Jajal Jetour G700 Dan T2 i-DM Sebelum Masuk Indonesia, Satu Buas Satu Efisien

Jetour membuka akses uji jalan bagi lebih dari 200 perwakilan media dan influencer dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk merasakan langsung Jetour G700 dan T2 i-DM di Beijing, China. Sesi ini dirancang untuk menunjukkan kemampuan dua model tersebut dalam menghadapi jalur perkotaan, manuver teknis, hingga simulasi medan ekstrem sebelum masuk ke pasar Indonesia.

Kehadiran kedua model itu juga memberi gambaran arah strategi Jetour untuk konsumen Indonesia. Satu model diposisikan sebagai SUV off-road premium berteknologi hybrid, sementara model lainnya menawarkan opsi plug-in hybrid yang lebih fleksibel untuk kebutuhan harian dan perjalanan jarak jauh.

Uji jalan untuk membuktikan karakter dua model

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menegaskan bahwa sesi test drive ini menjadi cara Jetour memperlihatkan kapabilitas produk secara langsung. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendekatan Travel+ yang menggabungkan teknologi, performa, dan gaya hidup dalam satu pengalaman berkendara.

Jetour menyiapkan rute pengujian yang cukup beragam agar karakter masing-masing mobil terlihat jelas. Peserta menjajal akselerasi, pengereman, putar balik sempit, slalom, serta lintasan bergelombang sebelum masuk ke area off-road yang lebih berat.

Pada sesi itu, Jetour G700 dan T2 i-DM sama-sama dinilai mampu menunjukkan respons tenaga yang kuat serta pengendalian yang tetap stabil. Pengujian seperti big hump, side slope, cross-axle, dan roller ramp juga dipakai untuk menguji traksi serta kontrol kendaraan di permukaan yang lebih menantang.

Jetour G700: fokus pada kemewahan dan kemampuan ekstrem

Jetour G700 diposisikan sebagai All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV dengan desain eksterior yang tegas dan berkarakter kuat. Model ini membawa pendekatan yang menggabungkan kesan rugged dengan elemen kemewahan yang lebih modern.

Di bagian kabin, G700 dibekali sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls Royce. Jetour juga menyematkan kursi multifungsi premium dengan meja, sandaran kaki, dan fitur pijat 8 titik dengan 8 mode yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Secara teknis, G700 ditopang mesin 2.000 cc turbo dengan tenaga 904 hp dan torsi 1.135 Nm. Mobil ini diklaim mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam 4,6 detik dan sanggup melintasi genangan air hingga 970 mm.

Untuk menghadapi medan berat, G700 menggunakan GAIA Architecture dan tiga differential lock. Kombinasi itu bekerja menjaga traksi tetap optimal saat mobil melewati permukaan yang tidak rata atau rintangan off-road yang ekstrem.

Jetour T2 i-DM: lebih fleksibel untuk harian dan eksplorasi

Berbeda dari G700, Jetour T2 i-DM hadir sebagai SUV plug-in hybrid yang mengikuti karakter T2 bensin, tetapi dengan pendekatan elektrifikasi. Jetour menyebut model ini sebagai Travel Hybrid SUV yang memadukan efisiensi, kecerdasan, dan fleksibilitas dalam satu paket.

T2 i-DM memakai mesin hybrid 1.5TD-3DHT dengan total tenaga 280 kW dan torsi 610 Nm. Dalam sesi uji, mobil ini juga melewati rangkaian tes yang sama dan menunjukkan respons cepat serta handling yang stabil di berbagai kondisi.

Nilai tambah T2 i-DM terletak pada kabin yang senyap, sistem audio imersif, Snapdragon 8155 Smart Chip, dan layar kontrol 15,6 inci. Fitur lain seperti 540° panoramic imaging, suplai daya eksternal 3.3 kW, dan parking air conditioning memperkuat fungsinya sebagai SUV yang cocok untuk mobilitas aktif.

Ranggy mengatakan Jetour G700 dan T2 i-DM memiliki karakter yang berbeda namun sama-sama relevan untuk konsumen Indonesia. Menurut dia, G700 menyasar kebutuhan medan ekstrem dengan performa maksimal, sedangkan T2 i-DM menawarkan efisiensi dan fleksibilitas untuk penggunaan harian maupun petualangan.

Untuk urusan masuk pasar Indonesia, Jetour menyebut G700 belum bisa dipastikan waktunya. Sementara itu, T2 i-DM sudah dipastikan hadir pada semester II tahun ini, sehingga model plug-in hybrid itu akan menjadi salah satu langkah awal Jetour memperluas portofolio elektrifikasi di Indonesia.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait