Bukan Matic Termurah, Nmax Neo Justru Paling Laris Di Sumatra

Author: Qoo Media

Motor Yamaha yang paling laris di Sumatra ternyata bukan model matic termurah atau segmen bebek. Penjualan di wilayah ini justru masih didominasi skutik premium, dengan Nmax Neo muncul sebagai model yang paling banyak diburu konsumen.

Informasi itu disampaikan Joni Lie, General Manager Marketing PT Alfa Scorpii. Ia menyebut kontribusi terbesar berasal dari kelas AT Premium, yang porsinya berada di kisaran 50-60 persen, sebelum disusul model Classy dan tipe seperti Gear.

Skutik premium masih jadi penopang utama

Dominasi skutik Yamaha di Sumatra menunjukkan bahwa preferensi konsumen di wilayah itu masih kuat pada motor otomatis. Dalam penjelasannya, Joni menyebut segmen AT Premium menjadi penyumbang terbesar penjualan, sehingga pasar tidak bergerak ke motor bebek maupun trail seperti dugaan sebagian orang.

Di dalam kelas Maxi, Nmax Neo menjadi andalan utama. “So far (motor paling laris segmen Maxi) ya 60-40 (persen) lah. 60-nya yang Neo, yang 40-nya turbo,” ujar Joni di Samosir, Sumatra Utara.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa varian Neo masih lebih banyak diminati dibanding Turbo. Meski sama-sama berada di keluarga Maxi, perbedaan preferensi konsumen masih cukup jelas dan mencerminkan kebutuhan pasar yang spesifik.

Permintaan tetap kuat di tengah dinamika pasar

Secara nasional, data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia menunjukkan skutik masih mendominasi pasar motor baru di Indonesia. Kontribusinya mencapai 91,7 persen, sementara underbone menyumbang 4,46 persen dan sport 3,51 persen, sedangkan sepeda motor listrik masih di bawah satu persen.

Kondisi tersebut sejalan dengan pola penjualan Yamaha di Sumatra. Pasar di wilayah ini tetap bertumpu pada motor otomatis, terutama skutik premium yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian konsumen.

Alfa Scorpii sendiri merupakan dealer utama Yamaha untuk wilayah Sumatera Utara, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, dan Aceh. Dari jaringan wilayah tersebut, penjualan kuartal pertama disebut lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya.

Faktor komoditas ikut dorong daya beli

Joni juga menilai pasar motor di Sumatra mendapat dorongan dari kondisi komoditas sawit. Menurutnya, wilayah seperti Sumatera Utara, Riau Daratan, dan sebagian Aceh memiliki basis perkebunan sawit yang besar, sehingga saat kondisi komoditas membaik, permintaan sepeda motor ikut terdorong.

“Iya betul, karena di Sumatera Utara kan perkebunan di sawit. Terus di Riau Daratan juga sama, sebagian di Aceh juga sama. Nah kondisi sekarang kan lagi baik ya, jadi otomatis salah satu faktor demand itu bisa lebih bagus daripada tahun lalu,” kata Joni.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pasar motor di Sumatra tidak hanya dipengaruhi tren produk, tetapi juga kondisi ekonomi daerah. Saat pendapatan masyarakat bergerak positif, kebutuhan terhadap kendaraan roda dua biasanya ikut meningkat.

Pasar sempat tertekan bencana, lalu berangsur pulih

Di sisi lain, penjualan motor di Aceh sempat terganggu akibat bencana. Dampaknya cukup terasa pada permintaan, bahkan disebut sempat menekan pasar hingga 60-70 persen pada masa awal kejadian.

“Kalau bencana kemarin yang terjadi di Aceh itu pengaruh sekali. Nah, tapi karena support dari pemerintah yang cukup cepat, sehingga untuk kembali normal itu cepat juga,” ujar Joni.

Ia menambahkan bahwa hambatan sempat muncul karena pasar menunggu kepastian status bencana. Namun situasi itu kini mulai membaik, dan kondisi pasar disebut hampir normal kembali.

Dengan kondisi tersebut, Yamaha tetap melihat skutik premium sebagai kekuatan utama di Sumatra. Nmax Neo yang memimpin penjualan mencerminkan bahwa konsumen di wilayah ini masih memilih motor yang menawarkan kenyamanan, fleksibilitas, dan citra premium dalam penggunaan harian.

Source: oto.detik.com
Terbaru