Peraturan emisi Euro 7 di Eropa membuat Audi ikut mencari jalan agar mesin 2.5 liter 5-silinder tetap bertahan. Opsi yang kini paling terbuka adalah elektrifikasi, karena mesin ini belum memenuhi standar emisi terbaru di benua biru.
Audi Sport masih melihat peluang untuk mempertahankan karakter mesin yang selama ini menjadi identitas penting merek tersebut. Managing Director Audi Sport, Rolf Michl, mengatakan pihaknya masih mengevaluasi berbagai kemungkinan teknologi untuk menyesuaikan mesin itu dengan tuntutan emisi yang lebih ketat.
Elektrifikasi jadi opsi yang paling masuk akal
Michl menegaskan bahwa Audi terbuka terhadap berbagai kemungkinan teknis. Ia menyebut pembahasan soal bagaimana cara mempertahankan mesin itu masih terus berlangsung di internal perusahaan.
“Kami terbuka untuk setiap kemungkinan,” ujar Michl seperti dikutip dari Autocar. Ia menambahkan bahwa yang paling penting bagi Audi adalah tetap menghadirkan pengalaman berkendara yang emosional di segmen mobil kompak.
Pernyataan itu menunjukkan arah yang cukup jelas. Audi tampaknya ingin menjaga karakter performa khas mesin 5-silinder, tetapi harus menyesuaikannya dengan regulasi baru agar tetap bisa dipasarkan di Eropa.
EA855 belum lolos Euro 7
Mesin 5-silinder yang saat ini digunakan Audi dikenal dengan kode EA855. Mesin ini disebut belum memenuhi peraturan emisi Euro 7 yang sudah berlaku di Eropa sejak November tahun lalu.
Kondisi tersebut membuat masa depannya bergantung pada seberapa jauh Audi bersedia melakukan pengembangan lanjutan. Salah satu jalan yang dipertimbangkan adalah investasi teknik secara menyeluruh, yang biasanya membutuhkan biaya dan pengujian besar.
Situasi ini tidak sederhana karena mesin 5-silinder bukan sekadar komponen teknis. Bagi Audi, konfigurasi tersebut juga membawa nilai historis dan emosional yang sulit digantikan mesin empat silinder biasa.
Masih dipakai di dua model Grup VW
Saat ini, powertrain tersebut hanya tersedia pada dua model dalam Volkswagen Group. Dua model itu adalah Audi RS3 dan Cupra Formentor VZ5.
Keterbatasan penggunaan itu semakin menegaskan bahwa mesin 5-silinder berada di posisi yang makin eksklusif. Jika tidak ada penyesuaian, ruang hidup mesin ini di masa depan akan kian sempit di tengah aturan emisi yang terus mengencang.
Isu soal akhir usia mesin ini juga sempat menguat setelah muncul kabar bahwa Audi akan mengakhiri penggunaannya usai meluncurkan RS3 Competition Limited terbaru. Namun, kabar itu belum menjadi keputusan final.
Pernyataan Audi belum menutup peluang
CEO Audi, Gernot Dollner, sebelumnya mengatakan bahwa masa depan konfigurasi ini masih dalam tahap pembahasan. Ia juga menambahkan bahwa ada ketidakpastian terkait powertrain tersebut di era Euro 7, yang membuat nasibnya belum bisa dipastikan sepenuhnya.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Audi belum sepenuhnya menutup pintu untuk mesin 5-silinder. Meski arah industri otomotif jelas mengarah ke elektrifikasi dan efisiensi emisi, Audi masih berupaya mencari format yang bisa mempertahankan karakter mesin unik tersebut tanpa melanggar regulasi.
Bagi Audi, tantangan utamanya kini bukan hanya soal memenuhi angka emisi. Pabrikan asal Jerman itu juga harus menjaga identitas performa yang selama ini melekat pada model-model sport mereka, sambil menimbang kemungkinan elektrifikasi sebagai kompromi paling realistis.
