahkan basis fitur utama secara jauh, tetapi CX diposisikan sebagai varian dengan pengalaman yang lebih lengkap dan lebih berkelas.
Menariknya, dua tipe ini tetap berbagi sejumlah fitur penting yang sama. Keduanya sudah dilengkapi panoramic sunroof, AC dengan PM2.5 filter, wireless charging 50W, serta kamera 360 derajat dengan transparent chassis.
Teknologi dan performa tetap sama
Meski berbeda pada detail tampilan dan kenyamanan, sektor teknologi Eksion tetap seragam di CE dan CX. SUV ini dibekali ekosistem Wuling Technology yang mencakup WFMS, LING OS untuk konektivitas pintar, serta MAGIC Battery Pro yang diklaim sudah melewati berbagai pengujian keselamatan.
Untuk performa, versi EV memakai baterai 69,2 kWh dan motor listrik 150 kW. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 530 km berdasarkan standar CLTC, yang membuatnya relevan untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.
Sementara itu, varian Plug-in Hybrid mengandalkan mesin 1.5L yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai 20,5 kWh. Kombinasi ini menghasilkan jarak tempuh listrik hingga 125 km dan total jarak lebih dari 1.000 km, sehingga menawarkan fleksibilitas bagi pengguna yang masih menginginkan efisiensi sekaligus daya jelajah panjang.
Keselamatan jadi bekal dua tipe
Wuling juga menempatkan keselamatan sebagai salah satu daya tarik utama Eksion. Struktur bodinya menggunakan 75% high strength steel, lalu didukung hingga 6 SRS airbag dan ISOFIX untuk perlindungan penumpang.
Selain sistem dasar seperti ABS, EBD, ESC, dan TPMS, Eksion juga sudah mengusung ADAS Level 2. Fitur bantuan berkendara ini mencakup Adaptive Cruise Control, Autonomous Emergency Braking, dan Blind Spot Detection, yang membantu meningkatkan rasa aman saat berkendara.
Pada tipe CX, paket keselamatan tersebut hadir dengan kelengkapan yang lebih maksimal. Karena itu, CX diposisikan sebagai opsi yang lebih tinggi bagi konsumen yang menginginkan sentuhan lebih premium tanpa mengubah karakter utama Eksion sebagai SUV elektrifikasi keluarga.









